6

4.8K 447 4
                                        

"Kecap, tepung terigu, minyak makan, garam, lada, ramen, sepertinya ada yang kurang"

"Ini nih yang kurang" kata Seulgi sambil menyodorkan saos kepada Wendy.

"Ah, iya, untung kau ambilkan. Terima kasih"

"Iya sayang, eh Minah eonni kemana? Kok gak kelihatan?"

"Aku disini" tampak Minah menghampiri kedua gadis itu.

"Sudah dibeli perlengkapan mandinya?"

"Sudah dong"

"Lengkap?"

"Pastinya"

"Ayo kita ke kasir"

"Cus"


                                  ~

'klik'

Pintu apartemen itu terbuka lebar, menampilkan sosok pria tegas memasuki apartemennya.

"Gerah"

Akhirnya sang pria pun pergi ke kamar mandi. Selesai mandi, pria itu mengambil proposal yang aka dipelajarinya.

"Kanada? Menarik"

'toktoktok'

Merasa terganggu, sang pria membuka pintu apartemennya.

"Hyung"

"Vernon?"

"Ah, kau tidak merindukanku hyung? Kejam sekali"

"Hey"

"Noona? Kapan kalian kembali ke Seoul?"

"Sekitar seminggu yang lalu"

"Appa? Eomma?"

"Mereka masih di Busan"

"Busan?"

"Kami berada seminggu di Busan hyung"

"Yoong, kau takkan membiarkan kami diluar kan?"

"Eh, silahkan masuk noona" Yoongi pun memberi akses bagi tamunya tersebut.

"Mau minum?"

"Air putih saja"

"Jus?"

"Aku tak yakin kalau kau punya jus"

"Mianhae"

Yoongi pun pergi ke dapur untuk mengambil minuman.

"Yoong, katanya kau ingin menikah tahun ini, jadi?"

"Hn"

"Dengan siapa?"

"Kau akan segera tahu noona"

"Yoong, aku serius"

"Aku lebih serius"

"Appa sudah kesal terhadapmu akibat pernikahanmu gagal 3 tahun yang lalu"

"Pernikahan dulu adalah pernikahan bisnis"

"Aku tahu Yoong, tapi-"

"Aku bukan sepertimu yang rela menikah demi urusan Bisnis, Irene" akhirnya sang lawan bicara pun terdiam.

"Mana suamimu? Marah kepadaku akibat kekalahan yang kumainkan? Lucu sekali"

"Huft, dia tidak ikut, saat ini dia berada di Thailand"

"Benarkah?"

"Hm"

Beberapa saat keheningan terjadi, suara Vernon memecahkan keheningan tersebut.

"Noona, coba lihat, aku menemukan ini"

Sebuah amplop berukuran sedang dan berwarna coklat yang tidak tahu apa isinya. Merasa itu rahasia pribadinya, Yoongi pun mencegat Irene membuka amplop iti.

"Jangan dibuka"

"Apa-apaan sih"

"Jangan"

Irene pun akhirnya membuka isi amplop tersebut. Ternyata sebuah foto beserta kertas yang berisikan alamat.

"Wendy Son, Lost Apartement Jalan Gagak, Seoul. Apa ini?" tanya Irene.

"Bukan apa-apa"

"Yoong"

"Tidak"

"Kau stalker gadis ini?"

"No"

"Yoong"

"Tidak, noona"

"Apa gadis ini yang membuatmu membatalkan pernikahanmu?"



•tbc•





Kembali lagi, hoho.
Maaf ya kalau ceritanya aneh alurnya tapi suer lagi ngantuk banget sambil ketik cerita ini lewat hp.
Ntar malam, aku pastikan kembali dengan 2 part. Jadi please, jangan bosan ye.
Happy reading☺

NEVER [Complete√]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang