Romantic Love 5

1.5K 40 4
                                        

Fiona Pov

"Besok aku akan ke Jakarta karena ada rapat yang harus dilakukan disana." ucap Arvan ketika sudah sampai dirumah.

"Mendadak?"

"Ayah harus ke Jepang karena ada berkas tentang kepindahan kami." lalu dia membuka sabuk pengaman.
"Jadi kamu yang menggantikan?"

"Benar, selama aku disana bisakah kamu jaga nenek?" dia kembali tersenyum padaku.
"Sebelum kamu datang kesini, aku selalu memantau kesehatan nenek." ucapku.

"Benar juga, ya sudah sekarang kamu istirahat good night." dia mengusap kepalaku dengan lembut. Jantungku kembali berdetak  dan pipiku terasa panas.

Aku terkejut karena Arvan tiba-tiba membukakan pintu mobil dan aku segera keluar dari mobil.
"Kamu harus banyak istirahat Ar, jangan sampai kamu mengabaikan kesehatan."

"Iya ibu dokter cantik." dia langsung masuk kedalam mobil lalu dia pergi.
"Eheeem, yang lagi jatuh cinta sampe lupa sama temen." aku menoleh dan ternyata Andini.
"Apaan sih, sudahlah aku capek mau istirahat." aku langsung menerobos masuk. Entah kenapa pipiku seperti terbakar api.

°°°°°°°°°°°°°°°°°

Arvan Pov

Padahal aku tidak ingin kembali ke Jakarta dulu. Tapi sesuatu mendadak, ayah harus pergi ke Jepang.

"Lama tidak di Jakarta???" tanya nenek sambil memberikan ku segelas teh jahe.
"Lusa juga pulang nek." jawabku sambil meniupi teh yang masih panas.

"Kalau begitu jangan terlalu malam tidurnya, kan besok berangkat pagi."

"Iya nek, tapi sepertinya ini sudah terlalu malam." aku melirik jam dinding yang menunjukan jam 12 malam.
"Maaf ya gara-gara Arvan pulang malam nenek jadi terbangun, padahal aku sudah hati-hati supaya nenek tidak terbangun." ucapku marasa menyesal.

"Tidak apa-apa, kalau begitu nenek kembali ke kamar ya??" lalu dia berjalan keluar dari kamarku.
Aku mengecek ponselku ternyata ada pesan melalui whatsaap.

From: Fio
"Jam berapa kamu berangkat besok?? "

To: Fio
"Sekitar jam 7, aku sudah memesan tiket penerbangan pagi."

From: Fio

"Ya ampun, aku ganggu kamu. Cepatlah tidur, nanti kesiangan pergi ke bandara dan aku tidak mau jadi penyebabnya. Selamat malam Arvan."

Aku tersenyum ternyata dia sangat perhatian padaku. Sudah lama aku menunggu, apa sekarang waktu yang tepat? Tapi aku tidak yakin apa Fiona memiliki perasaan yang sama denganku atau tidak.

Aku langsung mematikan lampu tidur karena mataku butuh istirahat. Meski hanya beberapa jam yang penting aku beristirahat.

°°°°°°°°°°°°

Akhirnya aku sampai di Jakarta, ayah bilang aku akan di jemput oleh seseorang. Tapi sepertinya dia terlambat, tidak apa-apa mungkin aku akan istirahat sebentar.

"Kak Arvaaaaaan." tiba-tiba seseorang berteriak kencang dan membuat mataku melebar. Aku langsung menoleh dan terlihat disana ada Rein dan Fero. Tunggu??? Rein datang bersama Fero? Atau Fero datang bersama Rein???

"Kakak, kamu pasti capek iyakan??" Rein langsung bergelayut manja padaku.
"Lumayan Rein." jawabku sambil tersenyum.
"Baiklah, nih Fero kamu ambil tasnya kak Arvan. Ayo kak Arvan, sudah sarapan belum???" aku merasa tidak enak pada Fero karena dengan santainya Rein menyuruhnya membawakan tasku, padahal itu tidak perlu.

Romantic Love {Arvan's Story}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang