Author Pov
Disebuah klinik yang berada di pinggiran kota Yogya. Tepatnya di ruangan di bagian poli umum. Seorang gadis memakai jas putih kebesaran dokter.
Dia duduk memandang layar komputer dengan serius. Bukan melihat daftar pasien yang biasa datang check up. Tapi dia fokus menonton kartun anime favoritnya yaitu Naruto.
"Aduh ini kaguya susah banget di matiinnya mana sasuke nya malah dipindahin ke dimensi lain supaya si Kaguya engga di segel." dia terus mengomentari anime favoritnya yang dia tonton sejak dia duduk di bangku SMP.
"Fio." seorang perawat datang mengagetkan gadis yang disapa Fio itu. Fio langsung mengganti screen menjadi data pasien.
"Andini ada apa???" Fio langsung bersikap tenang karena takut ketahuan temannya sedang nonton kartun.
"Kamu tau nenek Sumi?" tanya Andini.
"Iya, dia adalah pasien yang suka check up dan kebetulan memang sekarang dia jadwal check up." jawab Fio.
"Bingo, kamu tau Fiona?" tanya Andin.
"Tidak, karena kamu belum ngasih tau aku." jawab Fiona dengan santai.
"Dasar ya kamu itu dari dulu." Andini merasa kesal dengan respon sahabat nya itu.
"Terus apa Andini?"
"Dia datang kesini bersama cucunya."
"Akh elah kirain apa, biasa aja kali kalau datang sama cucu. Banyak pasien yang datang kesini sama cucunya kamu engga seheboh ini."
"Aduh Fio ini beda."
"Bedanya?"
"Sini deh aku tunjukin." Andini menarik paksa Fiona keluar ruangan.
"Lihat itu?" Andini menunjuk pada seorang pria yang sangat mencolok. Bukan karena tinggi badannya saja melainkan dari parasnya.
Fiona langsung menyipitkan matanya berusaha melihat pria yang duduk di bangku sedang menunggu nomor antrian neneknya di panggil.
"Gimana?" tanya Andini berusaha meminta pendapat Fio.
"Fio, Fiona Navarin!!!" Andini langsung menggoyangkan tubuh Fio yang sedari tadi melamun.
"Akh iya apa din?" tanya Fiona karena dia terkejut dengan orang yang dia lihat.
"Kamu terpesona? Sampai kamu tidak fokus." ucap Andini.
"Akh aku hanya merasa tidak asing." Fiona langsung berjalan dan masuk keruangannya.
"Fio??? Anak itu kenapa jadi salah tingkah?" Andini merasa heran dengan tingkah Fiona.
***
Fiona Pov
Mati aku kenapa bisa kita bertemu lagi?? Aduh bahkan aku masih malu kejadian dulu waktu kecil.
Tok Tok Tok Tok
Aku langsung terkejut karena aku yakin Andini membawa salah satu pasien. Aku langsung mengatur detak jantungku dan membenarkan posisi duduk.
"Ehem masuk." perintahku lalu Andini dan seorang pasien tentunya dengan seorang pria itu adalah.
"Silahkan nek masuk." Andini mempersiahkan masuk lalu aku berdiri dan menghampiri nek Sumi.
"Nak Fio apa kabar?" sapa nek Sumi sambil memelukku.
"Baik nek, justru harusnya Fio loh yang nanya kabar nenek, mari duduk." lalu nek Sumi duduk dan Andini langsung mengecek tensi darah nek Sumi sedangkan aku langsung mengecek data kesehatan nek Sumi.
"Nek, darahnya normal sepertinya nenek sedang bahagia." ucap Andini.
"Jelas cucu nenek sekarang tinggal dirumah nenek." ucap nek Sumi dan aku menatap dan kembali mengecek.
"Nenek sekarang berbaring biar Fio yang periksa." aku langsung mulai memeriksa nenek.
Lalu aku mulai memeriksa nenek meski aku gugup karena dia terus menatapku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Romantic Love {Arvan's Story}
Aléatoire[Life story from Arvan, New Generation] Arvandy Putra Syazwan, anak tiri dari Gibran Al-Malik Syazwan. Setelah menyelesaikan pendidikannya dia memilih tinggal bersama nenek dari ayah kandungnya. Fiona Navarin, dokter cantik adik dari Efelyn yang...
