18
♥❤♥❤♥
(Flashback)
Sudah hampir tiga hari penuh joo-ri mengurung diri dikamar dan hanya menghabiskan berpack - pack tissue. Apa lagi alasannya jika bukan menangisi hubungannya dengan eun-ho yang barusaja berakhir.
Hatinya terasa diiris - iris perih jika teringat bagaimana lelaki itu mengucapkan kata - kata putus.
"Kau tega oppa! Kau jahat..huhuuu.." isaknya kembali menarik tissue.
Drtt..drttt..
Tiba - tiba ponselnya berdering, ia berniat hanya memandang sekilas namun gagal karena melihat nama kontak oppa tersayangnya itu tertera dilayar pamanggil.
Segera gadis itu mengangkatnya. Namun menahan diri tak berbicara.
"Joo-ri aah.."
"Aku sungguh minta maaf untuk semuanya.."
"Aku menyesal sudah memutuskanmu.. Aku masih menyayangimu.. Dan aku tak bisa hidup sehari saja tanpamu.."
Segera saja hati joo-ri kembang kempis dan nyaris meledak mendengar suara penuh penyesalan dari eun-ho.
"Joo-ri aah..kau dengar aku?
Bisakah kau bicara, aku sangat merindukanmu.."
"Apa kau sungguh menyesal?" ucap joo-ri.
" ya, aku sangat menyesalinya. Bisakah kah kita balikan?"
Joo-ri terdiam tak tahu harus bagaimana melukiskan kebahagiaannya.
"Malam ini aku ada kegiatan disekolah hingga pukul delapan malam..datanglah ke rooftop sekolah..aku punya kejutan untukmu. Kutunggu, changiya. sarangheyo."
"Na ddo...sarangheyo..oppa."
**
Meski sudah hampir pukul delapan SOPA tak terlihat begitu lenggang, masih terlihat beberapa murid berseliweran kebanyakan dari mereka adalah murid dari kelas musik yang mungkin memiliki persiapan penampilan pada pentas seni minggu depan.
Sesuai permintaan eun-ho, joo-ri datang ke rooftop sekolah.
Saat ia tiba di rooftop sekolah langsung saja hawa dingin malam menyeruak berhembus menerpa pori - pori kulitnya. Refleks ia memeluk sikunya yang kedinginan. Sial sekali ia hanya mengenakan seragam sekolah tipis. yahh itu agar diizinkan oleh orangtuanya keluar di jam segini.
Ia pun melangkah menuju tengah rooftop mencoba mencari sosok tampan eun-ho disekelilingnya, namun sepertinya ia datang terlalu awal. Susasana rooftop benar - benar senyap. Tak ada seorang pun disana selain dirinya..tiba - tiba...
"Kau datang terlalu cepat, changiya.." seru suara parau nan seksi khas milik eun-ho.
Jantung joo-ri berdegub semangat. Ia segera berbalik dan langsung terbeliak.
Betapa tidak, lelaki yang berdiri diambang pintu rooftop itu memang eun-ho, tapi ia hampir tak mengenali lelaki itu sebab Penampilannya acak - acakan berbeda dengan eun-ho yang biasanya terkesan rapi.
Kemeja seragamnya tampak dikeluarkan berantakan. Ikatan Dasinya longgar dan tak rapi. Dan rambut hitamnya yang biasa klimis berkilau kini acak - acakan. Tapi yang paling mengejutkan adalah sebatang rokok tersulut diantara jari telunjuk dan tengahnya. Serta dari bibir merahnya yang manis itu terhembus kepulan asap dari rokok yang ia hisap.
"Oppa... Kau..kau merokok? Disekolah?" tanya joo-ri tercengang tak percaya eun-ho yang selama ini termasuk dalam jejeran siswa terbaik dan berprestasi serta dianjung - anjungkan sebagai teladan sekolah.
Eun-ho melempar puntung rokoknya lalu menginjaknya hingga padam.
"Ups, tidak kok."
Lelaki itu menyeringai ala bad boy. Ia melangkah mendekati joo-ri yang masih mematung sambil membuka ikatan dasinya dengan santai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nun Wangja
Genel Kurgu[FICTION + FANFICTION] ________________________________________ "Ada seribu satu alasan mengapa seseorang melakukan kejahatan. tapi hanya ada satu alasan seseorang melakukan kebaikan..dan Aku tahu kau bukanlah orang jahat.." ~Jeon Jung-kook. _______...
