(4 bulan kemudian)
"Hoahh...home sweet home" Zeenah merebahkan tubuhnya di sofa berwarna putih gading lembut yang ada di ruang keluarganya.
"Hey kadal,cuci kakimu dulu ! Kau tidak lihat kakimu kotor ?" Zayn menarik kaki Zeenah sampai membuatnya terjatuh dari sofa.
"Zayn !! Aku baru sampai di rumah kenapa kau sudah jahat hahh ?!! " teriakan Zeenah membuat Ayahnya menutup mata maklum pada anak gadis satu-satunya itu.
Zayn memeletkan lidahnya sambil menyentil dahi adik perempuannya itu.Sebenarnya keisengannya itu merupakan caranya menunjukkan kerinduan dan rasa sayangnya yang mungkin hanya dipahami olehnya.
"Baba,lihat Zayn menggangguku " adu Zeenah pada ayahnya.Ayahnya hanya menoleh kemudian tersenyum "sebenarnya dia merindukanmu tapi dia tidak tau cara menunjukkannya.Asal kamu tau dia uring-uringan kalau kamu baru kembali ke London"
"Benarkah ? Hehe ini pasti hoax ?"
"Hoax apanya,kau tau sendiri kan kalau Zayn itu paling males kalau di suruh pergi keluar negeri ? Tapi dia mau tuh ikut jemput kamu bareng Baba dan Mama" Mamanya menyentil pelan telinga Zeenah
Zeenah mengusap-ngusap telinga sambil melihat mamanua dengan wajah cemberut nya kemudian mengerutkan dahinya bingung
"Aku masih tak percaya dia seperti itu."
Zeenah meringsek duduk lebih dekat pada ayahnya "baba,kira-kira dia mau nggak ya Zee ajak dia tour bareng ?"
"Ya pasti dia nggak mau lah,kamu cuma bareng temen cewek doang kan ? Dia itu alergi ama kumpulan cewek" ibu Zeenah menimpali.
"Haah...ayolah ! Zee ingin jalan-jalan sendiri.Zee kan udah besar,malah udah lulus S2"
"Tapi kelakuanmu masih seperti anak SMP" ayah Zeenah mengejek nya.
"Baba,aku hanya seperti ini didepan kalian.Bahkan saat aku di universitas, teman-temanku mengenalku sebagai gadis yang jutek loh,beneran" Zeenah mengangkat jarinya membentuk lambang peace.
"Kamu itu anak gadis,gak boleh pergi sendiri.nanti kalau terjadi apa-apa gimana ?" Ucap mama Zeenah.
"Ish mama ngomongnya suka serem.aku kan cuma jalan-jalan ma itupun banyak orang kok"
"Kamu punya suami dulu baru mama izinin"
"Haduh suami lagi...suami lagi.Ntar deh pas aku pulang tour aku pasti dah dapet calon suami" Zeenah ngomong asal karena dia capek banget mengahadapi mamanya ini.
"Oke kalo gitu,mama tunggu kepulanganmu" jawab Mama Zeenah tak kalah sengit.
"Ayolah baba,boleh ya boleh ya...bukankah prestasi cumclaude ku sudah cukup ?" Zeenah memasang wajah memelasnya.
Ayahnya menghela nafasnya panjang kalau sudah menghadapi keras kepala anak gadisnya ini yang ia sadar menurun darinya.
"Baiklah,baba hanya mengijinkanmu pergi selama seminggu saja dan hanya bersama teman gadismu sa...no boys"
Zeenah berdiri dari tempatnya dan melompat-lompat gembira menerbangkan rambut panjang hitamnya.
"Makasih baba !! You're the best dad ever !!" Zeenah memberi ayahnya sebuah kecupan di pipi kirinya dan kemudian ia mengecup pipi kanan mamanya.
"Tapi hati-hati ya dunia luar itu berbahaya apalagi tidak ada pamanmu yang bisa memantaumu seperti saat kamu di London" ayah Zeenah mengingatkan.
Zeenah tanpa berpikir panjang langsung mengangguk dan mengangkat jempolnya semangat "aku akan baik-baik saja"
"Kapan kamu berangkat ?" Tanya Salma,mama Zeenah.
"2 minggu lagi"
"Kemana tujuan pertamamu ?" Tanya ayahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Attention (Prince Hamdan) {End}
RomanceSeorang gadis menghilangkan semangat hidup seorang pria,dan kemudian pria itu menghilangkan harapan hidup gadis lainnya. Ketika takdir mewarnai hidup mereka berdua dengan lebih banyak warna hanya dalam 1 malam. Akankah itu warna kesedihan atau warna...
