4. Keberuntungan

3.6K 324 1
                                        

Gue bener-bener beruntung banget. Pas banget ini malem minggu, gue berdua sama Iasa ❤ di suapin pula :p
My best satnight ever, walaupun abis itu gue di tinggal :")

***

Sudah seminggu berlalu saat Iqbaal mengantarkan roti bakar ke kelas sebelah.
(Namakamu) dan Steffi yang membatalkan menginap di rumah Salsha, akhirnya mereka menggantikannya malam ini.

Mereka sudah sampai di rumah Salsha lima menit yang lalu. (Namakamu) menunggu Iqbaal yang menghubunginya karena akan membuat kejutan untuk Salsha.

Steffi yang tengah fokus dengan layar laptop, tangannya bergerak-gerak mengikuti gerakan yang ia tonton. Apalagi kalau bukan tentang dance.

"AAARGH keren banget! Bastian pasti bisa ngajarin gue yang ini." Ucapnya sambil menunjuk layar laptop.

Salsha melirik Steffi sekilas dan kembali pada pekerjaannya. Sahabat yang satunya memang sudah ditakdirkan hidupnya untuk dance.

"Ya gue pasti bisa kok yang ini. Ah ya, pasti Bastian udah bisa." Steffi berbicara kepada dirinya sendiri.

"YAAMPUN INI TUH KEREN BANGET! GERAKANNYA OMG! SUMPAH GUE NGGA BISA NAFAS LIATNYA." Teriak Steffi.

Salsha melemparkan bantal ke arah Steffi. Ini sangat mengganggu Salsha yang sedang mengerjakan tugas meskipun besok hari minggu. Salsha tidak akan menyerah jika mendapatkan soal yang sulit di kerjakan. Malah menurutnya, ini semakin menantang.

"Lo bisa diem ngga sih, Steff! Brisik banget." Ucap Salsha kesal.

"Yaelah Sha, besok libur masih aja lo belajar. Refreshing dong, jangan stress mulu." Jawab Steffi dengan santai.

(Namakamu) yang sudah mendapat whatsapp dari Iqbaal langsung memaksa Steffi agar menghentikan aktivitasnya.

"Steff, ayo!" Ajak (Namakamu).

"Udah siap?" Tanya Steffi. (Namakamu) mengangguk sebagai responnya.

Mungkin jika bukan demi Salsha, Steffi tidak akan berhenti untuk menonton video dance yang menurutnya sangat keren.

"Eh kalian mau kemana?" Tanya Salsha bingung.

"Salsha sayang, nanti kalo gue teriak dari luar tepat di bawah kamar lo, lo nanti nengok ke bawah ya. Kita ke bawah dulu, inget ya sampe gue teriak nama lo." Jelas Steffi.

Salsha semakin kebingungan. Entah apa yang akan sahabatnya lakukan, ia hanya menurut saja.

***

Salsha mendengar teriakan Steffi dari luar. Sesuai dengan petunjuk Steffi, ia harus melihatnya lewat jendela kamar ke bawah.

Salsha tercengang, melihat mereka semua yang ada di bawah. Aldi berdiri di tengah-tengah lilin yang bertuliskan 'I ♡ Salsha.' Iqbaal berdiri di samping dengan membawa gitarnya. (Namakamu), Steffi dan Bastian membawa kertas karton dengan tiga kata ' Plis Terima Aldi.' Dengan masing-masing memegang satu karton.

Dengan perasaan yang campur aduk, Salsha segera turun untuk menemui mereka semua. Karena Salsha masih gagal paham apa yang di maksud dengan ini semua. Apa Aldi sengaja menyiapkannya?

"Hai Sha." Sapa Aldi.

"Kak Aldi? Ngapain kakak—"

Aldi berjongkok di hadapan Salsha, menyodorkan setangkai mawar merah kepada Salsha.
Iqbaal mengiringi dengan alunan gitar yang di petik dengan tangannya.

Salsha masih tidak percaya dan tidak menyangka jika Aldi melakukan ini semua untuk dirinya.

"Sha, aku ngga mau kebanyakan basa basi sama kamu. Kamu mau kan jadi pacar aku?" Ucap Aldi to the point.

My Best GirlfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang