Zeenah menopangkan pelipisnya pada tangannya dan memejamkan matanya lelah.Sudah lebih dari satu setengah jam dia,Zayn dan Sayyidah duduk di rooftop rumah sakit tempat Zeenah dirawat.
Hamzah mengatakan ia akan pergi menemuinya malam ini.Tapi karena kondisi Zeenah yang masih lemah dan tidak diperbolehkan pulang oleh dokter,jadi disinilah dia menunggu.
"Zeenah,apakaj dia datang kesini bersama Sheikh Hamdan ?" Tanya Sayyidah.
"Tidak,aku rasa dia datang sendiri" jawab Zeenah setelah menguap lelah.
"Bagus,karena sekarang aku sedang tidak dalam keadaan baik untuk melihat wajah si brengsek itu !" Zayn mengepal eratkan tangannya.Sejak dokter memberitahukannya tentang keadaan Zeenah,ia terus memarahi Zeenah karena tindak cerobohnya.Ia tak habis pikir,bagaimana caranya memberitahu orang tuanya.Pasti Zeenah akan dibakar hidup-hidup oleh ayahnya.Ia sangat menyayangi Zeenah adik kecilnya,ia sama sekaki tak menyangka nasib ini akan tertulis di takdir adiknya yang sangat ia kenal dengan sifat lugu dan cueknya.
"Sudahlah Zayn" Sayyidah mengelus pelan punggung Zayn ang tegang sejak tadi,bagaimana tidak ? Zeenah adalah tanggung jawabnya.
Zenah menunduk takut melihat Zayn yang sejak tadi marah padanya.Dia tau Zayn memang pantas marah padanya.Ia salah tapi tidak sepenuhnya salahnya.
'Salahkan pria brengsek itu' Zeenah mendecih dalam hati.
"Zee !!" Zeenah yang merasa namanya dioanggil segera menolehkan kepalanya dan melihat Hamzah dengan sedikit berlari berjalan padanya.
Senyum Zeenah mengembang dan merasa hatinya hangat saat ia tau Hamzah menepati janjinya untuk menemaninya,datang jauh dari Dubai.Namus senyuman itu tidak berlangsung lama setelah ia melihat seorang pria berjalan dibelakang Hamzah.
Badannya langsung menegang saat mengenali lelaki itu.Wajah Zeenah yang sudah pucat makin pucat dan ia segera berlari mundur bersembunyi di balik punggung Zayn.Zeenah meremas erat kaos Zayn yang melihaynya dengan tatapan sendu.Sebegitu traumanya kah adiknya itu melihat calon ayah janin yang ada di perutnya saat ini ?
Ini alasan Zayn ingin menghajar pria arab itu dan melemparnya dari lantai 7 rumah sakit.Sayyidah eegera menahan lengan Zayn saat ia menyadari tujuan Zayn yang sudah begerak maju menuju Hamdan.
Sayyidah berbisik pelan di telinga Zayn untuk menenangkannya "tenanglah,saat ini dia yang bisa menentukan akhir semua ini,bersabarlah".Sayyidah mengangguk pelan untjk meyakinkan Zayn yang merengut kesal karena tidak bisa menendang pria itu.
"Zeenah,apa kabarmu ? Dan calon bayimu ?" Hamzah perlahan jalan mendekat ke arah Zeenah yang menatap awas padanya.
"Seperti yang kai lihat dia tidak baik" Sayyidah menjawab peetanyaan Hamzah dengan cepat.Sebenarnya dia juga ingin Zayn menghajar Hamdan,hanya saja ia tau itu bakal menambah panjang permasalahan mereka dengan status yang digelari Hamdan.
Hamzah mengangguk pelan melihat Sayyidah yang menatap tidak bersahabat padanya.
"Apa kata dokter?"
"Zeenah hamil berusia 3 minggu" jawab Sayyidah demgan nada marah yang kentara padahal dia dia menyembunyikannya.Siapa yang ridak kesal saat sahabatnya dilukai oleh seorang pria apalagi pria tidak jelas seperti Hamdan.
"Apa kau benar-benar mengira aku meniduri gadis itu dan itu adalah anak ku ?" Hamdan bertanya pada Hamzah dengan bahsa arab sambil mengerutkan alisnya melihat Hamzah.
"Terus kau pikir ayah anak itu siapa hah ? Zeenah adalah gadis baik-baik !" Teriak Sayyidah setelah memendam kekesalannya dari tadi.Sayyidah sangat mengerti bahasa arab,karena itu merupakan salah satu jurusan yang ia ambil bersama Zeenah saat ini,Sastra arab.
KAMU SEDANG MEMBACA
Attention (Prince Hamdan) {End}
RomanceSeorang gadis menghilangkan semangat hidup seorang pria,dan kemudian pria itu menghilangkan harapan hidup gadis lainnya. Ketika takdir mewarnai hidup mereka berdua dengan lebih banyak warna hanya dalam 1 malam. Akankah itu warna kesedihan atau warna...
