Part 3

2.4K 238 11
                                    


Author pov*

Sinar mentari membuat jungkook terbangun, ditambah lagi dering ponselnya yang keras itu mampu memekakan telinga.

"Aish, pasti jb hyung yang memasang dering ini diponselku". Oceh jungkook dengan kedua masih tertutup rapat meraba-raba ponselnya yang berada diatas nakasnya.

"Yoboseyo".

"Ini hyung, kau masih diatas ranjangmu kan pangeran muda?".

"Ah, suho hyung? Ada apa? Mengapa menelpon sepagi ini?"

"Pagi? Ini sudah jam 11 pabbo, cepat turun dari ranjangmu dan jangan bermalas-malasan".

"Tapi hari ini aku hanya masuk sore hyung, biarkan aku tidur sekarang".

"Kalau begitu aku tak akan membelikamu oleh-oleh".

"Yakk hyung jangan begitu, baiklah aku bangun sekarang".

"Jadi, apa yang kau inginkan pangeran muda?".

"Boleh aku minta iphone baru hyung?".

"Bukankah iphone milikmu itu keluaran terbaru ya? Jangan-jangan kau rusak lagi ya?".

"Hehehe ne hyung, mian".

"Ck dasar, baiklah akan kubelikan untuk adikku yang manis ini".

"Gomawo hyung".

Jungkook menutup ponselnya dan tersenyum, ia melirik ke sebelahnya.

"Ah aku lupa, jb hyung ada di cina sekarang".

🌸🌸🌸

Jungkook mengendarai mobilnya menuju kampus, di parkiran ketiga temannya telah menunggu.

"Jungkook oppa...". Sapa yein seperti biasanya, dengan jeritan khasnya membuat keempat namja itu segera menutup telinganya.

"JUNG YEIN, Bisakah kau tak berteriak sehari saja?". Bentak jaehyun pada adik perempuannya itu.

"Ah, yeri-a...kau sudah datang".

Keempat namja itu melirik yeoja yang dipanggil oleh yein itu, yeoja cantik yang kini berjalan menghampiri mereka.

"Annyeong haseo?". Sapa yeri pada mereka dengan ukiran senyum manisnya.

"Ayo ke kelas". Ajak jungkook berjalan lebih dulu yang diikuti oleh ketiga kawannya itu.

"Jungkook".

Suara seorang yeoja paruh baya membuat jungkook menghentikan langkahnya.

"Eomma...". Gumam jungkook, perlahan ia membalikan tubuhnya menghadap ke sumber suara.

Yeoja yang jungkook panggil oemma itu tersenyum, berjalan perlahan kearahnya lalu memeluknya dan mulai menangis.

"Eomma merindukanmu jungkook-a".

Jungkook merasa nyaman dalam pelukan yeoja itu, dengan perlahan ia membalas pelukannya.

"Yeri, bukankah dia eommamu? Mengapa dia menyebut jungkook oppa anaknya?". Tanya yein berbisik pada yeri yang tersenyum.

"Karena dia memang anaknya". Jawab yeri beralih menatap kedua ibu dan anak yang masih berpelukan rindu itu.

Only Tears (Slow Update) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang