Yeri pov*"AKU MENCINTAIMU, KIM YERIM". Teriaknya tanpa takut jatuh sedikitpun.
Kukembangkan senyumku sesaat setelah mendengarnya, entahlah tapi itu terdengar manis di telingaku.
"Turunlah, nanti kau jatuh". Pintaku mendongkak padanya sembari mengulurkan tanganku.
"Oh tidak, aku akan terjatuh".
Spontan aku memeluk kakinya karena melihat tubuhnya tak seimbang dan itu membuatku takut dia benar-benar akan terjatuh, tapi dia malah menertawaiku sekarang.Dengan kesal kulepas pelukanku lalu berjalan mundur.
"Bagaimana kalau aku melakukan ini?". Tanya jungkook mengangkat satu kakinya lalu menyeimbangkan tubuhnya dan berdiri dengan satu kaki.
"Jangan lakukan itu pabbo, turun sekarang". Teriakku kesal, dia terus saja bercanda sementara aku benar-benar mengkhawatirkannya.
"Turun sekarang, jika kau mati nanti aku yang dituduh mendorongmu". Celotehku dengan alasan yang malah membuatnya semakin menertawaiku.
"Bukankah kau minta aku turun, karena kau tak mau kehilanganku?_". Ucapnya dengan senyuman piciknya.
"_katakan kalau kau mencintaiku juga, maka aku akan turun".
Lelucon macam apa ini.
"Aku tak perduli kalau begitu". Kulangkahkan kakiku menuju pintu tapi tak lama teriakan jungkook mampu membuatku tersentak.
Ketika aku menoleh, jungkook sudah tak ada ditempatnya.
"YAKK JEON JUNGKOOK". Spontan aku berteriak karena takut terjadi sesuatu padanya.
Aku takut kehilangannya.
Dia benar, aku memang takut kehilangannya.
Kucoba untuk melihat ke bawah, tapi aku tak menemukan tubuh jungkook tergeletak atau pun kegaduhan yang seharusnya terjadi jika ada yang terjatuh dari sini.
.
Grep~
.
Seseorang memelukku dari belakang dan itu sukses membuatku terlonjak kaget.
Jungkook?
Kau kah itu?
Aku tau, ini aroma milik namja itu.
"Kau baru menyadari bahwa aku sangat berharga bagimu hmmm?". Tanyanya semakin mempererat pelukannya, dapat kurasakan hembusan nafasnya diceruk leherku.
.
Cup~
.
Jungkook mencium pipiku lalu melepas pelukannya untuk beralih menggenggam tanganku.
Kami berdua duduk dipembatas rooftop, awalnya aku takut tapi jungkook terus menggenggam tanganku seolah meyakinkan diriku bahwa aku aman bersamanya.
"Aku tak mau hari ini berakhir dengan cepat, kau tau? Aku ingin kau terus berada disampingku". Ungkapnya membuatku sedikit merasa bahagia.
"Tapi mengapa kau tak mau berada disampingku?". Tanyanya mampu membuatku menatapnya.
"Katakan padaku, kita berdua salah apa? Kita bertemu dan saling jatuh cinta, tapi mereka bilang bahwa kita kakak beradik, seolah-olah hanya kita berdua yang salah disini". Ucapnya dengan segala kesedihan dan kekecewaannya.
"Katakan padaku bahwa kau akan tetap berada disampingku". Pintanya yang sulit untukku jawab.
"Aku akan tetap berada disampingmu". Jawabku akhirnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Only Tears (Slow Update)
FanfictionSequel dari Bad guys (JUNGRI ver) Jeon jungkook tak pernah menyangka, ia akan kembali bertemu dengan adik sekaligus yeoja yang dicintainya beberapa tahun yang lalu bahkan hingga saat ini. Kim yerim kembali dari cina setelah dua tahun meninggalkan ko...