Yeri pov*"Dia sangat tidak sopan, jangan bergaul dengannya lagi yeri". Ucap jungkook sambil menarik pergelangan tanganku menjauh dari mark.
"Yakk kau tak berhak mengatur hidup yeri, ahjusi". Ucap mark dengan nada dan ekspresi polosnya membuatku hampir saja tertawa lepas.
"Mwo? Ahjusi, wajah tampanku yang imut ini kau panggil ahjusi, dasar bocah ingusan". Timpal jungkook dengan nada tak suka tapi terdengar lucu bagiku.
"Ahjusi, aku tak tau yeri ternyata mempunyai kakak sepertimu tapi aku minta maaf karena tak sopan padamu tadi, tolong biarkan aku tetap berteman dengan yeri". Ucap mark memohon sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Dasar so imut, jangan pasang muka seperti itu, terlihat menjijikan".
Aku tersenyum melihat keduanya yang cepat sekali akrab, bahkan sekarang aku malah menjadi obat nyamuk diantara mereka.
"YERI-a....". Panggil seorang yeoja dengan suara cempreng khasnya membuatku, jungkook dan mark meliriknya.
Kim saeron, sahabatku saat SMA.
Aku menyambutnya dengan pelukan, ia terlihat sangat merindukanku dan aku senang bisa mengobati rasa rindunya sekarang.
"Yeri-a, mengapa tak bilang padaku kau juga akan berkuliah disini? Kalau kau beritahu aku pasti akan membuat pesta penyambutan yang meriah untukmu". Ucap saeron antusias sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.
Aku terkekeh mendengarnya bicara panjang lebar seperti itu, rasanya hari ini aku sangat bahagia berada ditengah-tengah orang-orang yang kusayangi.
"Sstt yeri-a, siapa namja imut itu". Bisik saeron sambil menatap ke arah namja yang kini tengah berbicara dengan jungkook.
Aku tersenyum padanya. "Kau menyukainya?".
Saeron mengangguk pelan tanpa memalingkan wajahnya dari mark. "Siapa namanya?".
"Mark, namanya Mark lee". Jawabku yang hanya ia angguki beberapa kali, dia masih saja fokus memperhatikan mark.
"Hei kalian, sedang apa disana?".
Dosen.
Bagaimana ini? Kami berkumpul disini saat jam pelajaran, dasar pabbo bahkan aku lupa kelas masih berlangsung sekarang dan yein pasti mencemaskanku.
"Yeri-a, pulang kuliah kita bertemu". Bisik jungkook lalu segera berlari menuju sebuah lorong dan menghilang dibalik sebuah pintu yang kurasa itu adalah kelasnya.
"Aku ke kelas sekarang, annyeong". Pamitku pada mark dan saeron berjalan cepat menuju sebuah kelas.
Pulang kuliah.
"Yeri-a, bukankah kau ingin ke toko buku?". Tanya yein saat aku tengah berkemas untuk pulang.
Astaga aku lupa, aku dan yein berencana untuk ke toko buku hari ini dan jungkook dia juga memintaku bertemu dengannya setelah ini.
Apa yang harus kulakukan?
"Ayo cepat yeri, nanti kau kehabisan bukunya". Ajak yein terburu-buru sembari menarik pergelangan tanganku agar berjalan cepat bersamanya.
Kami berada di parkiran sekarang dan yein, ia malah membawaku kehadapan jungkook.
"Jungkook oppa, bisa antarkan kami?". Pinta yein membuat mataku membulat dan segera menatapnya untuk meminta penjelasan.
Bukannya menjawab, jungkook malah menatapku. "Aku sibuk".
Yeri pov end*

KAMU SEDANG MEMBACA
Only Tears (Slow Update)
FanfictionSequel dari Bad guys (JUNGRI ver) Jeon jungkook tak pernah menyangka, ia akan kembali bertemu dengan adik sekaligus yeoja yang dicintainya beberapa tahun yang lalu bahkan hingga saat ini. Kim yerim kembali dari cina setelah dua tahun meninggalkan ko...