Dave memukul-mukul mukanya sendiri, dia sudah berjanji pada Megan untuk menjaga putrinya. Tapi Ariana begitu menggairahkan, Dave tak mampu mengendalikan diri untuk tidak menghabisinya. Toh, Ariana memberikannya ijin!
__________*
7years ago..
Ariana Diaz, remaja berseragam high school itu berjalan menuju rumahnya dengan gontai, tak satupun yang bisa dipikirkan nya kecuali segera masuk ke kamar dan menangis.
Dia baru saja mendengar Kevin dan William membicarakan dirinya. Well, selama ini, apapun yang terjadi pada dirinya dan William ternyata tak lebih dari sekedar lelucon untuk mereka.
Tidakkah begitu menyakitkan, ketika laki-laki yang selama ini selalu ada buatmu, selalu bersamamu, selalu memperhatikanmu, selalu membuatmu merasa jadi prioritasnya, ternyata hanya mengganggapmu sister?
"Lalu, apa arti dari setiap pelukan nya? Setiap senyum dan usapan tangan di kepalaku? Setiap ciuman?" Aah, Ariana mendengus kesal, dia semakin tak mengerti. Apa yang baru dilewatinya begitu indah, tapi ternyata hanya imajinasinya saja. Hanya sebuah harapan yang tak nyata. William seperti membawa nya pergi ke awan dan menghempaskannya jatuh kedasar bumi. Sakit, tapi tak berdarah.
Entah harus marah atau justru malu. Ariana membuka pintu kamarnya dengan terburu-buru, air mata yang berusaha ditahannya sejak tadi tak lagi bisa dibendung. Dia membuang tasnya begitu saja dan duduk menangkupkan kedua tangan pada lututnya. Dia menyembunyikan mukanya.
Seperti tak sanggup melihat orang lain lagi, apalagi bertemu dengan William. "Berarti selama ini cuma aku yang berharap? Aku yang murahan!" Dadanya seperti bergemuruh setiap dia mengingat William, kepala nya mulai berdenyut karna tangis yang tak bisa dikendalikan. Air mata lolos begitu saja dari sudut mata tanpa kontrol. Sungguh Ariana seperti tak dapat memaafkan dirinya sendiri.
__________*
Las Vegas, 9.30am.
Jason meninggalkan hotel dengan tergesa-gesa. Dia meninggalkan begitu saja Kate ehm, Peyton ah entahlah siapapun perempuan yang bersenang-senang bersamanya semalam. Dia berlari kecil sembari membenarkan kancing kemeja nya, tangan kirinya memencet-mencet tombol telepon, speed dial Mr. Peterson untuk segera menjemputnya.
Hari ini hari terakhirnya di Las Vegas, siang ini dia harus terbang ke Chicago, pekerjaan membosankan telah menunggunya disana. Dia akan menetap disana untuk beberapa waktu hingga tugasnya selesai dan barulah nanti dia dapat menikmati hidupnya kembali.
"Argh, aku bahkan belum packing apapun! Oh shit Dad!" Jason mengerang tak jelas. Dia bahkan harus tiba di sana sebelum sore.
💌 TBC..
Please voment ya guys! Biar semangaat.. Tengkyu..😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Run The Night (COMPLETED)
Romance[RANDOM PRIVATE REPUBLISH SETELAH TGL 19] "Tuhan, jangan tahan aku jadi jalang!" Susah payah aku melepaskan diri dari friendzone William, kini aku mendapati diriku kembali terpuruk pada laki-laki lain yang ternyata tak lebih baik darinya. Hubungan...
