So let the light guide your way,
Hold every memory as you go,
And every road you take,
Will always lead you home, home...
(SEE YOU AGAIN – Wiz Khalifa ft. Charlie Puth)
▽△▽△▽
"well..."
"terkejut?" sebelah alis Alondra terangkat.
"kukira harusnya aku yang menghampirimu,"
"I guess you were wrong." Jawab Alondra dengan suara yang rendah.
Ia telah memikirkan rencana ini matang-matang. Semalaman suntuk. Memprediksi tiap hal yang mungkin terjadi diluar dari rencana yang telah ia susun dan bagaimana menanggulanginya. Jadi suara rendah itu menandakan bahwa ia yakin, rencana kali ini tidak mungkin gagal.
Selama beberapa saat raven hanya memandangi gadis dihadapannya. Sejujurnya ia tidak siap dengan apa yang sedang terjadi. Ia telah memerintahkan pencarian terhadap gadis itu, namun kini gadis itu muncul di hadapannya.
Dengan sukarela.
Raven melirik ponsel yang berjarak kurang dari setengah meter di sebelahnya.
"apa yang membuatmu datang kemari?"
"kau."
Raven meraih sebuah pulpen yang berjarak tak jauh dari tangan kirinya, kemudian menekan sebuah tombol yang ada di bagian atas pulpen untuk memberikan sinyal pada bagian darurat dari Gedung tersebut. Namun sayangnya, sinyal itu telah terhalang pemutus jaringan yang dibawa oleh Alondra. "apa yang kau inginkan?"
Walaupun begitu, Raven tidak bisa membiarkan rasa panik muncul dalam dirinya.
"yang mulia, Raven, sepertinya kita berdua tahu apa yang aku inginkan."
"give me the last barcode."
Alondra memberikan senyum termanisnya pada Raven. "can't, I don't have it."
"benarkah? Apa barkode itu sudah kau berikan pada pacarmu?"
"jika ya, apa yang akan kau lakukan?" Alondra memiringkan kepalanya kemudian melanjutkan, "memburunya? Membunuhnya?"
Tawa dingin menggema di ruangan serba putih milik Raven.
"I've been with him all this time and just for your information, my boyfriend is untouchable." Ujar Alondra sambil mengedipkan sebelah matanya pada Raven. Olokan itu tentu saja mengingatkan Raven pada banyak misi pengejaran terhadap Tion yang pada akhirnya berujung pada kegagalan dan membunuh lebih dari belasan agen terlatih dari PHRCS. Karena kejadian itu pula, emosi mulai terpercik dari dalam dirinya.
"berikan barkode terakhir, lalu kau bisa mendapatkan kebebasanmu. Kau bisa pergi kemanapun, kapanpun tanpa perlu berurusan dengan PHRCS. Kau bisa mendapatkan kehidupan bahagiamu Bersama Tion dan kau bisa berkumpul Kembali dengan orangtua asuhmu itu."
Untuk sejenak, Alondra tampak menimbang-nimbang perkataan Raven. Tapi kemudian ia menggeleng pelan.
"can't, its not with me." Ujarnya sambil mencondongkan badan. "by the way Mr. dan Mrs. Thiago belum resmi menjadi orangtua asuhku."
Sepertinya kesabaran Raven sudah habis karena kini sebuah pistol berpeluru telah teracung kea rah Alondra. Siap untuk ditembakkan. "berhenti bercanda."
KAMU SEDANG MEMBACA
EMOTIONLESS
ActionA hero will kill you to save the world, but a villain will kill the world to save you. (WARNING: extremely slow update)
