Part 12:At Zabeel Palace

5.9K 371 32
                                        

(Zabeel Palace)

"Santai saja" ucap Hamzah menenangkan Zeenah yang wajah khawatirnya tidak bisa ditutupi.

'Bagaimana mau santai? Aku akan memasuki kandang singa' batin Zeenah.

"Ah Zeenah,selamat datang.Aku sedang bosan di dalam,maukah kau menemaniku berkeliling ?" Sapa seseorang yang Zeenah tau dia adalah saudara Hamdan tapi ia lupa namanya.

"Ah..hem..baiklah" jawab Zeenah gugup.

Hamzah meninggalkan Zeenah dan Zeenah dengan sedikit nervous berjalan di samping saudara Hamdan...yang tampan.

"Kau suka tanaman ?" Tanya pria itu.

"Em aku suka" jawab Zeenah kemudian mengikuti arah pandang pria di depannya.Taman hijau luas yang sekarang menjadi lapangan bermain layang-layang bagi dua anak lelaki dan satu anak perempuan.

"Zeenah aku pergi sebentar dulu,aku harus mengangkat panggilan ini"

"Baiklah" jawab Zeenah dengan tersenyum.Dia berjalan-jalan sendirian.
Kemudian dia menepuk dahinya

'Ah bagaimana aku lupa.Pria itu namanya Rashid.Payah,aku lupa dengan orang yang sudah mendukungku'

"Mohammed kau membuatnya tersangkut" suara anak kecil anak perempuan membuat perhatian Zeenah tertuju padanya.

"Bukan salahku,Hamad yang mendorongku" tuduh anak lelaki kepada anak lelaki satunya,wajah mereka mirip malah bisa dibilang persis.

"Ahh...bagaimana kita mengambilnya" dengan nada pasrah gadis kecil itu melihat layangannya yang tersangkut di pohon yang sebenarnya tidak terlalu tinggi.

"Ada apa sayang ?" Tanya Zeenah sambil mengelus rambut gadis kecil itu.

Gadis kecil itu menoleh dan menatapnya ragu juga dengan tatapan asing.

Ya,Zeenah bisa memastikan itu akan terjadi padanya.Ia sama sekali tidak pernah dikenalkan Hamdan pada keluarganya dan juga dia tidak pernah ke istana utama setelah pernikahan mereka.

"Em,bagaimana jika aku ambilkan ?" Tanya Zeenah sambil melihat ke arah layangan karena tidak juga mendapat jawaban dari tiga anak kecil yang menatapnya aneh.

"Wait" Zeenah menoleh ke kanan dan ke kiri mencari alat yang bisa membantunya untuk...

"Ah tangga" Zeenah langsung menarik tangga beroda yang tidak jauh dari pohon itu.

"Pegang tangga ini ya". Tiga anak kecil itu langsung memegangnya dengan erat.

Dengan perlahan dan hati-hati Zeenah menaiki satu-persatu tangga untuk menggapai layangan berwarna biru muda yang sebentar lagi ia dapat.

"I got it !" Zeenah melambaikan layangan itu kepada anak-anak kecil yang langsung berteriak kegirangan dan melompat-lompat, melupakan pegangan mereka pada tangga yang dinaiki Zeenah.

"Hey hey ! Pegang dulu tangganya baru kalian bisa mendapat layangan ini dengan selamat" Zeenah ikut berteriak takut. Dengan sigap dan wajah penuh senyum mereka memegang kembali tangganya.

"Astaghfirullah ! Apa yang kau lakukan diatas situ ?!" Teriak seorang wanita mengalihkan perhatian mereka.

"Kakak ini mengambilkan layangan kita,Ma" jawab anak perempuan itu.

Zeenah yang masih diatas tangga ikut mengangguk.

"Turun !" Perintah wanita itu.

Zeenah turun dari tangga dan menunduk takut.Apa dia salah menaiki tangga kerajaan ?

"Sheema,dia ini sedang hamil bagaimana kamu menyuruhnya naik tangga ?" Perempuan itu memarahi anak gadisnya.

"Tidak kok,ini kemauanku sendiri" Zeenah tidak tega melihat gadis 7 tahun itu dimarahi ibunya karenanya.

Attention (Prince Hamdan) {End}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang