N.b:
Sekedar pemberitahuan gaes..sebenarnya nih chapt udah di tulis dari kemarin...tapi gara masalah jaringan ehh malah ilang terpaksa nulis ulang..hihh zbl! Zbl! Zbl!😈😈😈
Hm, selamat membaca😫❤♥❤♥❤
.
.
.Yae-won di kamarnya sedang sibuk merapikan ranjangnya. Tiba-tiba ingatan gadis mungil itu melayang pada kejadian manis yang terjadi tadi pagi. Saat bibir manis jung-kook dengan bibirnya saling bertaut untuk kali pertamanya. Ia meraba bibirnya, dan seketika langsung tersipu merona. Bahkan hatinya terasa berdentam-dentam bahagia saat ini.
"Aughhhh!!! Aku gila! Aku gila!!! Gila! Gila! Gila! Dia membuatku gila!!!!" teriak yae-won berhambur ke tempat tidurnya berguling-guling bak tornado di atasnya sambil menendangi bantal dan boneka yang menjadi teman tidurnya.
Gadis itu menutup wajahnya dengan bantal berharap dapat meredam emosi lofiu-lofiunya yang tengah meletup-letup.Entahlah, jangan bertanya apa yang yae-won tengah rasakan saat ini. Kasmaran? Tidak juga, ini bahkan lebih dari kasmaran. Rasanya itu...seperti ada bunga-bunga cinta bermekaran di dalam hati (haha,ala iklan kopi goodday).
Ini aneh, seharusnya yae-won merasa marah atau kesal karena ciuman pertamanya sudah di curi tanpa izin oleh jung-kook. Tapi ini rasanya malah Bukan seperti agenda pencurian. melainkan lebih tepatnya seperti di beri kejutan berupa kotak pandora, yang isinya terus membuatnya berdebar-debar. Ahh molla molla..
"Molla..molla...apa yang harus kulakukan?!?!!!! Dia membuatku gila...!"
Mendadak pintu berayun terbuka, lalu munculah haraboji disana.
"Yae-won sayan-------" haraboji kaget dan tak menyelesaikan kalimatnya begitu mendapati kamar cucu perempuan tersayangnya itu hancur lebur bak kapal pecah.Sementara yae-won yang terkejut dengan kemunculan kakeknya itu spontan bangkit dari ranjang berpura-pura membenahi ranjangnya.
"Ahh haraboji Kenapa tak mengetuk pintu dulu sih??" sungut yae-won menyembunyikan keduanya pipinya yang penuh semburat merona dengan mengatur letak bantal.
"Yae-won sayangku...Bukankah tadi kau bilang mau merapikan kamarmu? Atau......menghancurkannya?" tanya haraboji lebih terdengar seperti pernyataan.
"Ohh itu.. Iya yae-won tadi sudah merapikannya tapi...anu...yae-won... Ehmm...itu! Yae-won sedang mencari sisir!" seru gadis itu salah tingkah, ia menyambar sisir di meja riasnya dan mengacung-acungkannya.
"Ahh ini dia, jumpa!..duhh yae-won cari-cari tadi diseluruh kamar, rupanya disini.." ujar yae-won kikuk beralih menyisiri rambut hitamnya yang selalu senantiasa rapi.
"Begitu ya? Bukankah sisir memang selalu ada disana tiap hari?" tanya haraboji bersedekap dengan pandangan penuh selidik.
"Oh iya..sungguh haraboji.." dalih yae-won.
Tiba-tiba pandangan haraboji berubah serius."Yae-won sayangku??"
"Ya, haraboji?"
"Temanmu yang kemarin bersamamu di rumah sakit..siapa itu..joon-ki? Jong-ki?---"
"Jung-kook??" sahut yae-won terlihat antusias menyebut nama namja itu.
Haraboji menyembunyikan senyumnya, kini ia tau apa yang sedang mendera cucu tersayangnya itu saat ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Nun Wangja
General Fiction[FICTION + FANFICTION] ________________________________________ "Ada seribu satu alasan mengapa seseorang melakukan kejahatan. tapi hanya ada satu alasan seseorang melakukan kebaikan..dan Aku tahu kau bukanlah orang jahat.." ~Jeon Jung-kook. _______...