24
❤♥❤♥❤
❄
🎧 Hyolyn – Always🎵
🐥🐤🐤🐣
Note: disini aku pakai jung-kook aja, biar gak bingung jung-kook disini itu artinya kembarannya alias jung-wook. Bukan beneran jung-kook. Okehh?
*
Terhitung sudah seminggu berlalu cepat sejak kecelakaan itu. Kedok sandiwara yang dilakukan jung-wook masih utuh tanpa ada yang curiga gelagat perbedaan pada diri jung-kook palsu itu.
Hari ini sesuai instruksi dan rencana yang disusun oleh Bunda Kim dan Paman Taehyun, jung-kook dijadwalkan boleh pulang. Itu artinya mulai hari ini jung-wook akan beraksi sendiri sebagai jung-kook.
Eomma terlihat sibuk berkutat menyusun benda-benda kedalam koper untuk dibawa pulang. Sementara jung-kook palsu alias jung-wook hanya duduk terhenyak ditepi ranjang sambil memikirkan alasan yang bagus untuk menyelinap keluar.
"Eomma."
"Ya sayang?" balas eomma tanpa benar-benar beralih dari kegiatannya.
"Boleh aku menjumpai suster yang merawatku?" pinta jung-kook dengan mata membulat memohon.
Eomma berhenti melipat pakaian jung-kook. "Tentu saja, eomma akan menemanimu."
"Oh, tidak perlu eomma. Aku akan menemuinya sendiri. Ya?"
Eomma menatap jung-kook ragu. "Kau yakin sayang?"
Jung-kook tergelak singkat. "Eomma, aku tak akan tersesat. Jangan khawatir."
"Baiklah, lekas kembali setelah itu ya. Kita akan pulang." pesan eomma.
Jung-kook mengangguk lalu bergegas meninggalkan bangsal.
❄
Jung-wook tak berbohong. Ia memang menyelinap pergi untuk menemui suster yang merawatnya.
Suster yang pernah merawatnya? Tentu saja itu adalah bunda kim. Walau bukan suster rumah sakit, tapi bunda kim adalah suster biarawan yang pernah merawat jung-wook saat ia tak mengingat apapun.
Wanita berumur pertengahan empat puluhan itu sedang mengganti bunga lily yang layu dengan bunga lily baru di vas saat jung-wook masuk.
Ia menoleh mengetahui pintu terbuka.
"Wook ah.." ia agak terkejut dengan kedatangan jung-wook. Wanita itu kini sudah terbiasa memanggil jung-wook dengan nama panggilannya.
Jung-wook tersenyum hangat, ia berjalan menghampiri kembarannya yang sedang terlelap dalam mimpi panjangnya.
Diraihnya jemari jung-kook dan digenggamnya dengan erat.
"Hai, bagaimana kabarmu jackie kecil?" sapa jung-wook tersenyum cerah pada wajah kembarannya yang terpejam.
Tak ada jawaban. Hanya decit teratur dari mesin monitor disamping ranjang.
Senyum cerah di wajah jung-wook berangsur pudar. Digantikan gurat kesenduan.
"Jung-kook ah, mianhae." ucapnya.
"Maaf, karena aku harus menyembunyikanmu dari eomma dan anggota keluarga lainnya. Tapi aku berjanji akan mengatakan semuanya saat aku berhasil menyelesaikan permintaanmu—Yang aku pun tak tahu bagaimana memecahkannya—aku janji. Jadi selama itu, kau juga harus berjanji untuk tetap baik-baik saja. Sebab aku tak mau kehilangan saudara nakal sepertimu. Janji ya?"
Lelaki tampan itu meraih jemari jung-kook dan menautkan jemarinya kedalam jemari kembarannya itu sambil menitikkan air mata yang tak terbendung lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nun Wangja
General Fiction[FICTION + FANFICTION] ________________________________________ "Ada seribu satu alasan mengapa seseorang melakukan kejahatan. tapi hanya ada satu alasan seseorang melakukan kebaikan..dan Aku tahu kau bukanlah orang jahat.." ~Jeon Jung-kook. _______...
