Kamu jangan takut, ada aku disini.
-oOo-
Vano POV
Gue yang sedang terbaring dikasur sambil mendengarkan lagu kesukaan gue. Tiba-tiba Sinta ngechat gue, ada apaan yah ni anak?
SintaPratiwi: mengirimkan foto.
gue langsung melihat foto yang dikirim oleh Sinta. Di foto itu gue ngelihat ada Raisya, Nadhira, Naufal dan satu orang lagi mirip Preman. Gue mulai gelisah pas liat foto itu, 1 lagi pesan dari Sinta masuk;
SintaPratiwi: Cepetan kesekolah sekarang! Raisya butuh bantuan lo.
setelah membaca pesan itu Gue langsung memakai jaket dan mengambil kunci mobil, gue bergegas menuju sekolah.
Gue membawa mobil dengan kecepatan yang maksimum, sepanjang perjalanan tak henti-hentinya gue berdoa supaya Raisya ga kenapa-napa.
Didalam kepala gue udah banyak pertanyaan.
Kenapa disana ada Nadhira?
Kenapa kondisi Raisya sangat kacau?
Disana ada Naufal tapi kenapa dia gak nolongin Raisya?
Setelah 15 menit yang sangat menggelisahkan akhirnya gue sampe disekolah dengan selamat, gue langsung menuju kelas Raisya didepan pintu ada seorang gadis yang masih meringkuk dan gadis itu adalah Sinta.
"Sin, Raisya didalem?"
"Iya cepetan masuk! tolongin dia!" ucap Sinta dengan nada yang bergetar seperti ingin menangis.
tak berlama-lama gue langsung masuk kedalam kelas Raisya.
"Woi bangsat! kalian apain Raisya?" teriak Gue lantang.
Naufal yang melihat gue datang pun langsung menyerang gue dengan pukulan, tetapi dengan mudah gue melawannya hingga Naufal terkapar di lantai.
Setelah gue berhasil melawan Naufal, tiba-tiba ada seorang preman lagi yang nyerang gue
BUGH! preman itu meninju pipi gue yang mulus ini. Gue langsung membalas serangan preman itu dengan membabi-buta sampai akhirnya preman itu pingsan.
Dengan cepat gue membuka ikatan pada tangan Raisya tetapi Nadhira langsung menarik Raisya dan mendekatkan Pisau ke arah Raisya.
"Nadhira stop! lo jangan gila!" teriak gue kesal dengan tingkah laku Nadhira.
"Ghifari Elvano. Lo yang udah buat gue gila sayang! dan gadis ini udah ngerebut lo dari gue!" ucap Nadhira sambil memainkan pisau yang ada ditangannya.
gue yang hanya fokus ke Nadhira pun tak sadar jika dibelakang gue Naufal sudah akan menyerang gue.
BUGH! Naufal memukul kepala gue dengan kayu yang entah dia dapat darimana.
kepala gue pusing penglihatan gue mulai kabur dan gue terduduk dilantai , tapi gue ga bisa nyerah, gue harus nyelametin Raisya dengan cepat gue bangkit dan menyerang Naufal dengan habis-habisan hingga Naufal tak sadarkan diri.
Dengan tenaga yang sudah terkuras habis gue mulai melawan Nadhira tetapi, cewek itu sangat licik dan dia mulai akan menusuk Raisya dengan pisaunya.
gue yang melihat itu langsung berteriak. "Nadhira STOP! jangan lakuin itu! gue bakalan lakuin apapun asalkan elo gak bunuh Raisya!"
"Oke! gue gabakal bunuh Raisya dengan pisau ini tapi, lo harus jadi pacar gue!"
"Iya Gue bakalan jadi pacar lo! Siniin Raisya!" bentak gue ke Nadhira.
Nadhira langsung mendorong tubuh Raisya yang sudah tak berdaya ke arah gue dengan cepat gue langsung menggendong tubuh Raisya ala bridal style dan berlari menuju mobil gue. Sedangkan sinta sudah menyusul gue.
Setelah sampai dimobil gue membaringkan Raisya kekursi jok belakang, sedangkan Sinta duduk didepan bersama gue. Dengan cepat gue mengendarai mobil menuju rumah Raisya dengan perasaan yang khawatir.
-oOo-
"Ya ampun Vanoo! Raisya kenapa?!" ucap mama Raisya ketika Vano sudah menggendong Raisya menuju kamar Raisya.
setelah Vano membaringkan Raisya di kasur kamarnya Vano langsung menutup pintu kamar Raisya dan menghampiri mama Raisya diruang tengah bersama sinta.
"Jadi gimana Van ceritanya?!" tanya mama Raisya dengan nada yang khawatir.
diruang tengah juga sudah ada Marthin (Abang Raisya.)
"Tadi Vano kan pulang duluan tante nah terus Tadi setelah sholat maghrib Vano dapet kabar dari Sinta kalau Raisya lagi dibully langsung aja Vano kesekolah buat nyelametin Raisya." jelas Vano.
"Tadi pas istirahat aku ada ke UKS, nah disitu ada Nadhira sama Naufal aku langsung aja rekam obrolannya. nih coba kalian dengerin." ucap Sinta sambil menyodorkan hpnya.
Flashback On.
Sinta yang sedang bertugas di UKS mendengar obrolan dua orang tak asing di balik tirai, langsung saja dia mengintip dan ternyata dua orang itu adalah Naufal dan Nadhira dengan cepat dia merekam obrolan dua orang itu.
"Jadi gini, nanti pulang sekolah gue bakalan Rayu Vano buat pulang bareng gue supaya Raisya gak bisa pulang kerumah, nanti pas udah agak malem gue kesekolah lagi nyamperin Raisya dan preman yang udah gue sewa tapi lo juga ikutan ya, nah habis itu tinggal gue suruh aja preman itu buat ngambil keperawanannya Raisya. Raisya pasti bakalan hancur!" ucap Nadhira menjelaskan.
"Keren juga ide lo!" suara Naufal menyahut.
Setelah itu Sinta langsung berlari kekelas, waktu sore hari setelah ia latihan PMR dia langsung mengecek kekelas dan mendapati Raisya tengah dibully disana langsung saja dia menghubungi Vano meminta bantuan.
Flashback Off.
"Astagfirullah! tante ga nyangka kalau Naufal tega ngelakuin itu!" ucap Mama Raisya setelah mendengar rekaman itu.
"Gue bakalan bales dendam!"batin Marthin.
"Naufal bangsat!" batin Vano.
Setelah itu Vano berpamitan pada mama Raisya untuk pulang dan mengantarkan Sinta pulang kerumah.
💖💖💖
Sumpahh ini chpter ter-absur yg pernah ada(:
Yeay akhirnya Vano jadian ugha sama Nadhira wkw
maapkeun author yang menyatukan mereka(':
Dann maap bangett author tau kok kalo part ini emang sangat sangat MEMBOSANKAN.
see ya di next chpter💕
KAMU SEDANG MEMBACA
'Dia'
Jugendliteratur#31 in teenfiction [12 oktober 2017] #41 in teenfiction [24 september 2017] #45 in teenfiction [16 september 2017] #49 in teenfiction [10 september 2017] "Van gue mau nanya?" ucap Raisya. "Apa?" jawab Vano dengan acuh tak acuh. "Lu kenapa berubah se...
