Welcome
-* Youngbin *
Youngbin merasa gelisah. Jantungnya berpacu sangat cepat dengan keringat yang juga mengucur di dahinya.
Ia seperti sedang kesusahan untuk bernafas saat ini. Ingin rasanya ia keluar dari ruangan tempat ia berdiri saat ini. Ia tidak sanggup jika berlama-lama disana, tidak sanggup jika berlama-lama melihat banyaknya darah.Oee' Oee'
Hingga suara bayi itu menyambangi telinga Youngbin. Membuat kesadaran Youngbin yang akan musnah itu kembali terselamatkan. Ia tersadar dan tersenyum dengan ceria melihat anaknya sudah terlahir di dunia yang indah ini.
Kemudian ia beralih menatap istrinya. Gadis cantik itu hanya tersenyum senang dengan masih menetralkan nafasnya sehabis melahirkan bayi mereka.Sang dokter menggendong bayi kecil itu kemudian akan diberikannya kepada Youngbin.
"Selamat datang, anakku.." Baru saja Youngbin akan membawa bayinya ke dalam dekapan, tapi ia sudah lebih dulu terjatuh pingsan di lantai. Ia terlalu lelah melihat darah sebanyak itu di tubuh bayinya.
Ya, Youngbin adalah salah satu dari sekian banyaknya orang yang phobia akan kentalnya darah.
Happy birthday
-
* Inseong *
Sebuket bunga sudah berada di genggaman tangan Inseong saat ini. Dua kancing teratas kemeja putihnya ia biarkan terbuka sehingga tampak sexy namun terlihat tetap imut jika senyumnya ia kembangkan.Jantung Inseong berpacu dengan cepat ketika suara sepatu ber-hak itu sudah terdengar di luar sana. Ia sedang berada di balik pintu rumah tunangannya, ia berdiri disana dengan semua lampu yang sengaja ia matikan untuk memberikan kejutan kepada tunangannya.
Cklek
Pintu itu terbuka, ia melihat gadisnya itu berjalan memasuki rumah dengan wajah kebingungan akibat keadaan yang sangat gelap.
Inseong berjalan perlahan. Ia mengendap-endap berniat untuk mengejutkan gadisnya.
Baru saja ia menepuk bahu sang gadis, dan ia hendak memberikan sebuket bunga, tapi dengan refleks sang gadis berbalik dan memukulnya dengan tas mahalnya. Memukul tubuhnya tanpa ampun hingga buket bunga yang tadi Inseong genggam kini sudah terjatuh.
"S-sayang! Ya! Ini aku sayang! Ya!" Inseong berlari menghindari pukulan gadisnya yang semakin menjadi. Ia berlari kearah saklar lampu di samping pintu kamar gadisnya. Untung saja, ia sudah hafal tata letak rumah itu. Kalau tidak? Entahlah.
"Kau maling ya! Dasar maling kurang ajar" Gadis yang bernotaben tunangan Inseong itu masih saja terus memukuli tubuh pria yang ia sendiri tak tau wajahnya karena gelapnya rumah megah itu.
Setelah Inseong sudah bisa menyalakan lampu, ia terengah-engah akibat pukulan dari tas mahal gadisnya. Sakit, seluruh badannya terasa sakit.
"Oppa?" Gadis itu membelalakkan matanya setelah melihat Inseong yang kesakitan akibat ulah pukul-memukulnya.
"Astaga oppa! Kukira kau maling" segera gadis itu menghampiri Inseong dan merapikan tata letak kemeja Inseong yang sempat berantakan karena ulahnya.
Inseong cemberut. Bibirnya mengerucut lucu dan memalingkan wajahnya dari sang gadis.
"Padahal tadinya aku akan memberimu kejutan. Tapi kau malah memukuliku!"

KAMU SEDANG MEMBACA
SF9 Fanfiction
FanfictionBeberapa fanfiction dengan Cast member SF9 (Sensational Feeling Nine) Dari yang tertua hingga yang termuda. Tapi nggak urut, yaa.. Aku bikinnya Random^^ First publish -- Desember 2016 Oleh : Widia Lorensa