Repost~
Warning ⚠ plagiat get fvcking away in here :) saya tidak ridho dunia akhirat :*
************
Naeun dengan was-was menaruh semua kantung belanjaannya. Baju lengan panjangnya ia tarik sampai sikut. Matanya masih mengawasi tiga pereman yang ada di depannya.
"Huh segitu saja kesakitan!" Ejek Naeun membuat tiga pria di depannya menatap galak seperti ingin menghabisi Naeun sekarang juga. Tapi itu tidak mungkin karna tuannya menyuruh mereka membawa Naeun bukan membunuhnya.
"Yang benar saja kalian mau mengkroyok seorang prempuan yang hanya sendiri." Desis Naeun tidak suka.
"Kau terlalu cerewet nona. Ikulah dengan kami menemui Tuan kami." Ucap salah seorang preman yang berperawakan paling tinggi.
"Kau menyuruhku menemui tuan mu? Kenapa tidak tuan mu sendiri yang menemuiku?" Ucap Naeun melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Jangan berbelit nona. Ikutlah maka kami tidak akan memaksa dengan tindakan kasar nona." Ucap pria yang sempat tadi Naeun lempar dengan kaleng ikan.
"Ck! Keras kepala. Siapa tuan mu? Beritahu padanya jika mau bertemu denganku maka temui saja aku tidak usah menyuruh orang lain untuk menyeret ku! Payah." Ejek Naeun menatap tajam para preman tersebut.
Salah seorang preman yang berbadan kecil dari yang lainnya melangkah mendekati Naeun yang masih menatap tajam gerak-gerik para preman tersebut.
"Kau membuat kami menunggu lama nona." Ucap si preman dan menarik lengan kanan Naeun dari samping tubuhnya. Dengan santai Naeun mengejek preman tersebut. Perlahan dengan pasti tangan yang di cekal preman tersebut mencekal balik lengan si preman dan memutarnya ke belakang membuat si preman terpekik dan membelakanginya. Cekalannya semakin kencang, kaki Naeun tak tinggal diam ia menendang belakang tempurung lutut membuat si preman terjatuh.
"Huh kalian membuatku jengkel." Sinis Naeun dan ia langsung mencekal krongkongan melalu leger si preman yang mulai terbatuk karna cekalan Naeun.
"Sekarang ikuti semua kata-kata ku, atau orang ini mati di hadapan kalian!" Ancam Naeun membuat preman yang lain mengejek Naeun.
Naeun yang sudah tak tahan langsung menendang kepala si preman yang ada di hadapannya membuat si preman tersungkur dan tak sadarkan diri.
Satu beres.
Naeun membenarkan ikatan rambutnya. Ia mengepalkan kedua lengannya dengan jari tengan yang sedikit terangkat. Saat satu preman berlari menghampirinya refleks Naeun menusuk bagian bawah tulang rusuk si preman membuatnya merintih kesakitan. Demi apapun itu adalah tempat kelemahan setiap manusia. Tidak ada salahnya ia belajar beladiri sejak kecil. Situasi seperti ini sangat lah mudah.
Saat preman itu masih merintih memegangi tulang rusuk bagian bawah Naeun dengan cekatan menusuk leher si preman dengan kaki bagian luar.
Dua beres.
Karna matanya yang melirik para preman yang sudah tumbang Naeun kecolongan ia terkena pukulan di bagian pipi kirinya. Naeun menyekat darah kental yang mengalir. Ia kesal sungguh sangat kesal.
Naeun dengan pintar mengalihkan fokus si preman yang tadi menghajarnya dengan tangan kanannya yang ia tusukan ke arah samping membuat mata si preman mengikuti arah tangannya dan langsung Naeun menendang selangkangan si preman membuat preman itu ikut merintih seperti teman-temannya.
"Jangan pernah menemuiku, selain Tuan kalian sendiri yang menemui ku!" Ucap Naeun dengan tegas dan mengambil kantong belanjaannya melangkah terburu-buru mencari taxi.
-----
Krystal terduduk lemas menatap ponselnya. Ada apa dengan Leo yang tiba-tiba pergi dan hanya mengabari lewat pesan singkat. Tanpa pikir panjang krystal menghubungi Junmyeon sang kakak ke dua.
"Yeboseo."
"Wae stal?"
"Oppa, apa Leo oppa mengirimkan Padamu juga?"
"Ya, aku sudah menghubungi mu dari tadi pagi."
"Maaf ponselku mati."
"Yasudah. Tak perlu di pikirkan mungkin Leo hanya ingin memiliki kehidupan bebas. Kau tau waktunya ia gunakan hanya untuk kita, jadi aku tidak bisa mencegah apa yang ia inginkan."
"Tapi mengapa mendadak oppa?"
"Entahlah kryst kau tenang saja."
"Iya oppa."
"Gimana kabarmu dengan Sehun apa kalian baik-baik saja."
"Ya aku baik-baik saja."
Tanpa sadar krystal dan Junmyeon trus saja menghabiskan setiap waktu mereka dengan cerita-cerita aneh Junmyeon yang membuat krystal tertawa. Sehun yang berada di sebelahnya menggeram tidak suka karna sendari tadi ia di cueikin oleh krystal. Rasakan itu oh Sehun!
"Apa sangat menyenangkan." Celetuk Sehun tidak suka matanya melirik-lirik krystal yang masih saja tertawa dengan ponsel yang di tempelkan di sebelah telinga kirinya.
"Kau cantik jika tertawa seperti itu." Sehun mendesah pasrah ia kembali mencuri-curi pandang ke sampingnya menatap sang istri yang masih terus senyum-senyum manja. Membuat panas saja.
"Gila!" Geram Sehun tapi tetap tak di gubris oleh krystal yang tetap asik dengan ponsel dan seseorang di sebrang sana yang Sehun ketahui kakak iparnya sendiri. Menyebalkan.
Kau yang gila Oh Sehun! Oh sunggu aku sebagai pembaca ingin sekali memaki-maki mu Sehun yang tak pernah peka terhadap perasaanmu sendiri. Ada apa dengan mu Sehun? Kau sepertinya membuat jurang kesakitan sendiri untuk dirimu. Bukankah sangat mudah untuk menyatakan bahwa dirimu Oh Sehun yang telah menghamili krystal Jung yang sekarang istrimu sendiri. Dan semua orang tahu jika hati mu sudah terbuka untuk istrimu sendiri tapi ego diri seorang Oh Sehun sangatlah sialan!
Bajinga.
Sehun yang sudah gerah akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar. Ia menuruni tangga berjalan ke arah dapur. Tangannya ia ulurkan untuk membuka pintu kulkas dan mengambil sebuah kaleng soda yang sangat dingin menusuk kulit telapak tangannya.
Sehun terduduk di sofa ruang keluarga ia menyalakan televisi dan membuka minuman tersebut lalu di teguknya sampai tandas.
Matanya lurus menatap sebuah acara yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi favoritnya. Tapi pikirannya hanya satu tertuju pada sosok sang Istri yang dari kemarin memenuhi pikirannya membuat dirinya tidak ingin jauh-jauh dari sang ratu rumah yang ia tempati.
Sebuah suara pintu tertutup dari arah ruang tamu membuat Sehun menoleh menyapa seorang pria berperawakan sepertinya sedang melangkah mendekatinya.
"Ada apa lagi?" Tanya Sehun agak sinis, ia masih tidak suka denga Daehun yang mengajak istrinya berkencan.
Daehun terkekeh menatap Sehun yang sedang menatapnya dengan sangat sinis. "Santai dude." Ucapnya sembari mengacak rambut Sehun. Membuat Sehun merenggut, menggerutu, memaki Daehun. Sudah sangat komplit.
Daehun hanya Tertawan dan melangkah meninggalkan Sehun menuju ruangan yang sempat ia pakai untuk tidur. Daehun menyeret kopernya yang berwarna biru keluar dari kamar tamu. Ia menaruh kopernya di hadapan Sehun.
"Bagaimana keadaan krystal?" Tanya Daehun sembari menekan pegangan koper agar turun.
"Untuk apa kau mengetahuinya?" Tanya Sehun tudak suka dengan Daehun yang sangat perhatian pada krystal.
"Karna aku kakak iparnya." Ejek Daehun disertai tawaan ringan.
TBC.
Sehun kayanya udah lope lope dehh hoho 😆
Makasih votmennya 💕💕
KAMU SEDANG MEMBACA
Endless love [Repost]
Fanfic~20200507 #1 Sestal. ~20183012 #1 Sestal. WARNING! SESTAL AREA. Cerita pertama saya,alurnya mungkin acak acakan dan banyak sekali Typo. ⚠don't copast ⚠ benar-benar dari pemikiran saya sendiri❗️ Plagiat jauh-jauh sana. Saya tidak ridho dunia akhir...
![Endless love [Repost]](https://img.wattpad.com/cover/114555303-64-k540628.jpg)