Chapter 24 - No Limit

2.9K 129 1
                                        

Susah banget buat ngetik ini sampe huruf TBC dibawah, karna project baru lagi anget-angetnya, jadi RTN suka ngeblank, maafkan. Please vote ya biar semangat komplitin work ini, tinggal sebentar lagi kok, detik-detik terakhir ini. Thx guys..^^

***

Dave menghadang Ariana dengan cepat, "Jadi kau dipecat dari kantormu Ann, please jangan marah, dia yang tau!" Dave mengatakannya sambil menutup mata dan menunjuk kearah Kevin.

Gadis itu memutar tubuhnya kebelakang, satu garis lurus didepan Kevin. "Jelaskan Kev?"

Kevin yang kini memegang bola panas langsung tergagap dihadiahi tatapan penuh caci maki dari Ariana.

"Uhm, aku hanya sedang mengunjungi apartemenmu dear, dan aku menemukan ini terselip dibawah pintu." Kevin menunjukkan sebuah amplop coklat yang telah terobek ujungnya.

Ariana langsung merebutnya, "Mungkin seseorang telah mengirimkannya beberapa waktu lalu, tapi aku juga tidak tau pasti siapa, aku hanya tak sengaja menemukannya. Sumpah!" Kevin melanjutkan pembelaan dirinya.

Didalam surat itu tertulis jelas, Ariana diberikan peringatan pertama oleh departemen kementrian tempatnya bekerja karna absensi yang memang tidak dipenuhi. Dan akan diberhentikan jika memang peringatan selanjutnya tetap diabaikan.

Ariana terbahak membacanya. Dua laki-laki yang berada di depan gadis itu hanya terpana dengan apa yang terjadi.

"Ini surat peringatan boys! Bukan pemecatan! Kalian sungguh bisa membuatku jantungan jika begini" gadis itu berlalu kembali ke kamarnya.

"Kau bilang dia dipecat Kev?" Dave serta merta menuntut penjelasan pria yang ada disebelahnya itu.

Kevin hanya mengendikkan bahu, "sepenangkapanku sih begitu, kenapa kau tidak mencoba membacanya sendiri tadi?"

Dave melotot tajam, "bahkan kau tidak bisa membedakan surat peringatan dan pemecatan? Ah kau payah sekali Kev!" Dia memijit mijit pelipisnya. Tak percaya dengan kebodohan pria itu.

"Kau sendiri tak berniat menelitinya lebih dulu sebelum memberitahu Ariana Dude!" Kevin tak mau disalahkan.

"Kalian bisa diam? Aku tak dapat beristirahat jika kalian terus bertengkar disana!" Teriakan Ariana membuat dua pria itu terdiam seketika.

Dave berjalan menuju pantry untuk melanjutkan menyeduh kopinya, sedang Kevin berpura-pura sibuk dengan remote control televisi.

***

Pagi ini Dave sudah terlihat menawan dengan setelan jas kerjanya. Memang, Dave akan mulai kembali ke kantor hari ini, begitu pun dengan Ariana.

Gadis itu mematut dirinya di depan cermin dan merasa tampilan untuk hari pertama kerjanya ini sangat lumayan. Setelah beberapa bulan absen dari kantornya, tentu Ariana sudah bersiap untuk memberikan kinerja yang lebih baik demi karier nya kedepan.

Tepat saat Dave akan mengajak Ariana berangkat, ponselnya berdering.

Pria itu mengangkat sambungan telpon dengan kernyitan di dahi. Moodnya yang sedang baik hari ini mendadak bias. Dia terus berbicara dengan intonasi tinggi ketika menjawab lawan bicaranya.

Dan ketika sambungan telpon tersebut berakhir, Dave menghampiri Ariana, "bisakah kau tidak keluar apartemen dulu hari ini Ann?"

Gadis itu terperanjat dengan permintaan Dave yang mendadak, bukankah semua hal sudah dipastikan baik-baik saja sebelumnya. Lagian tidak mungkin baginya untuk kembali absen dari kantor setelah adanya surat peringatan itu.

"Kau bercanda? aku tidak mungkin kembali meninggalkan pekerjaanku Dave. Apa ada masalah?"

"Orangku menemukan fakta penabrak mobil kita waktu itu adalah mantanmu!" Dave sangat tidak ingin menyebutkan nama bajingan yang telah banyak melukai Ariana itu.

Run The Night (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang