"Aku duluan" ucap Hamdan sambil menggeser badan Zeenah yang berada di depan pintu kamar mandi.
Di kamar mereka hanya ada satu kamar mandi.Tidak mungkin mereka mau berbagi kan ?
"Hamdan.." panggil Zeenah lirih.
Hamdan menoleh malas.
"...aku kedinginan" tangan Zeenah memeluk dirinya erat.
Hamdan melihatnya tanpa ada keinginan mau mengalah walau melihat badan Zeenah memang sedikit gemetar.Tapi setelah matanya betemu pada perut Zeenah...
"Cepatlah" dengan terpaksa Hamdan mengalah.
"Yeay ! Thanks Dandan" wajah memelas Zeenah hilang digantikan wajah kemenangannya.Ia menggeser badan Hamdan dari depan pintu kemudian melewatinya.Ia tau pasti Hamdan sedang menggerutu dihatinya.
Ia hendak menutup pintunya namun dia membukanya lagi.
"Hey dandan kenapa wajahmu berkerut seperti itu ?" Tanya Zeenah dengan senyum cengengesan.
Hamdan hanya diam dan menatap ogah-ogahan pada Zeenah.
"Nanti kau terlihat makin tua loh"
"Ish,cepat mandi sana aku kedinginan !" Perintah Hamdan kemudian Hamdan meraih knop pintu dan menariknya untuk menutupnya sebelum Zeenah menahannya.
Zeenah hanya diam menatap wajah Hamdan sambil tersenyum tipis.
Alis Hamdan berkerut melihat wajah horror Zeenah padanya.
"Apa ?" Tanyanya.
Zeenah menggeleng.
"Tersenyumlah terus seperti tadi. Wajahmu terlihat bagus "
Diam.Mereka terdiam beberapa saat.
"Sudahlah cepat mandi,aku kedingan" Hamdan menarik knop pintu lagi dan Zeenah menahannya lagi dan menatap pria yang menurutnya seperti kayu di depannya dengan kesal.
"Hey Nutcracker ! Kalau kau terburu-buru sini masuk saja bersamaku !"
Hamdan bergidik ngeri saat mendengar ajakan Zeenah.Apalagi dengan alisnya yang ia naik turunkan.
Brukk.
Belum selesai kengerian Hamdan melihat ekspresi Zeenah yang menggodanya, pintu putih itu tertutup pas di depan wajahnya.
"Hahaha aku bercanda Sheikh !"
'Dasar anak ini ! '
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
"Sheikha,dimana Sheema ?" Tanya Zeenah pada Sheikha.
Setelah mandi tadi Zeenah langsung turun ke lantai bawah.Ia pikir meminum kopi hangat dapat menghangatkan tubuhnya.Dan disinilah dia bertemu Sheikha yang juga sedang nyemil santai.
"Dia sudah tidur setelah pelayan memandikannya.Ah iya,kehamilanmu sudah memasuki minggu keberapa ?" Tanya Sheikha sambil memasukkan keripik kentang ke mulutnya.
Uhuk !
Zeenah tersedak kopinya sendiri.Entah karena ia tidak hati-hati saat meminumnya atau karena pertanyaan tiba-tiba Sheikha tentang kehamilannya. Sejujurnya ia paling tidak suka topik ini. Tapi tidak lucu juga kalau dia lupa umur kehamilannya,jadi dia berpikir dan mengingat-ngingat sejenak.
"Emm..6 minggu" jawab Zeenah dengan wajah tidak seratus persen yakin.
"Wah sangat muda sekali ya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Attention (Prince Hamdan) {End}
RomanceSeorang gadis menghilangkan semangat hidup seorang pria,dan kemudian pria itu menghilangkan harapan hidup gadis lainnya. Ketika takdir mewarnai hidup mereka berdua dengan lebih banyak warna hanya dalam 1 malam. Akankah itu warna kesedihan atau warna...
