Yeri pov*
"Yeri-a...apa kau masih mencintai jungkook?". Tanya yugyeom, mengapa dia tiba-tiba menanyakan soal itu.
"Itu bukan urusanmu yugyeom-ssi". Jawabku datar berlalu masuk ke dalam rumah, tanpa memperdulikannya yang sepertinya masih berdiri ditempat.
Aku melangkah menuju kamarku, namun langkahku terhenti ketika melihat seorang yeoja duduk bersama kedua orangtuaku.
"Annyeong haseo, Lee jieun imnida". Sapa yeoja cantik dengan senyum manis membungkuk memperkenalkan dirinya.
"Oh annyeong, Kim yerim imnida". Sapaku sembari tersenyum padanya, tapi ada hal lain yang membuatku bertanya-tanya dalam hati.
Mengapa yeoja ini ada disini? Apa memang memiliki urusan dengan eomma dan appa?
"Eomma, appa, yerim masuk dulu". Pamitku sebelum kembali melanjutkan langkahku menuju kamar.
"Jieun-a, kau harus bisa membuat jungkook jatuh cinta padamu".
Deg
Langkahku melemah, entah mengapa aku menjadi sulit berjalan setelah mendengar ucapan dari eomma untuk yeoja itu.
Aku berusaha menaiki tangga selanjutnya meski dengan langkah pelan.
"Tapi ahjuma, ahjusi, mengapa kalian memaksa jungkook untuk menyukaiku? Apa ada masalah dengannya?". Tanya yeoja bernama jieun itu membuatku kembali terdiam, sepertinya aku harus menguping pembicaraan mereka karena aku sudah sangat penasaran.
"Alasannya adalah jungkook mencintai adiknya sendiri".
Aku membungkam mulutku dengan tanganku sendiri, aku benar-benar tak percaya eomma memiliki rencana seperti itu untuk memisahkan kami berdua.
"Jadi jungkook mencintai yerim?".
Aku berjalan cepat menuju kamarku dan menguncinya dari dalam, mengapa harus seperti ini?
Aku tau kami salah, kami kakak beradik tapi malah saling mencintai layaknya sepasang kekasih tapi apakah keputusan mereka tak keterlaluan pada jungkook.
Dia pasti takkan menerima ini.
🌸🌸🌸
Keesokan paginya....
Aku berjalan lemas menuju meja makan untuk sarapan bersama eomma dan appa seperti biasanya.
"Yerim-a, ucapkan salam pada pamanmu". Ucap eomma membuatku beralih menatap pada sosok yang tak kusadari dari tadi.
"Annyeong haseo". Sapaku sembari membungkukkan tubuhku sopan.
Kami pun menyantap sarapan yang telah tersedia diatas meja makan.
Setelah merasa cukup kenyang, aku berpamitan pada kedua orangtua dan pamanku untuk pergi ke kampus.
Karena jungkook tak ada disini itu berarti aku akan pergi ke kampus dengan menaiki bus.
Aku berjalan lemas menuju halte bus, entah mengapa aku merasa sangat hampa saat ini.
Tin...tin...tin...
Aku berbalik untuk melihat siapa yang terus membunyikan klaksonnya itu.
"Adik naiklah, kita berangkat bersama".

KAMU SEDANG MEMBACA
Only Tears (Slow Update)
FanfictionSequel dari Bad guys (JUNGRI ver) Jeon jungkook tak pernah menyangka, ia akan kembali bertemu dengan adik sekaligus yeoja yang dicintainya beberapa tahun yang lalu bahkan hingga saat ini. Kim yerim kembali dari cina setelah dua tahun meninggalkan ko...