Dave POV
Sepeninggalku dari apartemen Ariana, aku langsung menghubungi Mattew, dia seseorang yang dapat kuandalkan ketika aku membutuhkan informasi.
Mattew bekerja di sebuah badan intelejen semacam FBI, mungkin juga memang FBI itu sendiri. Aku tidak begitu mengerti tepatnya bagaimana, yang paling penting adalah ketika aku membutuhkan data, dia selalu siap sedia.
Mattew tidak sedang di New York saat aku meneleponnya, tapi tidak mengurangi kecanggihan kerja nya dalam mencari informasi.
"Dave, kau tidak akan percaya dengan apa yang kutemukan." Matt berkata diseberang sambungan telpon dengan bersemangat. Entahlah, ketika aku mendengar kalimat pembuka darinya itu ada secercah harapan yang muncul sekaligus rasa khawatir yang tak kalah besar.
"Kau membuatku penasaran Matt, tidak bisakah kau katakan saja tanpa kalimat pembukaan yang menjengkelkan?"
"Setidaknya aku tau ending dari perjalanan cintamu berakhir pada tunangan pria lain, aku turut menyesal Dave!" Matt tertawa penuh hinaan.
"Matt, please.. bisakah kau menganggap hal ini sangat penting, seperti saat kau harus segera kembali pulang karna istrimu melahirkan?" Ingin rasanya kuhancurkan muka Matt jika dia ada didepanku sekarang.
"Jason Wood? Bukankah kau telah mengenalnya Dave? Kurasa ini bukan masalah pertamamu dengannya kan? Yang kuingat, dia pernah berusaha menggagalkan salah satu tendermu di Asia?" Matt masih terkekeh di ujung suaranya.
Aku benar-benar tak sabar dibuatnya, "Cepatlah Matt, apa yang dilakukan Jason terhadap Ariana sebelum gadis itu ke New York?" Gigi-gigi belakangku mengerat menahan rasa penasaran.
"Aku mengirimimu semua data lengkapnya di emailmu brother, tapi tampaknya kau harus menuntaskannya sendiri, Jason begitu pandai menghilangkan jejak kebersamaannya dengan Ariana." Matt membuatku gemas, aku bergegas membuka laptop dan mencari email yang dimaksud oleh Matt bahkan sebelum dia menutup telponnya. "Standby dengan ponselmu Matt, aku akan menerormu sewaktu-waktu" ancamku pada Matt sebelum dia menutup sambungan telpon kami masih dengan tawa membahana.
Email yang dikirimimkan Matt cukup lengkap memuat data pribadi serta track record Jason dan Ariana di tiga kota yang berbeda, Las Vegas - Orlando - Chicago. Hampir semua data yang kuperlukan ada disini, termasuk hubungan Ariana dengan seseorang bernama William semasa senior high school dulu.
Namun informasi mengenai Jason dan Ariana memang sangat tertutup rapi. Hanya diketahui mereka pernah melangsungkan pertunangan mewah dengan estimasi waktu persiapan yang mendadak.
"Ah, shit! Itu juga aku sudah tau!" Aku meremas-remas gemas tanganku sendiri. Aku benar-benar kehilangan akal sehatku saat ini. Apa yang harus kulakukan untuk membantu Ariana keluar dari masalah pelik ini?
'Jillian?' Tiba-tiba terlintas nama gadis itu di otakku, segera kucari kartu nama yang pernah Kevin berikan kepadaku.
Tak perlu menunggu waktu lama, aku menghubungi model terkenal itu. Jillian sedang terlibat pemotretan saat aku menghubunginya. Namun gadis itu sepertinya sangat ramah, ehm kuakui sifat itu berbeda 180derajat dengan Ariana yang lebih tertutup. Sempat terlintas pertanyaan di benakku, bagaimana gadis berbeda seperti mereka bisa bersahabat? Aku mungkin akan menggoda Ariana tentang hal ini, tapi nanti setelah masalah Jason sialan ini terselesaikan.
"Oke Jill, bisa aku menghubungimu kembali 10menit setelah ini?" Oh lihatlah aku tampak seperti tuan pemaksa. Sudahlah aku tak ingin lebih lama lagi membiarkan Ariana menanggung bebannya sendiri.
Dan beberapa menit setelahnya, aku bersyukur justru Jillian yang menelponku kembali. Mungkin dia juga khawatir ketika aku mengatakan sesuatu tentang Ariana sahabatnya.
"Oke, Mr.Bennet apa yang bisa kubantu? Ada masalah apa dengan Ariana?" Ucap Jillian cemas.
"Cukup panggil aku Dave, maaf jika perkenalan kita terkesan tidak baik seperti ini." Kemudian aku mulai menceritakan bagaimana aku berniat untuk membantu sahabatnya karna aku mencintainya. Sungguh, sebenarnya sulit untukku mengaku cinta, tapi dengan Ariana? Sepertinya seluruh dunia harus tau jika aku sangat mencintainya.
Jillian nampak kaget dengan ceritaku tentang Ariana, "Aku tidak menyangka Jason akan setega itu dengan Ariana, sungguh aku mengira mereka baik-baik saja, hanya perselisihan biasa. Jika memang seperti ini aku merasa bersalah telah memprakarsai perkenalan mereka dulu." Jillian nampak ikut terbawa suasana dengan topik pembicaraan kami ini, "Beberapa hari yang lalu, Ariana sempat bercerita akan rencananya kembali ke Chicago, tapi kemudian dia sempat mencoba memutuskan hubungannya dengan Jason, tapi entahlah-" Jillian mengingat sesuatu, "Jika dia jadi berangkat ke Chicago, harusnya pada jadwal penerbangan pertama tadi pagi"
'Lucky Bastard!' Aku memekik dalam hati. Mengapa Jason berhasil mencuci otak Ariana sedemikian rupa? Aku benar-benar ingin mencekik pria sial itu jika kami sempat bertemu!
Aku memberitahu Jillian akan menghubunginya kembali setelah memastikan keberadaan Ariana sekarang. Setelah mendengar kata-kata Jillian tadi, entah mengapa firasatku Ariana sungguh pergi ke Chicago, dan aku takut membayangkan kenyataannya.
***
Aku mengetuk pintu apartemen Ariana namun tidak ada jawaban, aku mencoba menelponnya dan tidak pula ada jawaban. Kemudian aku berinisiatif untuk bertanya pada siapapun yang ada disana, siapapun yang bisa kutemukan. Namun tak satupun yang bisa kumintai informasi tentang keberadaan Ariana. 'Ann..' aku berdesah pelan, mengeraskan rahangku untuk menahan emosi.
Kemudian aku kembali menghubungi Jill, kali ini melalui text, tak enak mengganggu pekerjaannya seharian ini.
Me: Jill, sepertinya Ariana memang ke Chicago, dia tak kutemukan dimanapun. -Dave-
Sent.
Aku menunggu balasan Jill beberapa saat, sambil masih terduduk di depan pintu apartemen Ariana. Kenapa aku begitu bodoh tak menyadari rencana nya untuk pergi? Padahal aku bersamanya hampir semalaman. Aku mengutuki diriku sendiri, bagaimana aku begitu tidak becus menjaga seseorang yang amat berharga bagiku. Pantas dia memilih untuk menyelesaikan masalahnya tanpa melibatkan aku. Aku memang begitu bodoh!
Ponselku bergetar, pesan dari Jill masuk.
Jillian: Dave, tunggu! Mungkin Evan bisa membantu kita. Dia kakakku, dia di Chicago. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku, aku akan menyusulmu secepatnya setelah ini selesai. Evan +18xxx.
Membaca balasan Jill aku semakin merasa tertampar, bagaimana bisa aku tidak terfikir untuk menyusulnya ke Chicago? Ah Dave kau tolol!
Aku menghubungi asistenku untuk menyiapkan segala keperluanku untuk ke Chicago, aku menuju bandara detik ini juga!
Me: Hi Evan, maaf jika terasa tidak sopan, aku Dave--Jillian memberitahukan nomermu padaku. Ini tentang Ariana, kuharap kau bisa mencari keberadaannya sekarang. Mungkin di tempat Jason. Ini urgent percayalah. Aku sedang menuju Chicago. Thx
Entahlah, semoga seseorang bernama Evan itu benar-benar bisa diandalkan. Aku sungguh tak tau lagi harus meminta bantuan siapa.
***
Aku bahkan merasa ingin menyetir sendiri jet ini, beberapa jam saja rasanya tak kuasa aku menahan diri untuk tidak semakin gila. Aku bahkan tidak tau nasib Ariana seperti apa sekarang. Tidak adakah sihir yang dapat membantuku sampai pada gadis itu lebih cepat dari ini?
💌 TBC..
Dedicated buat cerelovetuan_95 makasih udah jadi vomenter setia Run the Night. Bikin semangat updatenya.. Yang udah voment lainnya, makasiih juga yaaa--apalah aku tanpamuuuh.. Yang belum voment, yuk mari di voment..^^
KAMU SEDANG MEMBACA
Run The Night (COMPLETED)
Romance[RANDOM PRIVATE REPUBLISH SETELAH TGL 19] "Tuhan, jangan tahan aku jadi jalang!" Susah payah aku melepaskan diri dari friendzone William, kini aku mendapati diriku kembali terpuruk pada laki-laki lain yang ternyata tak lebih baik darinya. Hubungan...
