Guardian Angel

121 18 1
                                    

"Apa ini?" bingung Soo Jin saat Eunhyuk meletakkan dua tiket di atas mejanya.

"Kau suka Tylor Swift kan? Aku punya dua tiket konsernya untuk kita berdua," jelas Eunhyuk dengan penuh semangat. Meski Soo Jin selalu menolaknya secara terang-terangan, Eunhyuk masih belum berputus asa untuk meluluhkan hati gadis pujaannya itu. Eunhyuk telah menetapkan hatinya pada satu yeoja, dan dia takkan menyerah hingga semuanya benar-benar berakhir. Baginya, akhir adalah ketika Soo Jin telah berada di altar pernikahan.

Soo Jin menghela napas jengkel. Rupanya Eunhyuk masih tak menyerah juga.

"Aku tidak berminat untuk menonton bersamamu," jawab Soo Jin ketus.

"Waeyo? Bukankah kau sangat menyukai Taylor Swift? Mustahil kau tak ingin menonton konsernya?"

"Aku memang sangat menyukai Taylor Swift, dan aku juga sangat ingin menonton konsernya. Hajiman, aku tidak ingin pergi denganmu. Lebih baik aku pergi sendiri saja."

Penolakan tadi memang sangat kasar, tapi Eunhyuk sudah terbiasa dengan hal itu, karenanya ia tak menyimpan rasa sakit hati. Alih-alih, menyerah dan melupakan Soo Jin, Eunhyuk menganggap sikap ketus yeoja itu sebagai bentuk perhatian terhadapnya. Lebih baik direspon dengan ketus daripada tak diacuhkan sama sekali, itulah yang selalu diucapkan Eunhyuk ketika semua orang mendesaknya untuk segera melupakan Soo Jin.

"Kenapa harus sendiri? Ada aku yang bisa menemanimu. Aku sudah sengaja mengosongkan jadwalku di hari itu. Dan aku juga sudah menyiapkan penyamaran yang jitu agar para fansku tidak mengenaliku," bujuk Eunhyuk masih tak berniat menyerah.

Soo Jin menggeleng jengkel. Seandainya saja yang mengajaknya adalah Donghae, ia takkan berpikir dua kali untuk menerimanya. Tapi kenapa harus Eunhyuk yang mengajaknya? Harus dengan cara apalagi ia menolak Eunhyuk agar namja itu berhenti mengejar-ngejarnya?

"Ini bukan masalah fansmu, tapi aku benar-benar tak ingin pergi denganmu. Eunhyuk, harus berapa kali aku katakan, lupakan aku. Segigih apa pun kau mengejarku, aku tidak akan pernah menyukaimu. Aku hanya bisa menganggapmu sebagai teman, tidak akan pernah lebih. Jadi, jika kau mendekatiku dengan harapan perasaanku akan berubah, sebaiknya kau menyerah saja. Aku tidak ingin memberikanmu harapan palsu," tegas Soo Jin terang-terangan.

Hati Eunhyuk getir. Meski dia sudah berusaha sekuat tenaga dan setulus hati, perasaan Soo Jin seakan telah membeku untuknya. Meskipun ia telah bertekad untuk tak pernah menyerah apa pun reaksi dari Soo Jin, tapi setiap kali menghadapi penolakan gadis yang begitu dicintainya itu, hatinya menciut dan terluka. Akan sampai kapan cintanya bertepuk sebelah tangan seperti ini?

"Aku tahu, kau memang masih belum bisa menerimaku. Soo Jin, kumohon, katakan padaku, apa yang harus aku lakukan agar hatimu bisa tersentuh? Apa pun yang kau minta, aku pasti akan melakukannya. Tapi, kumohon, berikan aku kesempatan meski hanya untuk sekali saja," mohon Eunhyuk mengiba.

"Eunhyuk ... ini bukan tentang apa yang harus kau lakukan untukku. Kenapa kau tak bisa mengerti juga? Aku benar-benar tak bisa menerima cintamu karena di hatiku telah ada orang lain. Dan sampai kapan pun aku tidak bisa mengeluarkan nama orang itu dari hatiku, karenanya berhenti melukai dirimu sendiri dengan terus menungguku. Di luar sana, ada banyak yeoja yang menyukaimu. Aku yakin, kau akan bisa menemukan cinta yang sesungguhnya. Dan itu bukan aku."

Meski hatinya seperti tertindih, Eunhyuk tetap memaksakan diri untuk tersenyum. Ia telah sering menerima penolakan seperti ini, jadi hatinya sudah sangat terlatih.

"Gwenchanayo. Jika kau memang belum dapat menerimaku. Kau hanya perlu mengingat satu hal, jika kau merasa butuh seseorang di sampingmu, aku akan terus membuka pintu hatiku untukmu. Dan konser kali ini, sepertinya aku harus menontonnya sendiri. Sampai jumpa lagi."

BLUE SKYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang