Romantic Love 12

1K 42 0
                                        

Author Pov

Fiona berdiri menunggu Arvan, malam ini dia sangat lelah karena banyak pasien yang berobat terlebih dia tugas shift pagi.

"Masih lama engga??? Aku udah capek banget." keluh Fiona. Lalu tidak lama sebuah mobil datang dan senyum Fiona mengembang karena dia tau itu adalah mobil Arvan.

"Fiona maaf aku telat." ucap Arvan setelah keluar dari mobil dan menghampiri Fiona.
"Engga apa-apa kok Ar." Fiona kembali tersenyum lelahnya langsung hilang ketika melihat Arvan.

"Kak Fioooooo." seseorang melambaikan tangan didalam mobil.
"Kamu dateng sama Rein????" tanya Fiona.

"Iya, mulai malam ini dia akan tinggal bersamaku dan nenek." mendengar itu hati Fiona kembali panas. Dia tidak ingin Rein terlalu dekat dengan Arvan, tapi dia tidak bisa bilang apa-apa atau protes pada Arvan.

"Sayang kenapa bengong??" Arvan menepuk pelan pundak Fiona.
"Aku hanya lelah aja." jawab Fiona. Lalu Arvan tersenyum dan mengelus lembut rambut Fiona.

"Ayo katanya lelah." Arvan menggandeng lenganku menuju mobilnya.
"kak Fio, boleh ya aku didepan." pinta Rein dan aku hanya bisa tersenyum meski dalam hati aku ingin marah. Ya tuhan kenapa dengan perasaaanku? kenapa aku yakin kalau Rein itu menyukai Arvan seperti seorang wanita pada seorang pria.

"Fio?" aku kembali terhenyak, karena Arvan duduk disampingku.
"A-apa Ar?" tanyaku dengan gugup.
"kamu baik-baik aja?" pertanyaan Arvan hanya aku jawab dengan senyuman. Arvan membalas senyumanku dan dia keluar dari mobil dan duduk di kursu kemudi,

Sepertinya aku harus bicara dengan Arvan, walau bagaimanapun ini sangat tidak nyaman. Aku tidak mau terus-menerus berfikiran tidak baik.

****

Setelah berusaha menahan diri, akhirnya aku bisa bernafas lega karena aku sudah ampai dirumah dinasku.

"Weekand nanti kamu kerumah ya?" tanya Arvan

"Ada apa memangnya?" aku bingung dan malah balik bertanya.

"Mulai malam ini Rein tinggal denganku, dan weekand nanti Aunty  Dea dan Uncle RAma mau kesini, orang tuaku juga akan kesini." Arvan kembali tersenyum menampilkan deretan gigi rapihnya.

"baiklah, aku mau." akhirnya aku menjawab, terlebih aku sangat rindu dengan aunty Dea dan uncle Rama.

****

Ini kali pertama aku bertemu dengan keluarga Arvan setelah perubahan statusku menjadi kekasih Arvan, gugup? pasti!! Karena aku akan bertemu dengan Bu Arum dan Pak Gibran.
"Kamu akhir-akhir ini sering melamun?" Aku hanya menghela nafas ketika Andini bertanya seperti itu padaku. Apa aku harus bicara pada Andini tentang pikiran konyolku itu.

"Ada apa Fio?" Andini duduk disampingku dan entah kenapa aku langsung memeluknya.

"Apa boleh aku punya fikiran curiga? Apa boleh aku cemburu? Apa boleh aku melakukan itu Din?" aku langsung memberikan rentetan pertanyaan.

Andini melepaskan pelukanku dan dia menatapku heran.
"Ada apa Fio??? Coba kamu cerita." aku menarik nafas dan mulai menghapus air mataku.

"Kamu tau Rein sepupu Arvan???" ranyaku

"Iya aku tau."

"Akhir-akhir ini dia datang ke Jogja untuk kuliah. Tapi Din kenapa aku berfikir kalau Rein cinta sama Arvan."

Mendengar perkataanku kening Andini langsung berkerut.

"Fiuuh sudahlah aku harus keluar pasti sebentar lagi Arvan akan datang." aku langsung beranjak dari dudukku.

Romantic Love {Arvan's Story}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang