Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Part 18:Unexpected Guests and Beat

6.5K 421 71
                                        

Tok tok

Pendamping pribadi Zeenah berjalan mendekat ke pintu dan membukanya sedikit untuk melihat siapa yang mengetuknya.

Di pagi yang sedikit mendung ini,Zeenah merilekskan pikiran dan tubuhnya dengan meminum susu hangat dan juga lilin terapi beraroma vanilla,dan itu sangat memanjakannya.Samar-samar dia mendengar percakapan orang yang mengetuk pintunya tadi dengan Saira.

"Berikan ini pada,Sheikha"

"Baiklah" jawab Saira.

"Siapa,Saira ?"

"Hamzah,Sheikha"

'Hamzah ?'

"Suruh dia masuk" Zeenah meletakkan gelas susunya yang sudah kosong ke atas meja nakas kemudian dia membenarkan posisi duduknya.

Hamzah masuk dengan bahasa tubuh dan wajah yang jelas sekali menggambarkan keraguan.

"Kenapa ?" Tanya Zeenah.

"Ini kamarnya Hamdan,aku tidak enak memasukinya tanpa izinnya,ya walau waktu sebelum dia menikah aku sering masuk kesini tapi tetap saja sekarang ini ruang privasi untuknya" Hamzah menjelaskan kegelisahannya.

"Kamu sudah tau kita tidak sekamar disini,jadi jangan anggap itu masalah". Hamzah mengangguk ragu.

"Ada apa,Hamzah ?"

"Ah tidak.Aku belum menjengukmu sejak kemarin kepulanganmu.Aku tau semua kabar dan keadaanmu dari Samiya. Kamu harus banyak istirahat dan rilekskan pikiranmu,jangan stress" Hamzah tersenyum menenangkan.

'Kalau setiap detik saja aku bisa melihat senyummu ini,aku tidak akan stress' batin Zeenah.

"Ah iya,ini" Hamzah mengukurkan seikat bunga mawar segar kepada Zeenah.

"Wahh ini cantik,terima kasih Hamzah, aku sangat menyukainya.." ucap Zeenah riang sambil menghirup bahagia aroma mawar segar itu.Hamzah tersenyum senang dan mengangguk mengiyakan.

"...eh tunggu.Kamu tidak memetiknya dari tamanku kan ?" Zeenah menatap Hamzah curiga.Ia sangat menyayangi taman kecilnya,tidak boleh ada yang mengganggunya.

Hamzah menggeleng cepat.
"Eh..tentu saja tidak.Aku tidak berani"

"Kamu memang pria yang paling mengerti aku.Terima kasih untuk segalanya"

"Segalanya yang terbaik untukmu,My Princess"

••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

Cuma dua hari saja dia tidak melakukan apapun badannya terasa sakit semua,dan merasa sangat bosan. Kerjaannya dua hari ini hanya seperti sekarang berbaring sambil menonton tv, tidak ada yang seru.

Ceklek.

Zeenah melirik malas kearah pintu,pasti sekarang jam makan siangnya.Padahal makanan sarapannya ia yakin masih belum selesai di proses di perutnya,
Karena sejak tadi ia tidak melakukan apapun.

"Zeenahh !!"

"Sheikha ?" Lirih Zeenah.Nafasnya menjadi sedikit tercekat melihat saudari iparnya yang terakhir ia temui dia sangat memusuhi Zeenah bahkan menghinanya.Zeenah masih belum siap harus menerima makian lagi dari Sheikha.

Perempuan cantik itu berjalan cepat kearah Zeenah kemudian memeluknya erat.

"Zeenah...maafkan aku" ucap Sheikha menyesal.

"Untuk apa kau minta maaf huh ?" Zeenah membalas pelukan Sheikha.

"Tidak seharusnya aku meneriakimu seperti itu.Aku belum tau alasan yang sebenarnya tapi aku sudah menghakimimu,Hamdan sudah menceritakannya padaku.Aku menyesali kau menikah dengan saudaraku yang tidak peka itu,harusnya kau menikah dengan Rashid yang perhatian atau Majid yang super pengertian.."

Attention (Prince Hamdan) {End}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang