Seorang lelaki yang mengenakan setelan jas formal segera membukakan pintu mobil serta menundukkan kepala, mempersilahkan seorang wanita paruh baya yang terlihat elegan untuk keluar dari mobil.
"Terima kasih, Kimura-san," ucap wanita paruh baya itu dengan sopan dan tersenyum tipis serta melangkah menuju pintu rumahnya.
Langkah kaki dari sepatu hak tinggi yang menimbulkan bunyi menjadi pertanda akan kehadirannya pada orang-orang disekitarnya. Seorang pelayan yang kebetulan sedang membersihkan teras cepat-cepat meletakkan peralatan bersih-bersih dan berjalan dengan cepat menuju pintu serta menundukkan kepala dan membuka pintu.
"Selamat datang, Nyonya Mikoto."
Mikoto tersenyum dan kembali mengucapkan terima kasih, membuat pelayan itu merasa senang karena dihargai. Seolah menghafal kebiasaan sang Nyonya, pelayan itu segera berkata tanpa diminta, "Tuan Uchiha telah tiba di rumah dan menunggu kedatangan anda."
"Baiklah," sahut Mikoto. "Terima kasih atas informasi mu, Yukii-san."
Mikoto segera masuk ke dalam rumah dan melepaskan alas kaki, kemudian berjalan menuju ruang keluarga. Ia mendapati sang suami sudah menunggu dirinya sambil menonton televisi.
"Anata, kau sudah makan malam?"
Fugaku hanya menganggukan kepala tanpa mengucapkan apapun. Namun matanya menatap sang istri dengan tajam, "Kau menjenguk anak sial itu? Untuk apa?"
Mikoto terdiam. Tatapan tajam dari sang suami membuatnya merasa takut dan tidak nyaman.
"Kupikir aku harus melakukannya, anata," ucap Mikoto dengan suara yang agak bergetar. Ia segera membuka tasnya dan memperlihatkan sebuah surat "Lihatlah. Putra sulung kita menuliskan ini untukku."
Fugaku mengambil surat yang diberikan Mikoto dan membukanya dengan kasar. Ia agak terkejut dengan surat itu. Ia pernah beberapa kali menemukan surat dengan bentuk tulisan yang serupa, namun ia tak pernah mau membacanya.
Itachi bahkan berkali-kali berusaha berbicara dengan Fugaku mengenai Sasuke, namun ia tak pernah mau menggubrisnya. Ketika akhirnya Itachi kehabisan akal dan memutuskan menulis surat, ia tetap tak mau membaca surat itu hingga akhirnya Itachi benar-benar menyerah.
"Anak itu berusaha melindungi si pembawa sial," desah Fugaku seraya melemparkan kertas itu kearah meja.
"Bagaimana jika yang dituliskannya memang benar, anata?"
Fugaku terdiam sejenak sebelum berkata dengan nada marah, "Kau ingat isu yang beredar mengenai anak sial yang dikabarkan menderita sakit jiwa hingga membunuh kakaknya sendiri itu? Kau pikir berapa banyak uang yang kukeluarkan untuk menutup mulut para wartawan sialan itu dan 'melenyapkan' mereka? Dan dalam tahun yang sama, usahaku juga sempat mengalami kemunduran. Tidakkah kau berpikir jika dia adalah pembawa sial?"
Mikoto menyadari jika suaminya masih sangat membenci Sasuke. Di tahun yang sama setelah kematian Itachi, Sasuke yang mulai mengalami perubahan sikap dikabarkan sakit jiwa hingga sering berbicara sendiri dan bahkan membunuh kakaknya sendiri. Saat itu suaminya mengeluarkan banyak uang untuk menutup mulut para wartawan dan 'melenyapkan' para wartawan yang terkait secara diam-diam. Selain itu keuntungan juga menurun di tahun yang sama. Suaminya pasti merasa benar-benar kehilangan hingga berpikir tidak rasional.
Sebetulnya Mikoto sudah mencegah suaminya untuk menutup mulut para wartawan dan memilih untuk menuntut para wartawan itu serta membawa Sasuke ke psikiater untuk membuktikan jika ia tidak sakit jiwa. Namun saat itu Sasuke masih sangat terpukul, terlebih lagi dengan orang tuanya yang memaki, menyalahkan atau bahkan memperlakukannya dengan kasar setiap hari, hingga lelaki itu lebih banyak diam, terlihat kurang fokus, dan sering menangis atau bahkan menjerit saat tidur. Dengan kondisi Sasuke yang seperti itu, Fugaku yakin anaknya akan dianggap mengalami stress atau bahkan gangguan jiwa, sehingga malah menguatkan rumor yang beredar dan membuat keluarga serta perusahaannya kehilangan reputasi di mata masyarakat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sixth Sense
أدب الهواة(Highest Rank #429 in Fanfiction) Haruno Sakura adalah seorang siswi transfer dari sekolah khusus wanita yang baru saja ditutup. Ia mendapat undian untuk duduk bersama dengan Uchiha Sasuke, putra dari keluarga konglomerat yang terkucilkan akibat per...
