DELAPAN BELAS.

47 7 3
                                    

•••

Tiga minggu kemudian.

"Makan sarapannya dulu,Sayang!" Gya berteriak saat Gyna melangkah begitu saja setelah berpamitan kepadanya dan Revan tanpa menyentuh sarapan paginya sama sekali berhubung hari ini adalah hari pertamanya ospek.

"Nanti aja,Ma!"

"Naik apa kamu berangkatnya?"

"Naik ojek delivery itu."

"Udah,bareng papa aja."

Gya mengejar Gyna yang untungnya berada di teras rumah dan memasukkan sepotong roti bakar berselai green tea di mulutnya. "Seenggaknya,makan satu biji aja. Itu roti bakar pake selai green tea yang dibeliin papa di Jepang. Nih,minum susunya juga." Gya menyuruh Gyna meneguk segelas susu dimana gadis itu baru selesai mengunyah roti bakarnya.

"Udah,Ma. Aku telat ini."

"Pah,anterin Gyna!" Gya berteriak lagi—memanggil suaminya,Revan,yang tengah membaca koran sembari menyeruput kopinya.

"I'm coming,sweetie pie." Revan menyahut dengan nada manja, "Yuk,papa anterin kamu." menarik tangan Gyna untuk masuk ke dalam mobil.

Saat hendak mengantar,Sehun mengklakson mobilnya hingga mereka menoleh. Pria itu lantas keluar dari mobilnya dan meminta izin untuk berangkat bersama Gyna yang dengan senang hati diijinkan oleh Revan dan Gya. Gyna sendiri hanya bisa pasrah mengikuti kemauan orangtuanya itu.

"Aku pamit dulu,Ma." Gyna menyalimi tangan Gya dan Revan mengucapkan salam sebelum berangkat.

Selama perjalanan,Gyna meremas kedua tangan yang berada di kedua pahanya. Sehun memperhatikan tingkahnya yang tengah gugup itu dan mengelus puncak kepalanya sayang seraya bertanya, "Kenapa? Gugup ya karena hari pertama?"

"Iya,hun."

Sehun tersenyum,mengelus tangan Gyna. "Uluh-uluh,bayiku takut kaya anak SD yang mau dibagiin rapor."

Gyna cemberut. "I'm not a baby anymore."

"Iya tah? Tapi,kok aku ngerasa kalau kamu masih kecil ya walaupun umur sama badannya besar?" Sehun menggoda Gyna sambil tertawa terbahak-bahak.

"Kan. Mulai lagi." Gyna memutar kedua bola matanya,kesal.

"Udah sampe,tuh."

Gyna mengalihkan pandangannya,menatap perkumpulan mahasiswa-i yang sedang berlalu lalang melalui kaca mobilnya gugup. Ia merasa tidak percaya diri dan sedikit minder.

"Jangan takut,Sayang. Sana." ujar Sehun lembut, "Ayo,Gyna Georgina,semangat!!"

"Aku duluan,hun." kata Gyna mendahului Sehun di parkiran. Ia membuka pintu mobilnya perlahan dan dapat merasakan Sehun sedang tersenyum kepadanya.

Semoga saja hari ini lancar. Gyna meyakinkan dirinya berulang kali.

Gyna melangkahkan kakinya pelan. Ia menatap gugup sekeliling mahaswa-i tahun pertama sama sepertinya sedang sibuk dengan kegiatan mereka;mengobrol,memainkan ponsel,dan berlalu lalang entah melakukan apa. Gyna menarik nafasnya dalam-dalam,traumanya dahulu yang hilang itu perlahan-lahan timbul dan membuat Gyna takut.

falling for you ■ osh Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang