(Weeks later)
"Hemm...tidak juga.Aku sedang menyiram tanaman di taman belakang"
"Wah kau rajin juga ternyata" jawab seseorang di seberang telefon.
"Of course,memangnya aku seperti kamu,Si Hamzah yang pemalas" Zeenah mengejek Hamzah dengan mencebikkan bibirnya walau ia tau Hamzah tak akan melihatnya.
"Hey kau tidak tau saja serajin apa aku disini.Eh sudah dulu ya,Sheikh Rashid memanggilku,Bye Zeenah. Assalamualaikum" suara Hamzah terdengar tergesa-gesa.
"Yaya baiklah.Bye Hamzah.Waalaikum salam" Zeenah melenguhkan nafasnya malas sambil memutus sambungan telfonnya dengan Hamzah.
Setelah Hamzah dan Zeenah pulang dari Bali,memang Hamzah terkadang menelfon Zeenah.Baik menanyakan keadaanya maupun iseng.Dan kelama-lamaan Zeenah pun merasa akrab dengan Hamzah ternyata sangat friendly dan perhatian.
"Kau sering-seringlah menelfon,jangan membuatku menunggu,dasar bodoh !" Zeenah memaki-maki Handphonenya seperti orang gila.
"Hey kadal ! Kau sudah stress rupanya jadi sekarang kau berteman dengan selang dan tumbuhan ya ?" Zayn mencul dari belakang Zeenah dengan snack di tangannya.
"Kau ! Mulutmu sepertinya butuh di sucikan" ucap Zeenah dengan seringai di wajahnya.Ia langsung mengarahkan selangnya yang memancurkan air cukup deras ke arah wajah Zayn yang sedang memakan snacknya dengan santai.
"Abh..arghh..Zee !!" Mulut Zayn penuh dengan air yang disemprotkan Zeenah. Membuat Zeenah tertawa terpingkal-pingkal.
"Awas kau !!" Zayn membuang snacknya dan berlari mengerjar Zeenah yang sudah membuang selangnya dan berlari menjauhi Zayn.
"Wee.." Zeenah memeletkan lidahnya kepada Zayn yang makin kesal padanya.Zeenah tida membperhatikan langkahnya,sampai sebuah selang yang melintang di depannya pun ia tak melihatnya.
"Aakh.." ia tersandung selang yang ia gunakan untuk menyemprot Zayn.
"Rasakan ! Sekarang kau tau yang namanya karma" Zayn tersenyum mengejek kepada adiknya yang jatuh terduduk di tanah dengan wajah kesal yang menatapnya.
Zeenah berdiri dengan kesal dan menghentak-hentakkan kakinya di tanah.
"Awas saja kau kulaporkan pada pada baba !" Zeenah mengangcungkan jari telunjuknya pada Zayn yang mengangkat alisnya sebelah.
"Mana ada seseorang bergelar Master yang kekanakan sepertimu.Aku ragu kau kau lulus S2.lagi pula kau harus menunggu 1 minggu untuk melihatku dijewer baba yang sedang ada di Abu Dhabi" ujar Zayn masih dengan senyum kemenangannya.
"Kau..."
"Zee.." ucap Zayn dengan wajah kaget.
"Apa lagi ? Nggak usah banyak berakting" Zeenah mendengus melihat abangnya mulai lebay.
"Zee...kenapa...kenapa ada darah mengalir di kakimu ?!" Zayn yang sedikit memekik membuat Zeenah melihat pada kakinya juga.Dan benar kata Zayn,ada aliran cair kental berwarna merah tua di kakinya.
"Za..Zayn ! Ini kenapa ?! Tolong !" Zennah berteriak panik melihat darah segar mengalir di kakinya.Ia merasakan kepala pusing dan badannya menjadi ringan kemudian semuanya menjadi gelap.
°••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••°
"Barusan kau menelfon dengan siapa ? Sepertinya kau senang sekali berbicara dengannya" kata Rashid sambil menaik turunkan alisnya.
"Zeenah...gadis yang.." Hamzah menganggantungkan kalimatnya.Ia tidak ingin melanjutkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Attention (Prince Hamdan) {End}
RomanceSeorang gadis menghilangkan semangat hidup seorang pria,dan kemudian pria itu menghilangkan harapan hidup gadis lainnya. Ketika takdir mewarnai hidup mereka berdua dengan lebih banyak warna hanya dalam 1 malam. Akankah itu warna kesedihan atau warna...
