LIMA.

77 8 0
                                    

•••

Gyna terpaksa bangun subuh-subuh karena cipratan air Gya yang membangunkannya disaat dirinya masih asyik berkelana di alam mimpinya.

"Mama apaan sih. Aku ngantuk ini."

Gyna tetap pada pendiriannya untuk tidur kembali. Baru saja hendak memejamkan matanya,ia merasa bahwa badannya serasa sedang ditindih oleh seseorang yang terasa asing baginya.

"Bangun. Apa mau gue gendong terus gue mandiin biar lo bangun?"

Gyna tahu betul suara siapa itu. Tentu nya,tanpa pikir panjang ia langsung membuka kedua matanya.

"MAMAAAAA!!"

Gyna berteriak tepat di depan wajah Sehun hingga pria itu beranjak dari atas tubuhnya–mendengus kasar melihat tindakan wanita ini.

Saat mendengar teriakan Gyna,Gya langsung berlari menuju kamar anaknya dan menemukan mereka sedang bersitatap tajam menandakan aura tak bersahabat. Gya berdehem pelan.

"Mah,Sehun kenapa ada disini sih? Mama tahu gak kalau Sehun tadi nin–" Sehun membekap mulut Gyna dan tersenyum menatap Gya mengisyaratkan kalau tidak terjadi apa-apa.

Gyna memukul tangan Sehun bringas,membuat pria itu langsung melepaskan bekapannya di mulut Gyna.

"Sehun nindih aku ma. Dia ngomong mesum," kata Gyna kepada Gya cepat tanpa tedeng aling.

Gya melotot dan menatap mereka berdua tajam.

"Mau di nikahin ya? Boleh tindih-tindihan tapi jangan sampe bobol gawang ya,hun." Gya mengerlingkan mata nya,menggoda Sehun hingga muncul sedikit semburat merah di pipinya.

"Apaan sih mah!" Gyna menggeram kesal. "Apa lagi itu bobol gawang?"

"Nanti juga tiba saatnya kamu bakal tahu," Gya mengulum senyum nya. "Mama kebawah dulu ya,mau nyiapin sarapan. Sehun,yuk kebawah. Biar Gyna mandi."

Sehun bangun dari duduknya dan mengangguk patuh. Meninggalkan Gyna sendirian di kamarnya tanpa berbicara banyak.

"Sialan. Tapi kenapa anak itu kesini sih?" gumam Gyna. "Ah,bodoh. Kan aku sama dia mau pergi ke Bandung." Gyna memukul pelan kepala nya.

Gyna memutuskan untuk membersihkan badannya segera setelah mendengar teriakan Gya dari luar menggema sampai kamar nya.

•••

Gyna mengambil ponsel nya yang sedari tadi berbunyi. Terpampang nama Caesa,sahabat teraneh nya.

"Gyn,lo kemana aja sih? Gue nelpon dari tadi gak diangkat-angkat."

Gyna berdecak, "Ini baru selesai mandi,njir! Tumben gak kedengeran suara suami kamu,Sa."

Fyi,Caesa memang sudah menikah dengan pacar nya yang sekarang sudah berstatus resmi sebagai suaminya kurang lebih sebulan yang lalu. Saat hari sesudah pengumuman untuk masuk universitas,suami Caesa yang bernama Devan saat itu datang kerumah Caesa bersama orangtuanya lengkap membawa banyak orang untuk menikahinya.

Disaat kejadian itu,Gyna yang sedang main dirumah Caesa terkejut saat banyak orang datang ke rumah sahabatnya. Bahkan,kedua orang tua Caesa pun sama terkejutnya dengan Gyna.

Disaat papa Caesa bertanya ada tujuan apa keluarga Devan datang,orangtua Devan berkata bahwa anaknya sudah tak tahan untuk menikahi sahabatnya itu. Gyna yang posisi nya berada di rumah Caesa tak kuasa untuk tertawa terbahak-bahak ketika Caesa sedang dirias di dalam kamarnya.

falling for you ■ osh Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang