~
Luke berguling ke samping Dan membiarkan tubuhnya terlentang menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya kacau. Entah kenapa bayangan lelaki yang memeluk Zee sore hari tadi terus berada di pikirannya.
Itu daddynya. Ia mendengar Zee memanggilnya dad tapi semuda itu? Siapa saja bisa berfikir jika lelaki itu adalah kakaknya. Hell, Luke merasa aneh memikirkannya dan lagi tatapan lelaki itu pada Luke seolah menunjukan jika Zee miliknya.
Tidak. Luke menggelengkan kepalanya dan menghapus hipotesa-hipotesa anehnya. Ia kembali berguling dan kini menjadi menyamping menghadap meja belajarnya. Boneka beruang putih itu terlihat mencolok di antara koleksi iron man miliknya.
"Entah Apa yang kau lakukan padaku Zee, tapi aku benar-benar tak bisa menghilangkanmu dari pikiranku walaupun sesaat"
~
Zee p.o.v
Aku merasakannya, sesuatu yang menyeruduk masuk ke perpotongan leherku. Sesuatu bernafas disana. Menghirup dengan perasaan yang menggebu-gebu dan mengeluarkan nya dengan lega. Aku menggeliat tak nyaman lalu sebuah tangan melingkar di pinggangku Dan mempertahankan posisi ku yang memunggunginya.
"Uh,, daddy?" Tanpa sadar bibirku terbuka Dan memanggilnya.
"Yes sweety? Apa aku membangunkanmu? Kembali lah tidur sayang"
Sebuah kecupan mendarat di bahuku dan aku merasakan bibir daddy yang dingin di sana. Seingatku aku memakai piyama serba panjang.
"Daddy kenapa tak tidur?" Tanyaku tanpa merubah posisiku dan Mata tertutup.
"Aku baru saja mengangkat telephone darurat. Saat melihatmu kau kembali bergerak gelisah, Apa kau bermimpi lagi?"
"No dad, tak sering lagi" jawabku.
Wajah daddy beralih dan tenggelam di rambutku sebelum tubuhnya merapat dan punggung ku menyentuh dadanya. Ia semakin merengkuh tubuhku Dan membalut tubuhku dengan lengannya. Kini ia beralih ke puncak kepalaku dan mengecupinya.
"Dad baik baik saja ?"
"Lebih baik setelah memelukmu sayang"
"Apa sesuatu terjadi?"
"Tidak Ada. Kembali lah tidur sayang besok kau harus sekolah"
Aku hanya bergumam tak jelas sebelum semua kesadaranku kembali tertarik dan aku berakhir kembali tertidur di pelukan nya.
~
Zee menghela nafas saat sosok lelaki pirang itu berdiri di depan kelasnya. Luke, lelaki itu melambaikan tangannya lalu tersenyum tanpa dosa. Tanpa pikir panjang Zee segera berjalan kearah Luke Dan menariknya menjauh. Zee membawa Luke ke kelas sepi di lantai 3. Banyak hal yang harus ia tanyakan pada lelaki ini.
"Zee kenapa kau membawaku kemari?" Tanya Luke.
"Aku hanya ingin bertanya padamu Dan kumohon jawab jujur semua pertanyaan ku"
"Baiklah?"
Itu lebih terdengar sebagai pertanyaan di telinganya Dari pada sebuah jawabanya. Gadis itu membenarkan cara berdirinya lalu kembali menatap Luke.
"Kau pemilik sekolah ini Dan seharusnya kau sedang kuliah sekarang Apa benar?"
Zee melihatnya. Raut wajah Luke berubah saat Zee menanyakan itu. Zee tertawa hambar lalu menunduk sebentar.
"Siapa yang memberitahumu?"
"Itu tak penting, kenapa kau disini? Menyamar menjadi mahasiswa. Oh, kau akan menculik seseorang lalu menyerahkannya pada penyihir untuk niat buruk kalian kan ?"

KAMU SEDANG MEMBACA
[REVISI] Barbie Girl [H.S]
Romance"Sayang, bukan cinta itu yang kumaksud." Tentang Harry dan Gadis kecil favoritenya.