Morgan - 1 (REVISI)

28.5K 1K 11
                                        

Aku hanya duduk termenung dan berdoa
Kapan dia kembali disisiku
Bersama dengan buah cintaku.

Aku menangisi diriku sendiri
Karena karma datang tanpa memberi izin
Waktu demi waktu aku mencarinya
Sampai diriku lelah
Sampai aku menyerah
Sampai aku mati.

Maafkan aku my sugar
Aku telah menyakitimu dengan sangat dalam
Aku sangat berdosa kerena meninggalkanmu bersama buah cinta kita.

Maafkan aku.

- Jon Skarsgard -

***

Bunyi ketukan sepatu pantofel kulit buatan Italia terdengar nyaring, menggema di sepanjang koridor panjang yang sunyi. Aura mengerikan dan dingin seolah menguar dari setiap langkah kaki pria itu. Wajahnya yang tampan dan rupawan—bagaikan pahatan dewa Yunani—kini mengeras, diselimuti oleh kemarahan yang membeku. Kaki panjangnya melangkah dengan tegas dan cepat, melewati beberapa karyawan yang langsung menunduk ketakutan. Tidak ada satu pun yang berani menatap langsung sepasang mata biru yang setajam sembilu itu.

​Langkah pria dingin itu berhenti tepat di depan sebuah pintu kaca besar yang membatasi ruang kerja pribadinya. Tanpa ragu, tangan panjang dan besarnya mendorong pintu kaca tersebut dengan sentakan kasar hingga berdentang keras.

​Pemandangan di dalam ruangan langsung menyapa indra penglihatannya. Di atas sofa abu-abu panjang miliknya, seorang wanita dan seorang pria sedang asyik berhubungan badan, terbuai dalam nafsu tanpa menyadari presensi sang pemilik ruangan. Jantung Jon berdesir tajam, bukan karena cemburu, melainkan karena rasa jijik yang luar biasa. Pria dingin itu mendehem dengan sangat kencang, sebuah dehaman bariton yang seketika memecah atmosfer keintiman menjijikkan di sana.

​Kedua manusia itu tersentak hebat, saling melepaskan tautan dengan wajah pucat pasi dan mata terbelalak terkejut. Jon berdiri tegak, menatap datar sekaligus merendahkan ke arah dua manusia yang kini sibuk menutupi tubuh telanjang bulat mereka dengan pakaian yang berserakan.

​"Perfect. Jadi ini kelakuanmu selama ini di belakangku? Cih... Menjijikan," desis Jon, suaranya pelan namun sarat akan ancaman mematikan. 

"Wanita murahan dan laki-laki benalu ini akhirnya kembali bersatu rupanya. Katakan, kalian ingin hadiah apa dariku, heh?"

​Vinna, wanita yang menyandang status sebagai istrinya di atas kertas, bergetar hebat mendengar ucapan dingin Jon. Dia tahu persis apa arti 'hadiah' dari seorang Jon Skarsgard. Hadiah itu bukan barang mewah, melainkan akhir dari hidup mereka. Jon bisa dengan mudah melenyapkan mereka tanpa meninggalkan jejak.

​"Jon! Maafkan aku! Aku... aku digoda olehnya sampai aku khilaf dan bertekuk lutut di hadapannya. Aku dipaksa—"

​"Aku diperkosa, kau mau bilang seperti itu?" potong Jon cepat, senyum sinis terukir di sudut bibirnya. "Omong kosongmu sudah tidak berlaku lagi di telingaku, Mrs. Lorenz. Karena kelicikanmu dan keluargamu di masa lalu, aku terpaksa melepaskan wanita yang paling aku cintai. Karena kau, aku kehilangan kekasihku yang saat itu sedang mengandung darah dagingku! Dan sekarang, kau bermain api di rumahku? Sempurna. Aku akan menghancurkanmu dan laki-laki sialan ini sampai ke akar-akarnya."

​Jon membalikkan badan, enggan mengotori matanya lebih lama lagi. "Robert, bawa wanita ini dan selingkuhannya ke penjara bawah tanah sekarang juga. Pastikan mereka mendapatkan 'perawatan' terbaik."

​"Baik, Tuan," jawab Robert, kepala pengawal pribadi Jon yang tiba-tiba sudah muncul di belakangnya. "Mobil Anda sudah kami siapkan di lobi bawah, Tuan. Anda bisa langsung menggunakannya."

Morgan (On GOING)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang