Chapter 8 - Falling Apart

4.5K 162 1
                                        

Karena semua yang 'jatuh', akan selalu sakit.

***

Ariana POV

Dave menyetujui proposal yang kuajukan kemarin. Itu berarti program kerja sama antara City Bank dan Kementrian Kesehatan tempatku bekerja akan dimulai. Aku senang akan ada banyak warga miskin yang terbantu dengan adanya program ini. Itu juga berarti aku dan Dave akan semakin sering terlibat dalam pekerjaan bersama.

Bagiku ini adalah babak baru dari hidupku, aku mengakui kalau aku menyukai Dave. Dan karna aku menyukainya, aku akan mengejarnya, tapi yang harus kuingat selalu adalah aku tak boleh mencintainya.

Perfect Bitch! Aku tersenyum mengejek diriku sendiri. Tak pernah kubayangkan aku begitu berani memutuskan jalan hidupku sejalang ini. Tapi sekali lagi kudoktrin diriku sendiri, 'Ini hanya senang-senang sementara Ariana, sebelum selamanya kau tidak akan pernah bisa bersenang-senang kembali. Nikmati sajalah!'

***

Kelak jika aku telah ada di tempat semestinya, kenanglah kita seperti irama hujan yang selalu terdengar sendu.

Setelah beberapa kali bertemu dengan Dave, Ariana tak lagi terlihat memalukan saat berhadapan langsung dengan pria itu. Kini Ariana lebih bisa mengendalikan dirinya saat Dave hanya berjarak beberapa meter saja darinya. Meskipun dalam dadanya, ada gerak jantung yang serasa ingin melarikan diri dari tempatnya.

Dave selalu terlihat memukau, walau hanya mengenakan setelan semi formal seperti ini. Jas dengan t-shirt putih didalamnya serta celana jeans. Ariana sedang dalam proses menenangkan dirinya kini. Dia tetap menunduk disamping Dave yang masih saja sibuk dengan beberapa tumpukan proposal dihadapannya.

Hingga Ariana tidak tahan lagi, "Sampai kapan aku harus menunggumu? Aku bukan sekretarismu yang wajib menungguimu bekerja"

Dave mendongakkan kepalanya menatap gadis yang ada di sebelah kanannya itu sambil tersenyum, "Siapa suruh kau berdiri disitu, duduk dan jangan berisik! Atau kau akan membuatku bekerja lebih lama lagi?"

Ariana mendengus kesal, sudah dua jam dia ada dikantor Dave, dan bahkan tidak tau untuk apa dia ada disini. " Aku bisa kembali ke kantorku, jika memang tak ada gunanya aku disini, aku juga punya banyak pekerjaan disana, Dave!"

"Kau sudah ada surat dinas luar." Ucap Dave tanpa memandang Ariana.

"Baiklah aku pulang saja!" Ariana mengambil tasnya dan sebelum sempat dia melangkahkan kakinya keluar, Dave menahan tangannya.

"Tidakkah menyenangkan melihat wajahku lebih lama disini Ann?" Ucap Dave lagi.

"Panggil namaku dengan benar Dave, kau dulu bahkan memanggilku dengan Ms. Diaz, bagaimana sekarang kau bisa mengubah nama orang lain dengan seenak perutmu?" Ariana makin kesal dengan tingkah Dave akhir-akhir ini. Ya, dia memang menyukai Dave, tapi bukan berarti dia harus menuruti semua keinginan pria itu.

"Okey, selesai!" Dave menyelesaikan berkas terakhir yang membutuhkan tanda-tangannya, dan melempar pulpen begitu saja di atas meja. Dia menggandeng tangan Ariana keluar dengan cepat.

Run The Night (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang