#Rendy, Rezky, Varo, Giesele, Dara story.
"CEROOOOOO!?!" Teriak mereka bersamaan. Mencari keberadaan Cero.
"Dia kemana sih." Ucap Giesele kesal.
"Nyusahin." Tambah Rezky.
"Bacot lo rez." Kata Rendy tiba-tiba yang sontak membuat Rezky melihat ke arahnya tajam.
"Anjing lo." Balas Rezky.
"Udah woy anjir lo bedua gak ada tenangnya." Ujar Varo menengahi.
"Baperan lo kaya cewek." Ucap Rendy setelahnya dia tertawa.
Rezky juga ikutan tertawa.
"Woy kalian ini kenapa?" Tanya Giesele yang heran dengan sikap mereka berdua.
"Gue pengen pulang." Ucap Dara tiba-tiba. Membuat mereka berempat sontak melihat ke arahnya.
"Abis ini kita pulang kok dar. Lo tenang aja. Selagi lo sama kita, lo bakal baik-baik aja." Sahut Rezky tiba-tiba.
"Kalimat terpanjang yang pernah Rezky lontarkan." Ujar Rendy.
"CEROOOOOO!?!" Teriak mereka lagi.
"Kita harus nyari gimana coba?" Tanya Giesele heran.
"Ro gue takut." Ucap Dara diselingi isak tangisnya
"Tenang dar." Varo berusaha menenangkan Dara.
"Telpon. Coba lo telpon dia gis." Kata Rendy sambil menghampiri Giesele yang posisinya memang sedikit jauh dari tempatnya berdiri.
"Dari tadi gak ada jaringan ren." Keluh Giesele.
"Gak ada salahnya kan dicoba?" Ucap Rendy.
Giesele menghembuskan nafasnya. Lalu mengeluarkan handphone dari saku celana jinsnya.
Hening.
"Halo? Cero ganteng disini."
"CERO?" Samber Giesele langsung.
"Iya fans?"
Rendy mengambil alih handphone Giesele.
"Lo dimana?" Tanya Rendy langsung.
"Lo yang dimana? Tau gak sih lo, gue dikejer kejer seakan akan gue maling." Keluh Cero kesal.
"Dia gapapa?" Sahut Rezky yang menyimak percakapan mereka.
"Gapapa. Gue cukup asupan jadi gak mudah sakit." Terdengar suara Cero yang terkekeh.
"Masi aja lo ngelucu. Lo dimana kadal?!" Tanya Rendy yang kesal karena sedari tadi Cero tidak serius.
"Disini."
"Bodo anjing." Rendy mengembalikan handphonenya ke Giesele.
"Cer lo dimana? Terus gimana caranya lo bisa lolos?" Tanya Giesele.
"Mereka gak ngejer gue gis." Kata Cero.
"Gak ngejer lo? Bukannya tadi lo bilang dia ngejer-ngejer lo?" Tanya Giesele yang heran dengan penjelasan Cero.
"Dia ngejer gue memang. Tapi gak sampe bikin gue ketangkep. Gue ngomong gitu tadi biar keliatan keren aja. Hahaha." Cero tertawa.
"Hah? Dia ngejer lo tapi gak nangkep lo?" Tanya Giesele.
"Iya."
"Susah ngomong sama dia gis." Sahut Rendy.
"Lo dimana cer?"
***
#Dion, Rio, Rachel, Elyn story.
"Kenapa dia ngincer anak cewek ya?" Tanya Rio sambil terus berjalan.
"Gue yakin ini ada hubungannya sama yang gaib gaib nih." Sahut Rachel.
Srek. srek.
Suara semak yang berbunyi itu sontak membuat mereka berempat menengok ke sumber suara.
Dion mengarahkan senternya ke arah semak belukar tersebut.
Tidak ada apa-apa.
"Suara apa barusan?" Tanya Dion.
"Entah." Jawab Elyn.
"Kuy jalan lagi. Jangan membuang-buang waktu." Ucap Rio sambil melanjutkan jalannya.
Berjalan paling depan.
"Ri-rio." Panggil Elyn membuat Rio menghadap ke arah mereka.
"Aaaaaaa." Teriak Rachel sangat kencang sambil bersembunyi di belakang tubuh Dion.
"Lo kenapa?" Melihat Rachel teriak, Rio menjadi panik dan sontak melihat ke arah belakangnya.
Tidak ada apa-apa.
"Pu-punggung l-lo." Ucap Dion terbata-bata.
Rio langsung membulatkan matanya. Lalu perlahan Rio melihat ke bahunya.
"Ta-tangan. Wo-woy to-tolo-ng." Rio terlihat sangat ketakutan.
"WOY ANJIR." Teriak Rio kencang karena mereka bertiga terlihat diam tak berkutip.
Dion menghampiri Rio. Lalu tanpa aba-aba dia langsung mendorong sosok tak berkepala itu. Membuat sosok itu terjeledak ke belakang. Setelahnya, Dion langsung lari tanpa memperdulikan apapun.
"ANJIR GAK GAK LAGI GUE KESINI." Teriak Rio sambil berlari menyusul Dion diikuti Rachel dan Elyn.
"Toloong saya. Toloong." Suara jeritan disertai tangisan itu membuat Rachel berteriak sangat kencang.
Bruk!
"Aw." Pekikan itu membuat mereka menghentikan larinya.
Terlihat Rachel yang tersungkur di tanah sambil menangis.
"Astaga." Elyn menghampiri Rachel.
"Kaki gue sakit." Ucap Rachel sambil memegangi kakinya.
"Dia gak ngejer kita ya?" Tanya Rio sambil menghela nafas berkali-kali.
Dion terlihat menghampiri Rachel. Lalu memunggunginya.
"Naek ke punggung gue. Buruan." Ucap Dion.
Rachelpun nurut dan naek ke punggung Dion.
"Yaelah cel. Nyusain lo." Ucap Rio.
"Ayok buruan." Ucap Dion sambil berjalan dengan Rachel di punggungnya*eak.
"Kita kemana?" Tanya Elyn.
"Ke pantainya." Jawab Dion.
"Gue mau pulang rio!" Rengek Rachel sambil menangis.
"Lo kira gue gak mau? Kita harus cari cara biar bisa keluar dari tempat ini." Ucap Rio.
"Kita cari caranya." Sahut Dion.
***
Hae gaes
Long time no see😂
Sorry for lambat-lambat-lambat updatenya. Gatau kenapa, bingung lanjutannya. Muehehehe.
Vote and comment💜💛
KAMU SEDANG MEMBACA
Dont Believe (School Horror 3) [END]
Mystery / ThrillerLiburan? Menyenangkan? mungkin bagi mereka tidak. Liburan itu, mengerikan. -School horror 3- #1 horror -30 mei 2021
![Dont Believe (School Horror 3) [END]](https://img.wattpad.com/cover/97101236-64-k974601.jpg)