Tidak peduli seberapa kerasnya Soo Jin melayangkan gerutuan jengkel pada Eunhyuk, tapi pria itu tetap pada pendiriannya. Eunhyuk sangat tahu dengan pasti siapa yang berada di hati Soo Jin, namun itu tak jadi masalah. Perlahan, ketika gadis itu telah sadar sepenuhnya jika cintanya pada Donghae bertepuk sebelah tangan, mungkin ia akan mulai mempertimbangkan untuk membuka hati untuk pria lain. Dan pria lain itu bisa saja adalah dirinya. Tidak ada yang tidak mungkin kan di dunia ini? Motto hidup Eunhyuk adalah berjuang hingga semuanya benar-benar berakhir. Dan akhir baginya adalah ketika Soo Jin benar-benar telah menjalin hubungan dengan seseorang. Tentu saja cinta bertepuk sebelah tangan tidak termasuk."Sekarang apalagi?" sinis Soo Jin ketika Eunhyuk baru saja tiba di tokonya.
Sebenarnya Soo Jin bukannya sedang sibuk, sekarang sudah masuk jam makan siang. Beberapa pegawainya bahkan sudah meninggalkan toko untuk makan siang di restoran terdekat. Tapi kehadiran Eunhyuk entah kenapa selalu membuat suasana hatinya buruk. Apakah karena ia tahu jika pria itu menyukainya?
"Kau sudah makan siang?"
Seperti biasa, dengan tak tahu malu, Eunhyuk bertanya riang seolah dia tidak tahu jika Soo Jin terlihat jengkel. Eunhyuk bukannya tidak tahu, namun ia hanya tak bisa memupus harapannya sekarang. Ia baru di tengah jalan, belum sampai di penghujungnya. Karenanya, sekarang bukan waktunya untuk pesimis atau berkenalan dengan rasa malu. Karena semuanya belum berakhir.
"Sudah," ketus Soo Jin ragu. Faktanya ia belum makan siang dan perutnya sangatlah lapar. Tapi Soo Jin terlalu malas untuk mengakui. Jika dia bilang belum makan, itu akan jadi peluang bagi Eunhyuk untuk mengajaknya makan di luar. Dan Soo Jin jelas tak menginginkannya.
"Sayang sekali. Padahal aku sudah membawakan makanan kesukaanmu."
Melihat jajangmyeon yang ditunjukkan Eunhyuk, tubuhnya mulai mengkhianati hati. Jajangmyeon di depan mata di kala lapar melanda adalah godaan besar yang tak bisa dilewatkan begitu saja.
"Aku sudah sangat kenyang," dusta Soo Jin lagi. Tapi kali ini dengan nada yang lebih ragu. Perutnya menunjukkan aksi anarkis tanpa terduga setelah otaknya dipenuhi oleh fantasi betapa enaknya jajangmyeon.
"Tapi akan mubazir jika membuang makanan begitu saja."
Akhirnya Soo Jin menyerah. Sesekali memberikan Eunhyuk kesempatan tak apa bukan? Terlebih, faktanya ia sangat lapar. Lagipula itu hanya makanan. Menerima makanan dari Eunhyuk bukan berarti menerima cinta pria itu kan?
Eunhyuk tersenyum puas. Benar kata Donghae, jajangmyeon adalah godaan yang tak akan mungkin mampu dilawan oleh Soo Jin.
Akhirnya, setelah bertahun-tahun selalu tak diacuhkan, siang itu Eunhyuk berhasil mengajak makan siang Soo Jin. Awalnya terasa canggung dan Soo Jin masih menunjukkan sikap antipati, tapi begitu Eunhyuk menemukan pembahasan yang tepat, pelan namun pasti obrolan mereka mulai mengalir. Kemana saja selama ini Eunhyuk? Kenapa tak sejak dulu ia membahas hal-hal kecil yang ternyata membangkitkan minat Soo Jin? Kenapa ia hanya melancarkan usaha sia-sia tanpa strategi? Seharusnya sedari awal ia melakukan ini. Atau sesungguhnya, Soo Jin mulai membuka hati untuknya karena gadis itu telah menyadari jika Donghae tak kan membalas perasaannya? Beberapa kali Soo Jin mempertanyakan hubungan So Hyun dan Donghae. Apakah Soo Jin mengetahuinya?
"Jika ... Seandainya ... jika Donghae dan So Hyun saling menyukai, akankah kau menyerah pada perasaanmu?"
Soo Jin membeku. Ia tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan yang begitu to the poin dari Eunhyuk.
"Entahlah. Aku selalu menghindar setiap kali diriku sendiri memikirkan hal itu. Bohong sekali jika aku mengatakan, aku tak tahu apa-apa. Aku sangat mengenal Donghae. Jauh di lubuk hatiku, aku menyadarinya. Aku tahu Donghae mencintai gadis itu. Tapi setiap kali menyadarinya, aku selalu menyangkalnya. Harapan kosong itu, membuatku selalu menyangkalnya. Aku selalu berkata pada diriku sendiri, jika Donghae tak mengatakannya sendiri, aku takkan mempercayainya. Namun, melarikan diri tidaklah dapat mengubah fakta. Faktanya mereka saling mencintai."

KAMU SEDANG MEMBACA
BLUE SKY
FanfictionHarapan ... Kim So Hyun sudah tak sudi untuk mengingatnya lagi. Harapan yang sekian lama begitu ia percayai telah mengkhianatinya dengan sangat kejam. Semenjak kematian kakaknya, Kim So Eun, gadis itu pun ikut mati. Raganya mungkin terlihat hidup, t...