•••
Gyna bangkit sambil menyerahkan handuk Sehun yang sempat lepas karna dirinya. Sial. Kenapa bisa ia dengan ceroboh menarik asal handuk yang menutupi daerah terlarang pria itu?!
"M—maaf. Ini,handuknya."
Sehun terdiam. Ia mengambil handuk miliknya dengan canggung. Niat awalnya hanya ingin mengerjai Gyna,tetapi kenapa jadi kacau balau begini? Sehun langsung pergi meninggalkan Gyna setelah ia memakai kembali handuk itu di daerah terlarangnya.
"Sial! Kenapa tadi ketarik segala sih?"
Gyna menggulingkan badannya di ranjang dan menendang-nendang kakinya. Ponselnya berbunyi,terdapat sebuah notifikasi pesan dari Caesa.
CaesaAtmawijaya : Tumben gak ada kabarnya. Are you feeling ok there?
GynaG : Nuh. I'm not. Masa tadi aku gak sengaja narik handuk Sehun,Sa!
CaesaAtmawijaya : Handuk bagian bawah,ya? ^^
GynaG : Ya. As you know. Itu bener-bener buat aku seakan-akan aku itu cewe mesum tau ga!:(
CaesaAtmawijaya : Halah. Yang penting lo gak liat aja, 'anu' nya. Udah dulu ya,suami gue minta buatin nasi goreng. Jangan dibales!
Gyna mendengus. Caesa duluan yang mengiriminya sebuah pesan teks,tetapi gadis itulah yang mengakhirinya.
Gyna sempat merasa sedikit iri dengan sahabatnya itu. Devan sangat mencintai dan memuja Caesa,yang mana Gyna ingin sekali memiliki seseorang yang lembut dan penuh perhatian seperti Devan.
Kadang kala juga saat waktu senggang atau ia sedang bosan,Gyna mengunjungi rumah pasangan suami-istri itu dan melihat mereka tak sungkan untuk memamerkan kemesraan mereka di hadapannya. Namun,terlepas dari hal itu semua,ia bersyukur. Bersyukur karena Devan benar-benar mencintai Caesa dan terlihat tulus. Karena ia senang melihat Caesa-nya bahagia."Hei,kenapa ngelamun?"
Tepukan di pundaknya menyadarkan Gyna kembali. Ia menoleh sejenak,melihat Sehun sudah tampak rapi dan segar. Astaga! Ia bahkan belum memakai baju dan masih mengenakan handuk baju miliknya tadi.
Gyna mengusir Sehun dan menyuruhnya untuk turun terlebih dahulu ke bawah dan cepat-cepat mengenakan bajunya untuk menyusulnya. Gyna melihat mereka semua menatapnya dan menyuruh Gyna untuk segera menyantap sarapannya.
Diam-diam,Uty memulai percakapan saat ruang makan hening. "Kenapa Sehun ngelamar Gyna?"
Gyna tersedak. Pertanyaan itu adalah satu dari sekian banyaknya pertanyaan yang tercantum di otaknya. Dia ingin mengetahui alasan mutlak dari hal tersebut.
Seluruh mata menuju pada Sehun dengan penasaran. Sehun berdeham sejenak dan menjawab pertanyaan Uty dengan percaya diri, "Because i want to claiming Gyna to be mine. And the big reason,i've loved her since we were children."
Uty membelalak dan menatap kagum Sehun. Pria itu tampak sangat tulus dan terpancar rasa yakin di manik matanya. Seluruh bibi dan paman Gyna—terutama Greta—takjub dan hati mereka sedikit tersentil. Entah mengapa,Gyna merasa sedikit sentimentil dengan kata-kata Sehun.
Demi piring antik milik Greta yang berusia seratus tahun,apalagi yang perlu dibuktikannya untuk mengetahui apakah pria itu tulus padanya atau tidak? Sadarlah,Gyna! Kenapa kamu selalu ragu dengan apa yang kamu rasakan,you fool?

KAMU SEDANG MEMBACA
falling for you ■ osh
FanfictionTidak terpikirkan dalam hidup seorang Gyna Georgina akan mendapatkan kejutan besar yang hadir dalam hidupnya karena seorang Oh Sehun kembali,menemuinya setelah sekian lama pria itu pergi dari Indonesia menuju Amerika. Oh Sehun dengan lantangnya mela...