Romantic Love 9

1.1K 42 0
                                        

Author Pov

Mereka saling melempar senyum, meski canggung dengan hadirnya Fero tapi tidak menurunkan kadar kebahagiaan mereka.

"Kamu tau Ar, tadi waktu aku ke kantor kamu. Mau ketemu kamu tuh susah banget, harus inilah itulah." keluh Fiona. Mereka selesai makan malam dan Arvan mengantar Fiona pulang.

"Masa??? Lebih sulit mana kamu ketemu aku di kantor atau aku menunggu jawaban kamu selama seminggu???" mendengar ucapan Arvan wajah Fiona kembali memerah.

"Maaf."

"Tidak usah minta maaf, Fiona sayaaaang." Arvan memeluk Fiona lagi.

"Arvan, kamu meluk aku jadi hobi sekarang???" keluh Fiona.
"Engga boleh????" Arvan melepas pelukan nya dan berlagak merajuk.

"Hmmmm bukan gitu Ar."

"Lalu??" kini Arvan bersikap kekanak-kanakan.

"Fiuuuuh, aku malu Ar. Kamu itu apa-apa peluk, dikit-dikit meluk.Mending sekarang engga ada orang, gimana kalau kelepasan didepan banyak orang?" mendengar ucapan Fiona membuat Arvan berfikir.

"Hmmm ada benar nya juga, baiklah Fiona sayaaaaang. Aku akan berusaha menahan diri untuk tidak memelukmu sembarangan." Arvan memegang kedua pipi Fiona dan menekannya hingga bibir Fiona mengerucut.

"Good night." Arvan langsung mengecup kening Fiona lalu berjalan masuk kedalam mobilnya.

"Mimpiin aku ya???" mobil Arvan melaju meninggalkan Fiona yang membatu melihat tingkah Arvan.

"Arvan itu mirip siapa????" ucap Fiona heran melihat tingkah Arvan. Dia memang terbilang pria romantis, meski tidak membawakan bunga, coklat atau boneka. Perlakuan Arvan lah yang romantis, dia bahkan membuat Fiona jatuh hati ketika dia masih kecil. Sungguh konyol dan tudak masuk akal.

"Tapi aku mencintaimu Arvan." Fiona langsung tersenyum dan masuk kedalam rumah.

"Fio besok kamu gantiin aku din-" ucapan Poppy terpotong ketika melihat ekspresi Fiona yang seperti kurang waras.

"Temen kamu kenapa Din???" tanya Poppy pada Andini.
"Lagi jatuh cinta." jawab Andini.

"Apa??? Jangan-jangan???"

"Betul." ucap Andini dengan mantap.

"Wuaaaah tadinya aku mau gebet cucunya nek sumi. Ekh malah kecolongan sama Fiona." ucap Poppy.
"Ekh boneka Poppy mereka itu kenal dari kecil."

"Masa???" tanya Poppy tidak percaya.

"Bodo." ucap Andini sambil melengos pergi kekamar Fiona.

+++++++++++++++++++++++++++

Hubungan Arvan dan Fiona sangat berjalan mulus. Mereka diliputi kebahagiaan yang tiada tara.
"Fer kenapa kamu tidak tinggal disini aja sama aku?" tanya Fiona pada Fero. Tugas dia sudah selesai karena sudah sebulan dia membantu perusahaan Arvan.

"Pekerjaan aku banyak yang tertinggal Fio." ucap Fero. Mereka sedang di bandara.
"Iya aku bisa minta uncle Rama buat ngizinin kamu kerja bersamaku." ucap Arvan.

"Engga usah mas makasih, jaga Fiona ya mas saya nitip." ucap Arvan.
"Aku emangnya barang di titipin." Fiona langsung cemberut dan membuat Arvan gemas, kalau saja tudak ada Fero mungkin dia sudah mencubit pipi Fiona.

"Terserah kamu aja Fio." Fero tidak mau terus berdebat dengan Fiona.
"Aku berangkat dulu mas, Fio." pamit Fero.

"Hati-hati." ucap Arvan dan Fio bersamaan.

Setelah Fero menjauh, Arvan langsung  memegang tangan Fiona.

"Apa-apaan ini???" tanya Fiona kaget karena tiba-tiba Arvan menggenggam tangannya.

Romantic Love {Arvan's Story}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang