Tempat Bersandar

88 13 2
                                    

Terjebak situasi yang tak terduga menghadirkan euforia ganjil untuk Donghae. Ia sedang dalam bahaya. Pertaruhannya bukan saja nyawanya sendiri tapi juga nyawa ibu Kwangmin. Ia bisa saja memberikan perlawanan, karena ia cukup mahir dalam ilmu beladiri. Tapi, bukankah ia tidak sedang syuting drama? Hampir dalam semua drama dan film, sang jagoan yang hanya sendirian dengan senjata yang minim pula dapat mengalahkan berpuluh-puluh penjahat. Tapi dalam dunia nyata? Belum tentu kejadian seperti itu yang terjadi. Faktanya, mustahil Donghae dapat mengalahkan puluhan mafia bersenjata hanya dengan sebuah tongkat baseball.

Donghae tertawa kecil, mengolok kebodohannya sendiri karena dapat terjebak dalam situasi dramatis seperti itu. Bagaimana bisa ia tidak memperhitungkan kemungkinan seperti itu? Apakah instingnya yang dulu begitu luar biasa telah tumpul?

"Apa kalian benar-benar akan mengkeroyokku? Waah, kalian sungguh tidak tahu malu. Bagaimana bisa laki-laki tangguh seperti kalian melakukan itu? Apakah itu tidak akan melukai harga diri geng kalian? Dia hanya wanita tua yang tak berguna, seharusnya kalian tidak perlu repot-repot menghancurkan harga diri kalian," olok Donghae mencoba mengulur waktu. Sebelumnya ia telah berpesan pada Eunhyuk dan Hyun Ho. Jika instingnya kali ini tak meleset, sekarang mereka pasti sedang meminta bantuan. Donghae sangat yakin dengan kemampuan Hyun Ho. Hacker bertangan dingin itu, pasti telah menyadari adanya keganjilan.

"Jika tujuanmu mengolok-olok untuk membuat kami ragu, kau salah besar. Kami bukanlah pria yang memiliki harga diri. Bahkan jika harus menurunkan seratus orang agar dapat membunuhmu, kami takkan ragu."

Seorang pria bermata elang dengan tubuh tegap berisi, menyeringai. Rupanya tebakan Eun Mi benar. Donghae melarikan diri untuk menyelamatkan ibu Kwangmin. Karenanya, saat Eun Mi menyuruhnya menjebak Donghae, sang ketua bermata elang itu sangat senang. Ambisinya untuk balas dendam pada Donghae dapat terlampiaskan. Terlebih, perintah yang diberikan Eun Mi sangat berpihak padanya. Wanita mengerikan itu menyuruhnya untuk membunuh Donghae dan sandera. Sekali tepuk, dua lalat mati.

Donghae mulai panik. Langkahnya untuk mengulur waktu gagal total. Rencana yang ia pikir akan berhasil, rupanya mampu dibaca Kim Eun Mi jauh lebih cepat. Ia terjebak dalam jebakannya sendiri.

Gagal mengulur waktu, mau tak mau Donghae harus melawan puluhan mafia itu agar dapat bertahan hidup. Donghae mengambil kembali tongkat baseball yang sempat ia jatuhkan. Matanya berkilat serius. Ia telah siap.

"Yaaaaaaaaaaaaa....!!!"

Pertarungan sengit dimulai. Satu persatu para mafia dengan balok kayu di tangan, bergantian menyerang Donghae. Satu, dua, tiga mafia jatuh terlumpuhkan pukulan maut tongkat baseball Donghae. Donghae bergerak gesit. Ia secepat kilat merunduk, melompat, berguling untuk menghindar lalu secepat kilatan cahaya melayangkan pukulan mematikan. Empat, lima, enam mafia tumbang dengan luka berdarah-darah. Donghae semakin agresif menyerang. Ia menjegal kaki lawan, melayangkan tendangan bersamaan dengan memukul ketika tiga orang menyerangnya secara bersamaan. Sementara Donghae sibuk meladeni para anak buah yang datang silih berganti tanpa henti, ibu Kwangmin yang semula diminta Donghae untuk menyingkir ke tempat yang aman, kini tertangkap musuh. Sang ketua yang geram karena anak buahnya babak belur kalah dari Donghae, akhirnya menggunakan kesempatannya.

"Berhenti!" teriak sang ketua dengan menjambak rambut ibu Kwangmin. Wanita renta itu merintih dengan setetes air mata di pelupuk mata.

"Jatuhkan senjatamu, jika kau ingin wanita tua ini tetap hidup," ancam pria itu dengan menarik kuat-kuat rambut ibu Kwangmin. Wanita itu berjuang mati-matian menahan rasa sakitnya. Ia memang tak mengenal pria muda yang datang menyelamatkannya itu, tapi di dalam hatinya ia bertekad untuk tak menjadi penghalang. Ia ingin terlihat kuat dan baik-baik saja agar pria itu tidak terpengaruh ancaman pria yang telah menculiknya.

BLUE SKYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang