Part 6

1.7K 191 10
                                    


Author pov*

"Aku akan bicara pada appa dan eomma apa yang telah kita lakukan". Tekad jungkook meski telah melihat kondisi yeri yang masih tak bisa menerima perbuatannya.

"Mengapa kau masih saja tak mengerti?". Kesal yeri beranjak dari duduknya bersiap untuk perang mulut dengan jungkook.

"Kau yang tak mengerti yeri, aku yakin kau bukan adik kandungku, itu sebabnya aku berani mengambil resiko besar ini". Jelas jungkook tapi yeri malah menggeleng tak mau mendengarkannya.

"Baiklah kalau kau tak mau mengerti, aku akan membuatmu mengerti Kim yerim". Jungkook keluar dari kamar yeri, mencari keberadaan tuan dan nyonya kim.

Sebelum jungkook melangkah lebih jauh, yeri terlebih dahulu menahan dan kembali membawanya ke kamar.

"Tolong jangan lakukan itu, kau hanya akan menghancurkan perasaan mereka da-".

"Dan kau lebih memilih untuk menghancurkan perasaanmu sendiri, begitukah Kim yerim?". Potong jungkook sembari menepis tangan yeri.

"Jangan bicara pada mereka, kumohon". Pinta yeri membuat jungkook melemah akan permohonan yeoja itu.

"Baiklah, tapi aku mau kau menjadi yeojachinguku". Ucap jungkook menatap yeri yang menunduk lalu tak lama mengangguk menyetujui permintaan dari jungkook.

Jungkook memeluk tubuh yeri erat, melimpahkan kebahagiaannya karena telah mendapatkan yeoja yang ia cintai.

Tokk..tokk..tokk..

"Yerim-a...". Panggil nyonya kim pada putrinya, spontan yeri melepas pelukan jungkook dan meminta namja itu untuk bersembunyi didalam kamar mandinya.

Tapi jungkook tampaknya tak setuju dengan yeri, ia lebih memilih membukakan pintu untuk nyonya kim dan membiarkan yeoja paruh baya itu melihat mereka.

"Apa yang kau lakukan di kamar yerim?". Tanya nyonya kim pada jungkook yang hanya menatapnya datar tanpa berniat menjawab pertanyaan ibunya itu.

"Jungkook..".

"..jeon jungkook..".

Jungkook berlalu keluar dari kamar yeri dan masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan panggilan dari nyonya kim.

Nyonya kim beralih pada yeri sekarang. "Bisa eomma dengar penjelasan darimu?".

"T-tadi Jungkook oppa ha-hanya mau meminjam ponselku, ponselnya mati dan dia ingin menghubungi salah satu temannya". Jawab yeri dengan nada sebiasa mungkin tapi nyonya kim tau bahwa putrinya tengah berbohong.

"Jangan membohongi eomma yerim". Nyonya kim sedikit meninggikan suaranya untuk memaksa yeri bicara jujur.

Tapi sebelum itu terjadi, tiba-tiba saja jungkook masuk dan memaksa nyonya kim tak melanjutkan ucapannya.

"Ini ponselmu, gomawo". Ucap jungkook menyerahkan ponsel yeri lalu kembali pergi.

Nyonya kim yang melihat itu hanya bisa diam, jungkook sepertinya memang benar-benar meminjam ponsel yeri, itu yang dipikirkan nyonya kim.

"Mianhe, kalau begitu cepat bersihkan tubuhmu lalu kita makan bersama". Ucap nyonya jeon lalu meninggalkan yeri didalam kamarnya dengan helaan nafas lega.

Yeri mengetikan pesan untuk jungkook. 'Terima kasih telah membantuku'.

Author pov end*

Jungkook pov*

From: Jeon yerim

Terima kasih telah membantuku.

Only Tears (Slow Update) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang