Ketika aku mulai menyadari
jika aku mencintainya
Dan menyayanginya
Aku tahu aku akan terus menderita
[Rahma]
___________________________
Segala macam suara terdengar, dari obrolan gosip hingga dentingan sendok yang beradu dengan piring. Ini adalah tempat favorit semua siswa di mana semua makanan tersaji di sini.
"Hei Rizal!" ucap Farius tiba-tiba sembari membawa nampan makanannya dan duduk di dekat Rizal tanpa izin.
Naya yang melihatnya hanya heran. Rizal yang tengah memakan makanannya hampir tersedak dan ia buru-buru meminum airnya.
"Ada apa? Kau mengagetkan ku!" ucap Rizal kesal.
"Oh maafkan aku, apa kalian tadi melihat Rahma?" tanya Farius pada mereka berdua.
"Tadi sih ada, cuman dia bilang mau ke toilet dulu," ucap Naya pada Farius.
Dahi Farius mengerut seolah ia merasakan ada keanehan di sini. Farius merasa khawatir karena tadi pagi Rahma tidak pergi sekolah bersama dengannya. Setelah kejadian di restoran B, Rahma jadi sedikit aneh dan mencoba untuk menjauhi Farius.
"Tumben kau mencari Rahma, apakah terjadi sesuatu?" selidik Rizal, ia jadi sedikit khawatir pada Rahma.
Pasalnya saat tadi di kelas Rahma tampak murung dan berpikir tentang sesuatu. Tidak biasanya ia begitu.
"Emh... Aku hanya heran mengapa ia tidak berangkat sekolah bersamaku tadi pagi," jawab Farius dengan rasa heran yang mengganjal di hatinya.
Rizal menaikan alis kanannya heran, Naya juga merasakan hal yang sama dengan Rizal. Hari ini Rahma memang terlihat sedikit aneh, tidak biasanya Rahma meminta Naya untuk tidak menemaninya.
Naya melihat makanannya yang masih banyak, ia terlalu banyak melamun dan membiarkan makanannya agak dingin. Ia langsung memakannya takut keburu semuanya jadi benar-benar dingin. Begitu juga dengan Farius karena terlalu sibuk memikirkan Rahma ia jadi tidak fokus makan.
***
Rahma berjalan-jalan di koridor luar, ia habis dari toilet dan tidak jadi ke kantin. Tidak tahu mengapa ia jadi tidak ingin makan ditambah juga ia sedang tidak ingin bertemu Farius karena setiap bertemu dengannya jantungnya berdegup kencang dan merasa aneh. Tidak baik untuk kesehatan pikirnya.
Rahma melewati beberapa ruangan, lalu tiba-tiba ia mendengar lagu klasik di sebuah ruangan di dekat tempatnya. Rahma pergi ke sana karena penasaran. Setelah dilihat ternyata itu adalah ruangan ballet yang baru di ketahuinya.
Mata Rahma membulat takjub, ia melihat Maisha sedang latihan ballet dengan indahnya gelar profesional pantas untuknya. Rahma baru pertama kali melihat Maisha menari ballet. Ia tidak tahu jika Maisha sehebat itu.
30 menit berlalu, Rahma tidak bosan-bosan melihat Maisha menari. Ia bisa merasakan kebaikan Maisha dalam tarian itu. Maisha sangat memukau ia bisa mengeluarkan aura dan karisma yang kuat.
Terdengar suara tepukan tangan setelah Maisha berlatih, Maisha tersenyum karena di puji oleh Ben. Rahma mengintip dari luar. Ia baru menyadari jika ada Ben di sana. Rahma berpikir jika Ben meninggalkan Rahma karena Maisha adalah seseorang yang dicintai Ben. Rahma jadi tidak enak melihatnya, Ben sangat perhatian sekali pada Maisha.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Love Is Yours
Novela JuvenilPenasaran? Langsung baca aja, lalu tinggalkan vote dan komentar 😄
