Repost~
Hai gaizzz. Gimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Jaga kondisi tubuhnya ya teman-teman♥️ aku sayang kalian 💋
°°°°°°°°°
"Bagaimana bisa kalian kalah dengan seorang wanita!" Bentak Kai membuat para anak buahnya merenggut ketakutan.
"Bodoh!" Teriaknya dan membanting vas bungan yang ada di dekatnya. Ketiga anak buahnya terlonjak tanpa bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa berdoa dalam hati agar Kai tidak berniat untuk mencelakakan keluarganya.
Kai mengusap rambutnya ke belakang ia harus menemui Naeun sekarang juga. Kai membanting pintu gudang itu dengan kencang. Ia melangkah memasuki mobil sport birunya dan menjalankannya dengan kecepatan penuh.
Sesekali matanya menatap ponsel genggam dengan layar yang menujukan arah yang harus Kai lewati untuk menemui Naeun.
Kai memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia keluar dari mobil dengan kemeja yang agak berantakan dengan santai ia merapihkan kemejanya sambil mengawasi kawasan tersebut.
Kakinya menaiki anak tangga untuk sampai ke rumah Naeun yang berada di rooftop sebuah bangunan toko roti.
Tangannya dengan tidak sabaran mengedor-gedor pintu bercat hijau membuat seseorang di dalam sana berteriak menggeram.
"Siapa?" Naeun mengerenyit melihat sosok Kai yang ia lihat saat membuka pintu rumahnya.
"Kim Jongin kau bisa memanggilku Kai." Ucap kai dengan senyum yang akan membuat siapapun meleleh. Naeun memutarkan bola matanya. "Apa kita pernah bertemu? " tanya Naeun sambil melangkah nenuju tempat duduk.
Kai mengikuti Naeun yang sudah terduduk manis. "Belum, tapi anak buah ku yang bertemu denganmu."
"Oh jadi kau tuan besar mereka." Ujar Naeun terus saja menatap kai menilai penampilan pria yang sepertinya agak arogant menurut pandangan Naeun. "Ada perlu apa?" Tanya Naeun.
"Apa kau benar teman kerja krystal Jung?" Tanya kai membuat Naeun terdiam. Ia terus menatap kai dengan pandangan menyelidik. Apa krystal yang menyuruh orang ini? Pikir Naeun.
"Ya,kenapa?"
"Aku ingin kita bekerjasama. Apa pun yang kau inginkan akan aku berikan." Ujar kai santai.
"Untuk?"
"Memisahakan krystal dari Oh Sehun."
Naeun mengerenyitkan dahinya. Ada apa dengan orang ini.
"Sepertinya aku tidak bisa."
"Bisa kau hanya perlu mengatakan bahwa Sehun yang menghamili krystal."
"Tidak bisa!" Tegas naeun.
"Apapun yang kau inginkan akan aku berikan."
"Mungkin munafik untuk menolak tawaran seperti itu tapi tetap aku tidak bisa. Sudah aku sangat merasa bersalah pada krystal tidak untuk yang kedua kali." Ucap Naeun dan melangkah meninggalkan Kai yang masih diam mengepalkan kedua telapak tangannya sampai buku jarinya memutih.
Baru kali ini seseorang menolaknya selain krystal. Kai menggeram dan meninggalkan kawasan tersebut.
------
Krystal menatap Sehun yang sedang renang di kolam halaman belakang. Ia duduk dan jari lentiknya mengelus-elus perut yang agak membesar. Sehun terus berenang tanpa sadar ada seorang bidadari yang sedang menatapnya.
Krystal menoleh menatap ponsel Sehun yang berbunyi karna sebuah notifikasi. Dengan penasaran krystal membuka ponsel Sehun.
Huh hanya pesan operator. Batin krystal.
Krystal menekan tombol home pada layar ponsel dan terlihatlah wallpaper ponsel Sehun. Hatinya nyeri saat melihat foto Irene yang terpampang jelas di ponsel Sehun.
Kau bodoh krystal. Sehun hanya iba Padamu karna kau sakit. Krystal tersenyum kecut dan meletakan kembali ponsel tersebut dan meninggalkan Sehun.
Ya benar selama ini ia tidak pernah mendengar pengakuan cinta dari mulut seorang Oh Sehun. Jadi kemarin-kemarin untuk apa Sehun sangat perhatian jika akhirnya hati krystal tersakiti kembali.
Krystal mengambil ponselnya yang sudah terisi penuh. Ia membuka beberapa pesan kemudia e-mail. Matanya mengerjap menatap satu pesan yang masuk ke e-mail nya.
"Naeun." Guman krystal dan buru-buru melangkah keluar rumah tanpa berpamitan pada Sehun.
Krystal berjalan menyusuri pinggiran sungai Han mencari sosok Naeun yang baru saja mengirim e-mail untuk bertemu dengan krystal. Krystal akan menanyakan siapa yang sudah menghamilinya.
Krystal terdiam berhenti melangkah ia lelah tak menemukan Naeun atau temannya itu menipu dirinya lagi.
"Sedang menunggu seseorang, Jung Soojung?"suara bariton seseorang membuat Krystal terlonjak kaget menoleh ke samping dan menemukan sosok lelaki yang selalu saja mengejarnya.
"Jongin." Lihir krystal.
"Ya ini aku Soojung." Ucap Kai menatap krystal dengan sangat memuja.
"Berhentilah memanggil seperti itu Jongin." Ucap krystal dingin enggan menatap Kai.
"Aku tidak bisa Soojung." Ucap Kai tersenyum masih memandang krystal.
Mata krystal sudah berkaca-kaca kenapa ia malah bertemu dengan Kai bukannya Naeun. Hatinya sakit saat seseorang memanggil sebutan itu. Sudah cukup ia tidak ingin mendengar nama itu terlebih dari mulut bangsat Kai.
"Soojung." Panggil Kai saat hendak memegang pipi krystal dengan cepat krystal menepis tangan Kai. Kai terkekeh menatap krystal.
"Ada apa dengamu Soojung, aku tak mengenali Soojungku yang seperti ini." Ujar kai.
"Berhenti! Soojung sudah mati sudah terkubur dalam-dalam dengan cinta dan pengkhianatan mu itu!" Ujar krystal dengan dingin dan penuh penekanan di setiap katanya.
"Aku sudah meminta ma," kata-kata Kai terpotong saat tangan krystal dengan keras menampar pipi kanan Kai.
"Buang kata maafmu, aku bukanlah Jung Soojung yang bisa kau bohongi dengan segala perlakuan manismu!" Tegas krystal dan menigalkan Kai. Krystal selalu terjebak dengan janji manis sama halnya sekarang ia terjebak dengan kemanisan Oh Sehun. Kau sangat menyedihkan Jung.
Baru beberapa langkah Kai menarik tangan krystal membuat Krystal jatuh kedalam pelukan Kai begitu saja. Krystal memberontak tapi pelukan Kai semakin erat. Air mata itu jatuh begitu saja. Dengan sisa tenaganya krystal menendang selangkangan Kai dengan lututnya dan berlari saat lelaki itu melepas pelukannya.
Sungguh rasanya sakit. Terlebih ia sakit nyatanya Sehun belum mencintainya.
Krystal menyusuri sebuah pemakaman umum di mana tempat kedua orangtuanya di ke bumikan.
Air matanya tidak henti-hentinya mengalir di kedua pipinya. Isakan mengalun memecahkan keheningan pemakaman.
Semua keluh kesah ia keluarkan untuk membuat pikirannya kembali membaik. Ia terus menangis memperhatikan batu nisan yang tertuliskan nama kedua orang tuanya.
Kepalanya ia rebahkan di atas makam ayahnya, sesekali tangan mungilnya mengusap batu nisan itu.
------
"Apa sudah kau kirimkan?" Tanya Kai saat memasuki mobil sedannya.
Sang asisten yang sedang duduk di bangku pengemudi mengaguk. Membuat kai terseyum setan.
TBC.
Makasih votmennya 💕💕
KAMU SEDANG MEMBACA
Endless love [Repost]
Fanfiction~20200507 #1 Sestal. ~20183012 #1 Sestal. WARNING! SESTAL AREA. Cerita pertama saya,alurnya mungkin acak acakan dan banyak sekali Typo. ⚠don't copast ⚠ benar-benar dari pemikiran saya sendiri❗️ Plagiat jauh-jauh sana. Saya tidak ridho dunia akhir...
![Endless love [Repost]](https://img.wattpad.com/cover/114555303-64-k540628.jpg)