Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Part 25 (Martabak)

3.4K 297 21
                                        

PLAAKKKK




satu tamparan mendarat mulus di pipi seorang wanita cantik yang tengah menangis di hadapan seorang pria paruh baya.

"kenapa kamu lakukan itu Ve, kenapa???" tanya pria paruh baya itu dengan penuh emosi setelah menampar wanita cantik yang ternyata adalah Ve

"Maafin Ve pa,Ve benar-benar sangat menyesal" jawab Ve penuh penyesalan

"papa kecewa Ve sangat kecewa" ucap pria paruh baya itu yang menyebut dirinya papa yang tak lain adalah tuan Tanu

Ve masih menunduk dengan tangisnya.

"Maafin Ve pa" lirih Ve

tuan Tanu menghembuskan nafas kasarnya

"papa sudah memaafkanmu dan sekarang pergilah,jangan temui Naomi lagi. papa tidak ingin putri kesayangan papa semakin tersakiti hatinya oleh mu Ve"
mendengar kata-kata yang di lontarkan oleh sang papa membuat Ve kini mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah tuan Tanu.

"maksud papa,papa usir aku?" tanya Ve dengan suara terdengar gemetar

tuan Tanu mengangguk,menjawab pertanyaan Ve

"tapi Ve juga putri papa,kenapa papa usir Ve?" tanya Ve

"tapi sekarang kamu bukanlah putriku lagi"


Duarrr


Ve merasakan hatinya seperti ditusuk oleh ribuan jarum.sakit sangat sakit,bagaimana tidak sakit jika orang yang kita cintai tidak lagi menganggap kita dan mungkin ini yang dirasakan oleh Naomi saat beberapa hari yang lalu ketika dirinya bersikap kasar kepada Naomi.

"putriku hanya Naomi"

lagi dan lagi hati Ve semakin ditusuk-tusuk oleh ribuan jarum mendengar ucapan yang di lontarkan sang papa.

"tapi sebelum Ve pergi,tolong izinin Ve untuk bertemu dengan Naomi pa" izin Ve

tuan Tanu menggelengkan kepala

"Maaf,sampai kapanpun papa tidak akan mengizinkan kamu untuk bertemu dengan Naomi" ucap tuan Tanu yang menolak permintaan Ve

"Ve tau papa kecewa sama Ve,tapi pliss kali ini izinin Ve bertemu dengan Naomi" mohon Ve lagi yang kini bersimpuh di kaki tuan Tanu dengan tangisnya

tuan Tanu diam,ia tidak merespon Ve. namun tuan Pras yang sedari tadi memperhatikan keduanya kini tengah menghampiri ke arah Ve dan tuan Tanu.

"ayo Ve bangun" kata tuan Pras yang kini tengah membantu Ve berdiri

"papi aku mau bertemu dengan Naomi" ucap Ve masih dengan tangisnya

tuan Pras memperhatikan wajah sembab Ve dan merapikan rambut Ve yang terlihat berantakan.

"mungkin Naomi benar,pernikahan ini tidak seharusnya ada. papi dan papamu terlalu egois untuk menjodohkan kalian sampai akhirnya pernikahan kalian selalu terjadi masalah. papi sangat menyayangi kalian berdua dan tolong maafkan Naomi karena selalu menyusahkanmu Ve,sekali lagi maafkan dia" ucap tuan Pras yang tanpa sadar pria paruh baya itu meneteskan air matanya

"sekarang kamu boleh pergi,papi dan papamu sudah membebaskanmu. surat cerai kalian akan segera keluar dalam waktu dekat ini dan papi akan segera mengirimkannya padamu. mulai detik ini juga jangan pernah kamu temui Naomi lagi" ucap tuan Pars sebelum pergi meninggalkan Ve yang kini kembali menangis terlebih mendengar surat cerai mereka yang akan segera keluar dalam waktu dekat ini

"pa tolong pa, Ve gak mau cerai dari Naomi dan ijinin Ve untuk bertemu Naomi" tangis Ve yang kini kembali bersimpuh di kaki tuan Tanu

tuan Tanu tidak menjawab justru ia sedang berusaha melepaskan tangan Ve dari kakinya.

Kita dan Dia [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang