"Upacara adat, potongan tubuh, penculikan perempuan, darah." Giesele menyebutkan kata itu satu persatu.
"Itu semua apa?" Tanya Elyn bingung.
"Clue? Mungkin kita bisa menyelesaikan semua ini. Terus pergi dari sini." Jawab Giesele.
"Hiks. Gue mau pulang!! Bukan mau jadi detektif!" Seru Rachel sambil terisak.
"Gue rasa kita gak bisa balik kalo masih kaya gini. Gak memungkinkan." Ucap Giesele.
"Penculikan, potongan tubuh, darah, upacara adat." Sahut Dara tiba-tiba.
Mereka bertiga langsung melihat ke arah Dara.
Dara menatap kearah mereka datar.
"Mungkin itu urutannya?" Katanya tidak yakin.
Giesele menyentikkan jarinya.
"Itu dia!"
"Terus kita harus gimana?" Tanya Elyn.
"Pulang!" Sahut Rachel lagi.
"Pulang sendiri sana! Emosi gue." Seru Giesele yang langsung membuat Rachel terdiam.
"Cari yang lain." Sahut Dara.
"Gini-gini terus. Gak pernah selesai. Satu ilang kita cari sampe dapet. Pas udah dapet, satu yang lain ilang lagi. Gitu aja terus! Jadinya gak pulang-pulang. Makannya gue bilang juga apa! Kita gak usah mencar-mencar. Jadinya ribet! Kalo aja kita kumpul terus langsung pulang, gak akan seribet ini kan?!" Celoteh Rachel panjang lebar.
"Udah jalannya kali." Giesele bangun dari balik semak-semak. Tempat persembunyiannya tadi.
Yang lainpun mengikuti.
"Gue rasa, kita cari Rendy. Terus kumpul sama yang lain. Cari Rendy yang utama. Dia udah ngilang lama." Ucap Giesele. Lalu berjalan mendahului.
"Bilang aja kangen." Canda Elyn lalu berjalan menyusul Giesele.
"Apaansi enggak."
"Ahh masa."
"Ck."
***
"Sampaiiii kapan kau gantung....Cerita cintaku...." Dikala keheningan yang ada, Cero tiba-tiba bernyanyi dengan kencang. Membuat beberapa dari mereka kaget.
"Berisik anjing." Umpat Rezky kesal.
"Santai dong kok ngegas." Sahut Cero.
"Sttttt. Diem." Rio menaruh jari telunjuknya di bibir.
"RENDYYY!!!" Teriak Rio. Namun tidak ada sahutan.
"Kemana sih dia." Ucap Varo dalam hati. Merasa kesal.
"Kemana kemana kemanaa... kuharus mencari kemanaa...." Sahut Cero lagi. Menyanyikan sebuah lagu dangdut yang dulu sempat fenomenal.
Rezky terlihat mengelus dadanya.
"Pinjem hape lo vroh." Ucap cero ke Rio. Dengan cepat Rio langsung memberikan handphonenya.
Cero menghidupkan handphone Rio. Lalu beralih ke kamera.
"Halo gaes. Jadi kembali lagi sama gue. Cero bieber yang tampan dan dermawan—"
"Najis." Sahut Rezky.
"Hahaha dasar." Dion tertawa melihat tingkah laku Cero.
"Jadi gue sama yang lain disini lagi mencari keberadaan Rendy. Rendy yang kemaren berlagak jadi pahlawan dengan mencari Giesele ke hutan sendirian. Hingga berujung merepotkan orang lain." Celoteh Cero sambil melihat ke arah kamera handphonenya.
"Dah-dah. Lowbat. Nanti gue gak bisa ngabarin pacar-pacar gue." Rio menarik handphonenya dari tangan Cero.
"Gaya lo. Punya pacar aja enggak." Ledek Cero.
"Emangnya lo punya?" Tanya Rio.
"Punya lah."
"Siapa?"
"Ada lah."
"Halah."
"Gue kasih tau inisialnya aja."
"Siapa?"
"Inisialnya Selena Gomez."
"Itu bukan inisial bego. Udah nama itu."
"Hahahahahahaha."
"Untung cuma satu temen kaya lo."
"Hahahahaha."
"Tai."
"Hahahaha."
Bersambung...
Bentar-bentar. Gue mo minta maap bangedh karna udah ngilang lamaaaa banget. WKWK. Sapatau ada yang kangen cerita gue gitu kan. WKWKWKWK.
Jadi gini aja deh dulu. Gue ceritanya pengen update pake jadwal. Enaknya hari apa?
Btw, ini sengaja datar partnya. Gue jg gatau deh ini masi ada yg baca atau gak. Soalnya beberapa part lagi tamat. Jadi mau adain basa basi doloe. Haha!
Mungkin udah ada yg tau alurnya? Atau tau endingnya? Wkwk. See u in next part!
Babay💘
KAMU SEDANG MEMBACA
Dont Believe (School Horror 3) [END]
Mystery / ThrillerLiburan? Menyenangkan? mungkin bagi mereka tidak. Liburan itu, mengerikan. -School horror 3- #1 horror -30 mei 2021
![Dont Believe (School Horror 3) [END]](https://img.wattpad.com/cover/97101236-64-k974601.jpg)