Fiona Pov
Firasatku semakin terasa benar, kalau Rein menyukai Arvan. Aku meminta izin ke kamar mandi, tapi entah kenapa kakiku melangkah menuju kamar Rein. Sungguh konyol dan bodoh fikiranku menuju kamar mandi tapi hatiku memilih ke kamar Rein dan didukung oleh kakiku.
"Aku bingung Dev." aku penasaran apa yang di bicarakan Rein dan Deven. Aku mengintip dan melihat Rein menangis sambil menutup wajahnya.
Sebagai saudara, Deven merangkul Rein dan mencoba menenangkan Rein. Aku jadi rindu Fero, dia malah sibuk ke luar negeri.
"Terima saja kak, toh kita tau kak Arvan sangat cinta sama kak Fiona sejak dulu." ucap Deven yang masih merangkul Rein.
"Aku belum bisa Dev." Rein beranjak dari duduknya aku langsung bersembunyi di dekat kamar mandi.
Terlihat Deven mengejar Rein. Hatiku kembali sakit, sakit karena apa yang aku fikirkan ternyata benar, otakku tidak konyol.
Air mataku menetes dengan sendirinya. Apa yang harus aku lakukan???
+++++++++++++++++
Author Pov
Fero sudah kembali ke Yogja, dia merindukan Fiona.
Lalu dia mengemudikan mobilnya menuju rumah Fiona.
"Fio ada dirumah engga???" ucap Fero sambil turun dari mobilnya. Lalu Andini keluar dari rumah dan terkejut ada Fero yang berdiri didepan gerbang. Hati Andini langsung merasa senang.
"Andini, Fiona nya ada??" sapa Fero sambil tersenyum. Melihat Fero tersenyum kearah nya membuat Andini salah tingkah.
"Mampus, senyum nya manis banget. Ini pipi kok malah panas banget ya? Tahan Andini, tarik nafas hembuskan, tarik nafas hembuskan." Andini mencoba menenangkan diri supaya tidak terlihat salah tingkah oleh Fero.
"Ekh Fero? Fio nya lagi makan malam sama keluarga Arvan." jawab Andini.
"Keluarga Arvan?" tanya Fero dan langsung di angguki Andini.
"Semua keluarga Arvan??? Apa keluarga Aunty Dea juga ada?" ucap Fero dalam hati.
"Fero???"
"Akh iya maaf, hmmm kamu tau ada acara apa????" tanya Fero.
"Katanya sih mau ngunjungi Arvan aja, sekalian selamatan Rein ke terima di universitas negeri disini." mendengar jawaban Andini, Fero terkejut lalu beranjak masuk mobil.
"Makasih An." ucap Fero yang langsung menstarter mobilnya dan langung pergi.
"Sama-sama, kok pergi lagi????" sesal Andini karena Fero pergi begitu saja. Padahal dia ingin ngobrol lama dengan pria yang dia sukai.
++++++++
Fero terus melajukan mobil nya dia masih berfikir apa Rein baik-baik saja? Seketika dia menghentikan mobilnya.
"Rein?????" seketika hatinya bimbang, dia memejamkan matanya dan menarik nafas secara perlahan.
"Fiona adalah adikku, saudaraku. Rein?????" sekali lagi Fero menarik nafas dengan pelan.
"Jika aku mendukung salah satu, maka salah satu dari mereka akan terluka."
Fero langsung mendaratkan dahinya ke stir mobil. Bingung, itulah yang dia rasakan saat ini.
++++++
Fiona langsung diam, dia masih berusaha menahan hatinya. Rasanya dia ingin menangis menumpahkan apa yang dia rasakan.
"Fio? Kamu kenapa melamun?" Arvan semakin heran dengan sikap diam Fiona.
"Aku baik Ar, cuma sekarang aku lelah dan ngantuk." Arvan tidak lagi berbicara setelah mendengar jawaban Fiona.
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Love {Arvan's Story}
Random[Life story from Arvan, New Generation] Arvandy Putra Syazwan, anak tiri dari Gibran Al-Malik Syazwan. Setelah menyelesaikan pendidikannya dia memilih tinggal bersama nenek dari ayah kandungnya. Fiona Navarin, dokter cantik adik dari Efelyn yang...
