TIGA.

68 10 3
                                    

•••

Gyna dan Sehun hanya beradu pandang dengan tatapan yang sulit didefinisikan karena rasa terkejut mereka masih menyelimuti keduanya.

D.O. memanggil nama Sehun berulang kali tetapi tidak direspon. D.O. mengikuti arah pandangan mata Sehun dan melihat seorang gadis yang berwajah oriental tengah beradu pandang dengan Sehun.
"Hun?" D.O. berteriak agak keras sehingga Sehun langsung mengalihkan pandangan nya ke D.O. dan bertanya apa.

"Abisin makanan lo,jangan ngeliatin cewek cantik itu," ujar D.O. dengan senyuman menggodanya bermaksud untuk menggoda Sehun,pria berwajah datar itu.

"Asik,Sehun ada main mata sama cewek. Gue kira lo bakal jadi gay kalo lama-lama lo sendiri. Gue kan sebagai teman yang baik takut lo 'menyimpang' jadi suka sama..." Chanyeol bergidik membayangkan ucapannya sehingga ia menggantungkan kalimatnya.

Sehun melototi Chanyeol ngeri dan membantah apa yang diucapkannya.

"Ya kali aja gitu kan lo..."

"Yeol,lo kalo ngomong itu bisa gak sih disaring dulu! Jangan asal ceplas-ceplos," Kai berteriak geram.

Chanyeol menyengir lebar,menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal sambil berujar, "Iya,iya. Maaf deh."

Mata Sehun lantas menyapu sekeliling untuk mencari keberadaan Gyna. Dilihatnya,Gyna ditarik oleh seorang ibu-ibu–yang pasti mama nya karena Sehun masih hapal wajah Gya–menuju salah satu tempat yang berada tak jauh dari kawasannya beserta teman-temannya.

Sehun tersenyum dalam diam,sempat terbesit dipikirannya untuk menghampiri Gyna dan Gya. Sekedar berbasa-basi. Tetapi,ia takut gadis itu memaki-maki nya perihal kejadian tadi siang. Bukan takut dalam arti kata sebenarnya,tetapi takut membuat malu dirinya sendiri jikalau gadis itu memakinya–jadi tontonan pengunjung dan teman-temannya akan menertawakannya,terutama Chanyeol dan Baekhyun.

Gyna masih terus membisu dan merunduk sejak Gya menanyakan menu apa yang ingin dipesan anaknya sampai aroma asing menyeruak memenuhi indra penciumannya. Bau parfum laki-laki.

Ya,Sehun memberanikan diri untuk menghampiri Gya dan Gyna setelah teman-temannya pulang terburu-buru karena ibunya Baekhyun membuat rujak tahu yang merupakan favorit mereka. Kata mereka takut dingin dan tidak enak lagi saat dimakan dingin.

Ia mendongak. Matanya kembali bersirobok menatap mata hitam pekat ini.

"Halo tante,apa kabar?" Sehun menyapa ramah orangtua Gyna lalu mengambil tempat di depan Gyna sambil tersenyum sopan.

Gya terkejut bukan main,ia memekik senang dengan bertanya, "Ini Sehun yang dulu temen berantemnya Gyna kan? Yang dulu suka ingusan itu? Tante kabarnya baik,Sayang. Kok lama gak keliatan kamu? Pindah ya?"

Sehun meringis malu.

"Iya tante,hehe. Kebetulan waktu itu mama mau ngembangin usaha di bidang designer nya ke Amerika jadi aku ikut tinggal disana selama enam belas tahun. Kita sekeluarga setuju saat itu dan mutusin buat pindah kesana. Gak lama ini,papa sama mama ada kerjaan disini. Jadi balik lagi," tuturnya sopan.

Gya tertarik akan hal itu. Sambil menopang dagu,ia bertanya, "Ngomong-ngomong,kamu lagi kuliah atau udah kerja nih?"

"Baru kuliah tante."

"Ohya? Jurusan apa? Semester berapa? Kampusnya sama kaya Gyna gak?"

Gyna mendelik menatap Gya yang membawa-bawa namanya.

"Manajemen bisnis tan. Aku semester lima. Gyna di kampus apa memangnya?" tatapan Sehun beralih menuju Gyna.

"Gak tau." balas Gyna ketus.

falling for you ■ osh Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang