Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Part 15:Breakeven II

5.5K 337 22
                                        

Setiap harinya di istana Hamdan hari-hari Zeenah hanya seperti selembar kanvas kosong,tapi sepertinya kehadiran wanita memakai dress berwarna kuning selutut yang berdiri di belakangnya sambil melipat tangannya di depan dada akan memberi warna di hidupnya,warna hitam.

"Ternyata nyonya rumah kita pintar berkebun juga.Kau lebih cocok jadi tukang kebun dari pada menjadi Puteri Mahkota,bukankah begitu ?"

'Zeenah,anggap saja itu bunya ringkikan kuda' Zeenah membuang nafas mencoba merilekskan dirinya.

Mulai hari ini dan entah sampai kapan ia harus bersabar menghadapi rubah betina ini.Hamdan tanpa berdiskusi dengannya terlebih dahulu memberikan izin kepada wanita ini untuk tinggal di kawasan istana mereka walau berbeda bangunan.Apakah pelayan tidak merasa curiga ? Of course,hanya saja mereka tidak berani mengatakan apapun dan hanya mencaci dan mengutuk benalu yang hinggap di pohon rumah tangga tuannya.

"Ya setidaknya aku berkebun di kebunku sendiri,tidak berkebun di kebun orang lain" Zeenah menebalkan kata-kata akhirnya.

"Zee,berhentilah dulu,istirahatlah" Hamzah datang menghampiri Zeenah dan melewati Mihrima begitu saja.Ia tau dari kehebohan pelayan kemarin,bahwa selingkuhan tuan mereka mendatangi rumahnya dan membuat nyonya mereka marah.

"Nanggung" Zeenah masih sibuk memupuk mawar-mawar kesayangannya.Kalau mawar itu layu siapa lagi yang akan menemaninya.

"Ini aku bawakan jus dingin." Hamzah menyerahkan gelas bening dingin itu pada Zeenah dan Zeenah mengambilnya dengan tangan kotornya,kan yang penting tangannya tidak mengotori jusnya ?

" kenapa kau tidak membawakannya untuk juga ?" Ucap Mihrima.

Hamzah melihat pada Mihrima sengan kening yang berkerut dan alis yang terangkat sebelah.

"Kau siapa ?"

"Ah,kau tidak tau siapa aku ?" Mihrima tertawa tidak percaya.

"Kau Mihrima bukan ? Aku tau.Siapa penghuni istana ini yang tidak tau kehadiran benalu disini.Yang aku tanya siapa posisimu disini ? Aku melayani Zeenah sudah jelas karena dia istri tuanku" Hamzah menekankan kata 'istri' untuk menampar Mihrima dengan tamparan ghaib.

"Kau ! Beraninya ! Akan aku laporkan pada Hamdan !"

"Silahkan,dia ada di taman belakang kalau kau mencarinya" Hamzah berdiri dan mempersilahkan Mihrima untuk pergi dari hadapan mereka berdua.Ia tau betul?Mihrima bukan type orang yang mengadu pada Hamdan tentang orang yang membencinya,membuatnya mempunyai citra buruk pada Hamdan yang tidak tau jika dia memiliki banyak musuh.

"Mungkin sekarang dia istrinya.Tapi lihat saja sebentar lagi,dia akan menceraikanya dan menikahiku" Mihrima menyeringai.

"Kau !!" Hamzah mengepalkan tangannya.Andai dia bukan perempuan pasti dia sudah terkapar di tanah dengan mulut yang sobek ternganga.

Zeenah membuang nafasnya mencoba tenang,hatinya terasa nyeri saat ini.

"Aku tau Hamdan tidak mencintainya, Hamdan dan hatinya seutuhnya milikku. Camkan itu !"

Bhuk.

Zeenah melempar sekop di tangannya ke tanah.Sudah cukup dia mendengar suara ringkikan kuda pagi ini.

"Baiklah kalau begitu.Kenapa kau tidak coba saja merebutnya dariku ? Ambil saja kalau kau mau.Aku sama sekali tidak mengaharap kehadiran kalian di hidupku" Zeenah menjawab kesombongan Mihrima dengan santai.Kalau dia melawan sama emosinya yang ada ia hanya akan jadi wanita selevel dengan Mihrima,Levelnya lebih tinggi.

"Oh kau menantangku ?! Baik jangan menyesal kau akan dicampakkan !"

"Aku tidak menantangmu.Aku hanya mempersilahkanmu melakukan apa yang kau mau.Aku sangat berterima kasih kalau kau bisa mengambil Hamdan dari hidupku.Aku hanya minta satu hal,jangan ganggu aku"

Attention (Prince Hamdan) {End}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang