D.U.A.D.U.A

10.4K 1.2K 36
                                        

#RendyStory.

Perkataannya barusan sontak membuat badan gue menegang. Takut.Tapi kalo bukan manusia, kenapa kakinya napak?

Gue liat tadi. Gak mungkin dia setan. Gue liat jelas. Dan sekarang gue liat Gita masih ngeliatin gue.

"Tapi—" belum selesai gue ngomong, dia udah nyahut lagi.

"Dia bukan manusia." Katanya mengulangi kalimat yang sama, namun dengan intonasi yang berbeda. Dia menekankan setiap katanya.

"Oh, ok." Jawab gue sekenanya. Gue ngelepas kacamata gue yang berembun karena ngedenger kalimat sakral itu tadi.

"Ayok pergi." Katanya sambil narik tangan gue.

"Kemana?" Tanya gue namun dia gak ngejawab pertanyaan gue dan tetep narik tangan gue.

Wah creepy nih anak.

"Tunggu." Gue menarik tangan gue yang tadi dia pegang.

Dia diam dan masih memasang muka datarnya.

"Kenapa temen-temen gue yang cewek diculik?" Tanya gue to the point.

Dia anak desa sini kan? Pasti tau jawabannya. Dan setelah gue menunggu cukup lama jawaban dari dia, dia gak kunjung ngebuka mulutnya.

"Jawab!"

"KARENA BUTUH TUMBAL."

***

"Ayo diminum." Ucap nenek itu ramah sambil mengantarkan gelas yang berisi air.

Namun Rachel menatap air itu takut. Ia takut kejadian saat itu terulang lagi.

"Air biasa kok." Giesele yang sadar akan sikap Rachel menyahut. Membuat Rachel langsung meneguk air didalam gelas itu.

"Jadi?" Ucap Rio minta diceritakan.

"Kita besok bakal pulang. Nenek ini nanti nunjukin jalannya ke kita." Kata Giesele membuat Cero menatapnya tak percaya.

"Rendy gimana?" Tanya Cero.

"Ya kita bawa dia juga." Jawab Giesele.

"Gimana? Sekarang aja kita gak tau dia dimana." Sahut Elyn.

"Kita cari." Ucap Giesele.

"Hutannya luas pinter. Nyari lo aja butuh waktu lama." Sahut Rezky.

"Berati bukan besok." Dion ikutan menyahut.

"Gimana kita bilang ke Rendy kalo Giesele udah ketemu? Jaringan aja gak ada." Kata Varo ikutan.

"Nah itu, masalahnya." Cero ikut menyahut.

"Gimana jadi?" Tanya Rachel ke Giesele.

"Sekarang kita istirahat aja. Besok baru kita cari dia." Ucap Giesele.

"Santai banget. Dia kan pisah dari kita karena nyariin lo." Dara yang sedari tadi diam tiba-tiba menyahut. Membuat mereka yang ada langsung melihat ke arahnya.

"Terus gue harus gimana?!"

"Sekarang udah pengen malem. Kita gak tau kan keadaan Rendy gimana? Kita cari sekarang aja. Ayok. Kalo dia kenapa-kenapa gimana? Kita gak tau kan? Wah gawat." Celoteh Rachel panjang lebar.

"Kita istirahat aja dulu." Kata Rio.

"Kelamaan tunggu besok!"

"Terserah."

"Yaudah. Besok kita cari dia." Ucap Dion menengahi.

"Yaudah ayok istirahat."

"Dikamar sebelah sana kosong." Ucap nenek itu dan mereka semua mengangguk.

Bersambung...

***

Dont Believe (School Horror 3) [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang