Thriller

87 11 3
                                    

Eunhyuk jengkel tapi khawatir. Ia ingin marah tapi jauh daripada itu, ia lebih ingin menangis. Ia bingung. Perasaannya campur aduk. Begitu mendengar jika Donghae menjadi buronan, Eunhyuk kalut.

"Lalu apa yang ingin kau lakukan dengan menemui Oh Hyun Ho? Kenapa kau membahayakan dirimu sendiri dengan kabur dari tahanan? Apa kau tahu konsekuensi yang akan kau dapatkan jika kau tertangkap? Bukankah kau bisa menghubungiku terlebih dahulu sebelum berpikir untuk kabur? Aku bisa menyewa pengacara terbaik di negeri ini untuk membebaskanmu. Wae? Kenapa kau mengambil risiko sebesar ini? Yak! Apa kau sedang berpikir jika sekarang kau sedang bermain drama? Yak! Lee Donghae, kemana pikiranmu?!"

Eunhyuk tak dapat lagi menahan sesak di hatinya karena begitu cemas pada sahabat tersayangnya itu. Ia menumpahkan segalanya dengan tangisan dan teriakan kemarahan. Ia sangat percaya jika Donghae tidak melakukan pelanggaran hukum apa pun, tapi ia marah karena sahabatnya itu lebih memilih melemparkan dirinya sendiri dalam bahaya ketimbang meminta bantuannya.

Donghae hanya tersenyum tipis. Ia tahu persis jika Eunhyuk akan bereaksi seperti itu. Donghae juga mengerti jika apa yang dikatakan Eunhyuk sangat benar. Tapi, ia bukannya tak memikirkan risiko yang akan dihadapinya. Ia juga telah berpikir untuk menghubungi Eunhyuk ketika masuk ruang interogasi. Tapi, saat memikirkan dampak yang jauh lebih buruk, Donghae tak memiliki pilihan lain. Satu-satunya jalan hanya melarikan diri.

"Mianhae, aku membuatmu sangat takut dan cemas. Tapi, aku benar-benar tidak mempunyai pilihan lain. Jika aku hanya duduk menunggu di sana sampai aku terbukti tak bersalah, maka aku tidak tahu lagi apa yang akan terjadi pada ibu Kwangmin. Ibu Kwangmin diculik oleh wanita paling licik yang pernah aku kenal. Jika aku tidak turun tangan sendiri untuk menemukannya, maka aku sangat yakin wanita itu pasti akan melakukan sesuatu yang mengerikan. Saat ini, jika perkiraanku benar, ibu Kwangmin masih aman. Dia masih dibutuhkan untuk mengancamku. Terlebih lagi jika dia tahu aku kabur, pasti dia akan menjaga ibu Kwangmin agar tetap hidup guna mengantisipasi ancamanku."

"Mworago? Wanita paling licik yang pernah kau kenal? Apalagi sekarang? Apa kau sedang bermain dalam drama thriller?"

Eunhyuk bingung. Selama ini Donghae hampir tak pernah bercerita apa-apa mengenai hal yang aneh. Selama ini yang Eunhyuk tahu hanya tentang Donghae yang bekerja di perusahaan besar. Donghae yang sibuk. Tak lebih dari itu. Ia sama sekali tak pernah terpikirkan tentang adanya drama pembalasan dendam wanita licik. Apalagi sampai ke ranah hukum dan penculikan. Bagaimana mungkin Donghae yang sederhana bisa terlibat hal tak masuk akal seperti itu? Dan bagaimana bisa Donghae menyimpan semua cerita itu sendirian hingga yang ia ketahui hanya bagian klimaksnya saja?

"Kau ingin membantuku atau menghabiskan waktuku dengan pertanyaan? Aku tak memiliki banyak waktu. Jadi, untuk sekarang simpan semua pertanyaan itu untuk dirimu sendiri. Setelah aku berhasil mengatasi semuanya, aku janji akan menceritakannya padamu."

Eunhyuk tak memiliki pilihan. Walau banyak hal yang mengganggu hatinya, ia terpaksa menyimpannya terlebih dahulu. Sekarang prioritas utama adalah membantu Donghae.  Meski ia tak yakin akan apa yang akan dilakukan Donghae dengan menemui Oh Hyun Ho. Setahu dirinya Oh Hyun Ho hanya hacker menyebalkan yang telah menjual privasi dirinya pada para sesaeng fans. Tapi, sebagai orang yang telah lama mengenal Donghae, ia tak ragu barang sejengkal pun perihal langkah yang diambil sahabatnya itu. Donghae adalah perwujudan dari semua definisi kecerdasan yang pernah ia tahu. Donghae tak pernah mengambil langkah tanpa pertimbangan. Karenanya, dirinya yang sejak dulu selalu mengekor saja akan semua keputusan yang dilakukan Donghae, kali ini pun hanya bisa percaya.

***

Tak terlalu sulit menemukan keberadaan Oh Hyun Ho. Sesuai dugaan Eunhyuk, sahabat yang telah dengan tega membocorkan informasi pribadinya pada para sesaeng fansnya itu, masih tinggal di tempat yang sama seperti ketika terakhir kali ia menemuinya.

BLUE SKYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang