🔊 Bts - Spring day🎵
•••••••❤•••••••
Kafe mulai dipenuhi pengunjung yang rata rata berasal dari golongan muda mudi. Para pekerja kafe, baik yang pekerja tetap maupun paruh waktu tampak berkutat melayani para pengunjung kafe yang berdatangan bersama pasangan ataupun teman mereka.
Dua gadis remaja berseragam manis kafe yang tak lain dua sekawan si mungil yae-won dan si sintal yoo-rin terlihat sibuk mengantar pesanan dari satu meja ke meja lain. Sibuk menawarkan dan mencatat menu pesanan dari satu meja pelanggan ke meja barista.
Setelah agak lama tenggelam dalam kesibukan masing masing, akhirnya para pengunjung bisa diajak kompromi. Dua gadis itu mencuri curi istirahat tak jauh dari meja barista. Ralat!..sebenarnya yoo-rin saja sih yang nganggur. Yae-won yang berdiri disebelahnya tampak mulai mengutak atik kalkulator dan mencatat pembukuan."Yae-won aa..."
"Stop yoo-rin.. Jika kau ingin mulai berceramah tentang 'itu'. Tolong jangan sekarang." tukas yae-won tanpa menoleh. Jemari dan kedua matanya benar benar sudah melekat pada tugas yang menurutnya enteng tapi butuh ketelitian dan kecermatan ini. Disinilah otak cemerlangnya ia gunakan.
"Aish...dasar robot." dengus yoo-rin sebal sambil menyomot potato chips didepannya.
Mata gadis manis chubby itu tampak menjelajahi satu persatu wajah pengunjung kafe seperti menara pengawas di landasan pacu pesawat. Tiba tiba mata yoo-rin bersinar lebar,seolah barusaja mendapat spot harta karun terpendam dipulau antah berantah. Segera ia mengacak bahu yae-won, membuat fokus yae-won terganggu."Apa sih?" sungut yae-won tak terima dirinya diganggu.
"Lihat kesana...emm,arah jam 3.." ujar yoo-rin dengan mulut penuh kunyahan keripik kentang.
Dengan enggan yae-won menuruti arah pandang sesuai yang di instruksikan yoo-rin. Bisa ia tebak, pasti yang ada di bangku arah jam itu adalah seorang namja. Dan benar. Apalagi yang bisa di bahas yoo-rin saat sedang luang begini jika bukan perihal namja. Oh,entah Kenapa agasshi satu ini getol sekali dan tak bosan bosannya membahas soal itu. Yae-won saja sudah jemu hanya dengan sekali dengar.
"Aigoo tampannya." respon yae-won palsu kemudian ia kembali terhenyak pada catatan pembukuan kafe, menjumlah akun akun disana dengan cermat.
Yoo-rin berdesis sebal melihat tingkah sahabatnya itu. Selalu respon yang sama yang ia terima. Dan itu adalah wajah TAK TERTARIK dari yae-won. Ah, molla molla...hanya ada dua kemungkinan yang terjadi pada yae-won. Satu, ia tak normal karena tak menyukai lawan jenis. Kedua, jangan....jangan ia robot? Cyrborg???. Buru buru yoo-rin menggeleng dan memikirkan kemungkinan lain. Tapi tiba tiba.....
Plltttkk.
Yae-won menjitak kepala sahabatnya itu.
"Awhhh...yaa..!!!" ringis yoo-rin kesakitan."Jangan mikir yang aneh aneh ya, eonnie .." yae-won tersenyum simpul.
Sontak yoo-rin terbelalak lebar, dengan tampang heran ia mendorong toples keripik kentang camilannya itu dan menatap yae-won serius.
"Jangan bilang kau punya kemampuan baru selain membuat orang kesal, mematahkan tulang manusia, dan Oracle sinting...jangan bilang kau bisa membaca pikiran juga. Jangan bilang eoh!""Tidak kok." jawab yae-won simple. "Aku hanya sudah hafal dengan semua kamus wajahmu.." lanjut yae-won memainkan pulpen dijemarinya membentuk lingkaran imajiner disekeliling wajah yoo-rin.

KAMU SEDANG MEMBACA
Nun Wangja
Fiksi Umum[FICTION + FANFICTION] ________________________________________ "Ada seribu satu alasan mengapa seseorang melakukan kejahatan. tapi hanya ada satu alasan seseorang melakukan kebaikan..dan Aku tahu kau bukanlah orang jahat.." ~Jeon Jung-kook. _______...