Bab 22 When Me Should Becomes You

18 3 10
                                    

22
♥❤♥❤♥
🎧Jeon Woosung - My Heart🎵


Wanita paruh baya itu langsung bergegas menuju bangsal yang disebut petugas resepsionis rumah sakit besar tersebut. Langkahnya tampak tergesa - gesa, dan iapun tak peduli dengan sekitarnya. Yang ada di benaknya saat ini hanyalah pertanyaan - pertanyaan yg saling tercokol. Ada misteri apa disini? Kenapa bisa ada dua ji-sang? Bagaimana bisa ji-sang menelponnya dan mengatakan bahwa ia sedang berada di rumah sakit yang sama dengan rumah sakit tempat jeon jung-kook—sang selebritis itu di larikan? Why ?

Tiba - tiba seseorang mencengkal tangan bunda Kim, membuat wanita itu tersadar bahwa sedari tadi memang ada yang memanggilnya. Ia pun berbalik dan terkesiap kaget.

"Nuna..!" panggil seorang pria berjubah dokter yang mencengkal tangannya itu dengan mimik takjub.

Bunda kim tak kalah takjubnya, saat ingat pria berjubah dokter dihadapannya itu adalah Saudara sepanti asuhan saat kecil dulu.

"Taehyun aah?" balas bunda kim berbinar. "Hei, ini sungguh kau tikus kecil?" tanya wanita itu tak percaya.

Dokter taehyun terkekeh geli. "Haha, kau masih ingat juga ya dengan panggilan sayangmu itu. Ya, ini aku nuna. Bagaimana kabarmu?"

"Wah, lihat.. Tikus kecil ini sekarang sudah jadi dokter tampan. Kabarku baik.." jawab nuna kim.

"Ah ya, Kenapa nuna ada disini? Apa ada seseorang sakit??" tanya dokter taehyun.

Bunda kim tersentak sadar dengan tujuan awal ia kemari.
"Ya benar! Taehyun ah, tolong antarkan aku ke bangsal P117, palli.." ujar wanita itu menarik tangan adik sepantinya itu seperti kecil dulu.

Tapi dokter taehyun justru tampak membeku. Air mukanya mengeras seolah tengah menyembunyikan sesuatu.

"Ada apa taehyun?"

"Nuna, apa kau tak salah menyebut nama bangsal?" tanya taehyun.
"Kau yakin?"

Ada sesuatu tersirat dalam nada pertanyaan dokter taehyun barusan yang membuat bunda kim yakin sesuatu telah terjadi.

"Ya."

Dokter taehyun kembali teringat apa yang ia temukan ketika mengurus bangsal P117 itu. Ia barusaja menangani seorang bintang papan atas yang mengalami kecelakaan parah dan saat ini tengah jatuh koma, namun yang lebih mengejutkan adalah disana ia menemukan duplikat pasiennya yg sedang koma tersebut tengah terisak disebelah kembarannya. Taehyun tak tahu apakah ini sebuah keajaiban atau apa. Tapi ia benar - benar takjub sekaligus miris menemukan dua jung-kook di bangsal tersebut. Lelaki yang merupakan kembaran jung-kook itu memintanya berjanji satu hal padanya untuk merahasiakan semua ini. Ia tak ingin ada orang lain yang tahu. Termasuk keluarga jung-kook sekalipun—

"Taehyun?"

Panggilan kakak semasa panti asuhannya itu membuyarkan lamunan taehyun yang didera kegundahan.

"Ya?" ujarnya bercampur kaget.

"Jika kau tak mau mengantarku ke bangsal itu, ya sudah aku akan kesana sendiri." tegas bunda kim hendak berbalik namun dokter taehyun menahannya.

"Aku akan mengantar nuna." putusnya lalu menyusul langkah wanita itu.
"Tapi kuharap nuna tidak terkejut."

🐥🐤🐤🐣

Ceklek.
Suara putaran kenop pintu memecah kesunyian seisi bangsal yang sejak tadi hanya diisi suara decitan teratur dari monitor detak jantung disisi ranjang.

Jung-wook menyeka air mata yang menggenangi telaga matanya, kemudian menoleh kearah pintu yg berayun terbuka itu.

Refleks ia langsung bangkit dan menganga terkejut. Di sana ia melihat bunda kim bersama dokter yang tadi menangani jung-kook.

Nun WangjaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang