•••
"Aish! Kenapa aku gak bisa tidur begini?"
Gyna menggulingkan badannya ke sisi kanan dan sisi kiri. Ini sudah jam dua belas malam,tapi dia tidak bisa tidur karna memikirkan kejadian tadi siang yang benar-benar menyebalkan. Setelah Sehun mencuri first kiss gadis ini,Gyna mengumpat sepanjang hari,mengabsen nama anggota kebun binatang.
Kenapa dia yang uring-uringan padahal Sehun bertindak polos,seakan bukan masalah besar bagi pria itu? Gyna kesal,kan sebenarnya first kiss nya hanya boleh suami nya kelak yang mengambilnya. Disaat Gyna dan suami masa depannya sama-sama menginginkannya. Sepertinya impian itu terlalu lumrah dan picisan,tetapi itu yang selalu diimpikan Gyna; candle light dinner dan berciuman dengan suaminya saat mereka sama-sama bertatapan romantis.
Ah,saat mengingat bagaimana pria itu menciumnya tadi dengan bibir pink miliknya yang terasa lembut membuat semburat merah timbul di kedua pipinya. Memikirkan itu saja,Gyna merasa menjadi wanita yang mesum. Sialan,pesona pria itu memang tidak dapat disangkal.
Gyna menggeleng–mengenyahkan pikirannya akan hal itu. Lantas,dia segera menenggelamkan dirinya di dalam balutan selimut dan mencoba untuk memejamkan kedua matanya walaupun akhirnya Gyna tak bisa tidur sehingga lebih memilih untuk menonton drama korea sampai subuh.
•••
"Gyn,bangun. Anak gadis kok bangun siang ntar jodohnya kabur loh."
Berulang kali Gya membangunkan Gyna tetapi anak sulungnya itu tak bangun-bangun sedari tadi. Gya sudah curiga sejak tengah malam ia melewati kamar Gyna karena mendengar suara film–yang sangat familiar baginya,entahlah Gya tak tahu film apa yang jelas seperti bahasa korea– dari kamar Gyna hingga ia berspekulasi bahwa anaknya itu tidak tidur sampai subuh.
"Mah,papa laper," Revan merajuk langsung menghampiri Gya dan mengusel-usel leher istrinya.
"Papa kan udah sarapan tadi. Mama mau bangunin anak gadis dulu ini dari tadi gak bangun-bangun." kata Gya kepada suaminya yang masih sibuk mengusel lehernya.
"Pasti begadang sampe subuh tuh karna nonton drama korea. Sudahlah,biarin aja. Yang penting sarapannya udah ada." ucap Revan santai. "Papa lagi 'laper' ini,yuk ah." ajaknya sambil menggendong Gya keluar dari kamar anaknya menuju ke kamar mereka.
Gya hanya bisa mendesah pasrah,kalau Revan sudah 'lapar' seperti ini mau diapakan lagi. Ia akan kalah.
Gyna sebenarnya sudah bangun semenjak lima menit yang lalu,tetapi kedua matanya seperti direkatkan oleh lem yang sangat banyak hingga ia hanya menutup matanya sekejap. Yah,seperti yang kalian alami jikalau kalian sudah bangun tetapi kedua mata kalian seperti tertutup rapat–berat untuk dibuka.
Ia mendengar semua percakapan antara kedua orangtua nya yang membuat Gyna merasa tersipu saat mendengar papa nya yang mengucapkan kalimat penuh ambiguitas.
Gyna bangun dari posisinya untuk duduk sebentar,guna melancarkan darah yang mengalir ditubuhnya. Karena kalau langsung bangun,dia akan terasa pusing.
Bi Inah menghampiri Gyna setelah Gyna sudah berada di meja makan dan menanyakan mau sarapan apa.
Gyna terlihat berpikir sejenak,"Nasi goreng boleh deh,bi." putus Gyna kemudian. "Aku ikut buat,sekalian belajar."
Bi Inah mengangguk,mempersilahkan Gyna untuk berjalan mendahuluinya.
"Bibi kaya sama siapa aja sih. Ayo,aku gak jahat atau marahin bibi kali. Kita masak bareng-bareng." ajak Gyna dengan antusias. "Ohya,bibi udah sarapan belum?"

KAMU SEDANG MEMBACA
falling for you ■ osh
FanficTidak terpikirkan dalam hidup seorang Gyna Georgina akan mendapatkan kejutan besar yang hadir dalam hidupnya karena seorang Oh Sehun kembali,menemuinya setelah sekian lama pria itu pergi dari Indonesia menuju Amerika. Oh Sehun dengan lantangnya mela...